MAHASISWA DALAM MERESPONS ARUS GLOBALISASI


Penulis : ROBERTUS DAGUL
Di  era yang semakin modern semangat mahasiswa mulai terdegradasi, terutama dalam merespons arus perkembangan Zaman yang  semakin gencang.  Budaya Westernisasi seakan  mempengaruhi  mahasiswa hingga secara pelan-pelan budaya asli  dengan sendiri mulai hilang. Motivasi intrinsik sudah kehilangan arahnya dalam menapaki situasi  dan kondisi Zaman yang semakin modern. Mahasiswa makin hari  selalu di suguhi oleh materi –materi yang instan melalui media digital yang menjadi konsumsi harian mahasiswa itu sendiri. Kreatifitas, Budaya membaca mulai hilang,   cara berpikir yang ilmiah hanya di temukan pada sedikit orang, Lunturnya mentalitas, sifat ke-egoan makin terus di budayakan. Sehingga mahasiswa seperti kehilangan arah dalam merespon arus globalisasi. Budaya instan selalu justru memanjakan diri seorang mahasiswa untuk tidak berjuang dan berpikir berkali-kali demi mendapatkan hasil yang memuaskan. Copy paste hasil karya orang lain ketika berada di ruang ilmiah adalah hal yang sangat tidak sesuai dengan apa yang menjadi harapan dan cita-cita bangsa itu sendiri.
Mahasiswa “zaman Now” tentu membutuhkan persiapan–persiapan yang cukup matang dalam mengahadapi tuntutan zaman. Pandai memfilter budaya –budaya baru yang masuk, menerima yang positif dan meninggalkan/membuang hal  yang negatifnya. Butuh suatu kematangan berpikir yang rasional dalam mengimplemantasikan perkembangan dan peradapan Zaman yang semakin modern. Mahasiswa di tuntut untuk tidak tidur dan bermalas-malasan dalam menghadapi era yang semakin kompetitif .
Bagaiamana  Sikap Mahasiswa Dalam merespons Arus Globalisasi ?
 Optimis
 Sikap optimis bagi mahasiswa dalam merespons arus globalisasi sangatlah penting, terutama dalam menghadapi tuntutan dan tantangan zaman yang berada di depan mata. Di butuhkan motivasi intrinsik dan spritualitas dari dalam diri guna mengisi dan menempati ruang persaingan yang sangat ketat. Mahasiswa dituntut untuk tidak apatis dengan situasi dan kondisi di lingkungan sekitar, sehingga mahasiswa itu sendiri tidak kalah dalam mengarungi  ritme peradapan zaman yang semakin gencang. Selain itu mahsiswa juga haru pandai mengatur waktu, dimana yang dapat menambah khasanah dan mana yang dapat mengarah dan membawa bencana. Membuang sikap skeptis dan keragu-raguan dan butuh spirit tinggi dalam menghadapi derasnya gempuran Zaman yang semakin  kompetible.
Peka dengan kondisi Zaman
Kecepatan dan kecekatan dalam merespons perkembangan zaman selalu menjadi patokan bagi mahasiswa  dalam menghadapi arus globalisasi yang berada di depan mata. Cepat tanggap, reaksioner, komunikatif terhadap kondisi lingkungan yang menuntut mahasiswa untuk tidak lengah dan tetap berdiri tegak dan kokoh. Pandai memfilter budaya dari luar, mengambil makna positif  dan tetap mempertahankan keaslian buadaya asli. Mahasiwa di era kekinian merupakan kaum yang menjadi pendobrak pada  tantangan Zaman terutama pada setiap fenomena yang dapat mengancam kepekaan mahasiswa itu sendiri. Melawan penyakit sosial yang merebak di ibu pertiwi seperti perdagangan manusia, Buday Hoax dimedia sosial, budaya tata tata krama yang mulai luntur dan radikalisme. Peka terhadap kondisi zaman yang selalu di namis membuat mahasiswa untuk terus bergerak dalam memperjuangkan kebutuhan ataupun tuntutan Zaman itu sendiri, Sehingga mahasiswa tidak ketinggalan jauh dengan  era yang semakin kompetitif. Persiapan mental, emosi dan spirit yang menjadi dasar dalam mengarungi peradapan zaman yang kompetible. Berwawasan global, komprehensif, tidak  setengah –setengah adalah cara berpikir seorang mahasiswa  yang peka dengan kondisi Zaman.
Tidak Buta Teknologi
Di era yang semakin modern ini mahasiswa di suguhkan oleh teknologi digital  dengan aplikasi Facebook, WhaaShap, BBM, Instagram  dan lain sebaginya. Pekerjaaan yang menggunakan tangan manusia seakan tidak berguna lagi, pekerjaan dalam setiap bidang selalu di permudah dengan teknologi yang begitu cepat.  Perkembangan teknologi yang semakin maju membutuhkan kesiapan yang cukup matang oleh mahsiswa itu sendiri. Mengikuti  berbagai pelatihan baik di dunia kampus maupun oleh lembaga-lembaga tertentu.   Artikel Kompas.com, Jumat 29 Desember 2017 “Teknologi cerdas, Ancaman atau Tantangan buat Manusia” Tenaga manusia di industry mede di Vietnam  Hanya untuk pengawasan dan penanganan  gangguan. Itu pun  beberapa orang saja yang di perlukan untuk skala berlipat  kali industry serupa di dunia. Maka dari itu mahasiswa mesti sadar apa yang harus di buatnya dari sekarang, memulai dengan kreativitas di ruang kampus maupun di lingkungan sosial masyarakat. Serta persiapan dalam menguasai system yang di buat oleh setiap intansi dengan berbasis komputerisasi.
Melebur diri dalam Budaya literasi
Memperbiasakan diri dalam budaya literasi  merupakan suatu upaya atau langkah konkrit mahasiswa dalam membententengi diri  mengahadapi derasnya arus zaman  yang semakin gencang. Membaca, berdiskusi, dan menulis  bagi mahasiswa menjadi patokan dalam melengkapi budaya literasi itu sendiri. Dengan memperbiasakan diri dalam budaya literasi khasanah berpikir  mahasiswa tentu akan semakin meningkat, dan ketajaman intelektual akan nampak dalam diri mahasiswa itu sendiri. Sehingga  mahasiswa dengan mudah dalam menerjemahkan apa dampak arus globalisasi, baik dampak positif maupun dampak negative. Budaya literasi di era yang semakin kompetitif menjadi kekuatan bagi mahasiswa dalam memerangi budaya dari luar yang dapat menggerus budaya  asli dari dalam. Menjadi penting untuk dikaji bahwa globalisasi tidak selamanya membawa dampak yang negatif. Sebagai kaum intelektual tentunya memfilter adalah suatu upaya  memperkaya budaya dari dalam, mana yang harus diterima dan mana yang harus dibuang terhadap budaya asing.
Dialektis
 Dialektis menjadi fundamen paling ampuh dalam menjalin  proses interaksi atau komunikasi yang tidak kaku. Bersifat dinamis  dalam setiap kesempatan ataupun pada ruang dan tempat yang berbeda  ketika berdialektika dengan siapa saja. Proses interaksi yang  terjalin setiap hari pada mahasiswa mesti selalu di perbiasakan oleh mahasiswa itu sendiri, komunikasi yang di jalani semestinya sesuai dengan situasi dan kondisi global. Data dan fakta yang relevan serta rileks dalam mendiskusikan setiap topic yang menjadi perbincangan mahasiswa  itu sendiri. Berinteraksi dengan siapa saja tanpa memandang suku, agama, ras, dan  golongan adalah bentuk daripada responsifitas  terhadap globalisasi. Menanamkan nilai-nilai atau paham yang moderat  menjalin relasi dengan siapa saja dalam bingkai yang multikultur. Pandai mencari informasi yang baru untuk kemudian di diskusikan pada sesama mahasiswa. Mahasiswa sebagai penyabet kaum intelektual mesti mampu mengedukasi masyarakat baik ketika bertemu secara langsung maupun dalam bermedia sosial.



KOMENTAR

Nama

1000 Lilin,1,1965,1,3 Tahun,1,9 November,1,Adu Domba,1,Advokat,1,Ahok,1,AHY,1,akbid santa benedicta pontianak,1,Aksi 3 Tahun Jokowi-JK,1,Anak,1,Ananda,1,Anies,1,Anis Baswedan,1,Antikorupsi,1,Artikel,18,Australia,1,Bahasa,1,Bahasa Inggris,3,Bakti Sosial,1,balaikota Jakarta,1,Bengkulu,1,Berbuah,1,Berita,58,Berita. Sumatra Utara,1,Berjuang,2,Berkarya,2,Berubah,1,Bidan,1,Biografi,1,Bitcoin,1,boarding pass,1,Buku,3,Bunuh Diri,2,Candu,1,Candu Pesan,1,Candu Pesan Instan,1,Cerpen,5,Changi,1,Cinta,2,Cipayung,1,Cipayung Plus,1,Cookies and Bakery,1,Cooperative Learning,1,Curhat,1,Deepavali,1,Demokrasi,3,Devide et Impera,1,Diwali,1,DIY,1,Djarot Saiful Hidayat.,1,Dogma,1,Doraemon,1,Dosa,1,DPR,2,Dunia,1,Emas,1,Eris,1,ESDM,1,Fakultas Kehutanan,1,Fase,1,Feminin,1,fenomena,1,Film,2,Film Porno,1,Filsuf,1,Forum Orang Muda Dunia,1,Fotografi,1,Fransiskus,1,Freeport,1,Game,1,Genre Teks,1,Gereja,2,Gubernur,1,Guru,1,HAM,3,Harakiri,1,Harapan,1,Hari Pahlawan,1,Hati Gajah,1,herbal,1,Hindu,1,Hoax,3,HUKUM,1,hutan,1,Hymne,1,Ignasius Jonan,1,Imunitas,1,Indonesia bangkit,2,informasi,2,Introver,1,ISKA,1,Istri,1,Jambi,1,Jepang,1,JK,1,Jokowi,1,Kabupaten Sintang,1,Kalimantan Barat,2,Karakter,1,Katolik,2,Kebosanan,1,Kecanduan,1,Kekerasan Anak,2,Kekerasan Seksual,2,Kelompok Cipayung,2,Keluarga,2,Kemiskinan,1,Kerabat Antropologi,1,Kerja Jaringan,2,Kesepian,1,KMK,1,Kominfo,1,Komunis,1,Konten Negatif,1,Kontribusi,1,Korupsi,4,Koruptor,1,Kostulata,1,Kota,1,KPK,4,Kreatif,1,Kritik Sastra,1,KSN,2,Kufur,1,Kurnia Patma,1,KWI,2,Larantuka,1,Literasi,1,LPDP,1,Luka,2,Lut_q,1,Mahasiswa,2,mahasiswa katolik,1,maliku,1,Maumere,1,MDGs,1,Media online,1,Media Sosial,3,Membaca,6,Menangis,1,Menkominfo,1,Menulis,4,Mesir,1,Milenial,1,Minder,1,Moral Negara,1,Moralitas Negara,1,MPAB,4,Muda,3,Myanmar,1,Nagakeo,1,Nasional,1,Natal,1,Nawa Cita,1,Negro,1,Nilai-nilai,1,NTT,2,Opini,39,Orang Muda,4,Organisasi,4,Ormas,1,Pahlawan,1,Pancasila,2,Papua,1,Partai Politik,1,Passport,1,Patriarkis,1,Paus,1,Pedagang,1,Pelantikan,1,Pelantikan Anggota Baru,1,Pematangsiantar,3,Pembelajaran Kooperatif,1,Pemerintah,1,Pemimpin,1,Pemuda,2,Pemudi,1,Pendidikan,4,Pendidikan Indonesia,2,pengabdian,1,pengamat,1,Penonton,1,Penulis,1,Perang,1,Perbedaan,1,Percaya Diri,1,perkebunan,1,PERPPU,1,Persimpangan,1,Pesan Instan,1,Pewarta,1,Philosophy Award,1,PMKRI,28,PMKRI Bengkulu,1,PMKRI Cabang Bengkulu,1,PMKRI cabang maumere,1,PMKRI Cabang Tondano,1,Politikus,1,Politk,1,Pontianak,1,PPDKS,1,Presiden,1,Pribumi,1,Puisi,5,Pulang Kampung,1,Qiana,1,Radikal,1,Radikalisme,1,Refleksi Sumpah Pemuda,1,Rohingya,2,Romo Prof. DR. Franz Magnis-Suseno,1,Sahabat,1,Sangge-sangge,1,SBY,1,SDGs,1,Sejawat,1,Sekolah,1,serai,1,Simalungun,1,SJ,1,sm3t,1,Sosial,2,Spirit,1,Sriwijaya Air,1,Stadium General,1,Studium Generale,1,Sulawesi Utara,1,Sumpah Pemuda,1,Surat,1,Surat Terbuka,2,Suster,1,Sydney Opera House,1,Taruna Merah Putih,1,Tembok,1,TMP,1,Trip N Vlog,1,TRIP N VLOG #PULANG KAMPUNG,1,UGM,1,UNIPA,1,Universitas pakuan bogor.,1,Universitas Tanjungpura,1,UNJ,1,Urban,1,UU MD3,1,Valentine,1,Vatikan,1,Vatkian,1,Veteran,1,Vox Point,1,wacana,2,wanita,1,Wartawan,1,WiFi,1,World Youth Forum,1,WYF2017,2,YLBHI,1,Yogyakarta,1,
ltr
item
katakanlah: MAHASISWA DALAM MERESPONS ARUS GLOBALISASI
MAHASISWA DALAM MERESPONS ARUS GLOBALISASI
https://1.bp.blogspot.com/-hDENP23DY5Q/Wmlu6hWwGEI/AAAAAAAAAIA/k8YF1mm8NfUnzQQmGlD688u8eI7xaV8lwCLcBGAs/s320/IMG-20180124-WA0020.jpg
https://1.bp.blogspot.com/-hDENP23DY5Q/Wmlu6hWwGEI/AAAAAAAAAIA/k8YF1mm8NfUnzQQmGlD688u8eI7xaV8lwCLcBGAs/s72-c/IMG-20180124-WA0020.jpg
katakanlah
http://www.katakanlah.com/2018/01/mahasiswa-dala-m-merespons-arus.html
http://www.katakanlah.com/
http://www.katakanlah.com/
http://www.katakanlah.com/2018/01/mahasiswa-dala-m-merespons-arus.html
true
8814382905702038148
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All rekomendasi LABEL arsip CARI ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy