MENJADI FEMINIS SEJAK DINI

Gambar dari http://fluentinir.blogspot.com/


Oleh: Carla

Well… sekilas membaca judul di atas pasti anda sedang tertawa karena kesannya agak memaksa dan sifatnya yang mungkin membawa konotasi negative bagi sebagian orang. Ini hal yang biasa, sebelum menerima dan mengadopsi suatu paham semua orang pasti bertanya dan berdebat. Tidak apa-apa, kita hidup di rumah demokrasi. Oke…saya harap anda telah selesai tertawa supaya saya bisa menjelaskan mengapa saya memaksa anda untuk menjadi seorang feminis dan mengapa feminis itu penting sekali bahkan sejak dini. Selama berabad-abad , dunia membagi manusia menjadi dua kelompok dan kemudian menganaktirikan dan menindas salah satunya. Kita harus mengakui hal itu. Bahwa masalahnya bukan soal menjadi manusia, tetapi soal menjadi manusia perempuan. . Laki-laki dan perempuan berbeda. Kita memiliki hormone, organ seksual, serta kemampuan biologis yang berbeda, perempuan dapat mengandung, laki-laki tidak. Laki-laki memiliki lebih banyak testoteron dan umumnya, secara fisik lebih kuat daripada perempuan makanya jangan heran kalo perempuan tidak kuat angkat gallon. Pada dasarnya perjuangan feminis adalah tentang keadilan bagi semua gender. Setiap hari, setiap saat kita mendengar dan melihat bahkan bertanya dimanakah keadilan itu. Dan keadilan yang seringkali dilupakan adalah keadilan tentang gender. Kita telah berevolusi tetapi ide-ide kita tentang gender sama sekali tidak berubah. Oleh sebab itu, menjadi feminis adalah solusinya. Tidak ada paham yang mampu membahas keadilan secara universal kecuali feminism. 

Menjadi feminis bisa terjadi kapan saja dan pada siapa saja baik laki-laki, perempuan atau gender lainnya. Suatu paham akan meradikal jika di pelajari dan diadopsi sejak dini. Kita tahu sendiri bagaimana proses tumbuh dan kembang seorang anak dari kecil hingga dewasa nanti. Dan umur yang dianggap mampu menerima suatu didikan hingga dapat bertahan lama adalah sejak dini yakni sebelum anak memasuki usia remaja. Tak heran banyak orang tua yang mati-matian keluarkan banyak duit untuk keperluan sekolah dan pengembangan skill seorang anak. Oleh sebab itu, menjadi feminis sejak dini merupakan tanggungjawab utama setiap orang tua dan lingkungan dimana seorang anak tinggal dan beradaptasi. Setiap orang tua harus mampu mendidik anaknya tentang hidup menjadi manusia yang seutuhnya tanpa membeda-bedakan tugas dan fungsi setiap gender. Setiap orang tua harus mampu memberikan pemahaman bahwa dogma yang kita anut selama ini adalah salah karena itu adalah budaya patriarki yang menempatkan gender lain pada posisi yang lebih rendah. Setiap orang tua harus mengajarkan anak bahwa Menjadi feminis sejak dini adalah tentang menerbarkan keadilan baik diruang privat maupun diruang public. Orang tua adalah penanggung jawab utama karakter setiap anak yang akan dibentuk nantinya. Untuk membantu setiap orang tua dan setiap orang yang cinta akan paham feminism, saya ada punya  beberapa tips dan trikc yang saya kutip dari bukuNya Chimamanda Ngozi Adichie tentang A Feminist Manifesto (Kita Semua Harus Menjadi Feminis) diantaranya:

Jadilah Manusia Seutuhnya

Hingga pada saat ini, sempatkah anda bertanya pada diri anda sendiri bahwa anda adalah manusia seutuhnya, I mean menjadi manusia laki-laki dan manusia perempuan bukan hanya seorang manusia saja. Pernahkan anda merenung bahwa apakah anda telah memperlakukan gender lain dengan adil dan merata ? ataukah anda telah respect pada diri anda sendiri dan mencintai segala kurang dan lebih diri anda sendiri ? ataukah anda pernah melawan adat istiadat dan budaya demi hak asasi manusia setiap orang ?

No problem. Jika anda belum melakukannya, enjoy your time, masih ada waktu untuk itu. Kita tahu bahwa orang-orang di sekitar kita menggunakan tradisi untuk membenarkan apa pun. Bahwa bekerja dan menjadi ibu tidak mungkin dilakukan bersama. Tolong tolak gagasan itu! Menjadi ibu adalah karunia yang mulia, tetapi jangan mendefinisikan dirimu semata-semata sebagai seorang ibu. Mengasuh anak adalah tentang latihan dan cinta. Mintalah bantuan. Bantuan itu penting. Tidak ada yang namanya perempuan super. Beri dirimu sendiri ruang untuk kegagalan. Namun yang terpenting, biarkan fokusmu tetap manusia yang utuh. Jangan pernah memiliki gagasan untuk melakukan semuanya. Pekerjaan rumah tangga dan pengasuhan haruslah netral gender dan kita seharusnya tidak bertanya apakah seorang wanita dapat melakukan semuanya tetapi bagaimana cara terbaiknya supaya orang tua dapat memungkinkan untuk membagi porsi tugas gandanya di tempat kerja dan di rumah. 

Lakukan Bersama-Sama

Berbagi peran di dalam rumah tangga tidak harus 50:50 tergantung situasi dan kebutuhan masing-masing setiap keluarga. Setara itu tergantung setiap orang tua  bagaimana mereka mengaturnya agar berhasil. Karena ketika ada kesetaraan sejati, kejengkelan akan lenyap. Hidup berumah tangga tidak ada yang namanya meminta bantuan karena sudah seharusnya anda melakukannya. Seperti mengasuh anak, para orang tua yang memilih untuk menghadirkan anak itu ke dunia maka sudah sepantasnya tanggungjwab untuk anak itu sama-sama milik mereka berdua. Kecuali anda seorang ibu tunggal maka melakukannya bersama tidak lagi menjadi pilihan.

Ajari Anak Anda Bahwa Gagasan Tentang “Peran Gender” Itu Omong Kosong Belaka.

Jangan ajari anak anda bahwa ia harus atau tidak boleh melakukan sesuatu karena dia perempuan. Akhir-akhir ini saya seringkali buat status masak di story WA dan ada banyak laki-laki yang komen, katanya; perempuan kalo pintar masak seperti ini pasti mama mantu senang. Itu lucu! Karena kita masih berpikir bahwa memasak adalah semacam tes apakah seorang wanita layak untuk dinikahi. Pengetahuan tentang memasak tidak terinstal dalam tubuh perempuan ketika masih dalam rahim. Ia adalah sesuatu yang dipelajari. Memasak dan pekerjaan rumah tangga lainnya adalah keterampilan hidup yang bisa dimiliki oleh pria dan wanita. Ini juga merupakan keterampilan yang bisa dihindari oleh wanita dan pria. Selain memasak, orang tua sering dihadapkan pada pilihan warna pakaian anak-anak. Pink untuk anak perempuan dan biru untuk anak laki-laki. Untuk para orang tua terkasih, tolong jangan menjadikan ini kebiasaan sehingga anak-anak tidak alergi terhadap warna pink dan biru. Saya pikir yang namanya pakaian fungsinya hanya satu menutupi tubuh kita dan jika ada fungsi yang lain saya rasa salahnya di pemasaran. Anak-anak paling suka diberikan mainan dan orang tua seringkali salah memberikan pengertian pada mainan anak-anak. Mainan yang aktif seperti Mobil, helicopter dan pistol selalu diberikan untuk anak laki-laki. Sedangkan mainan yang pasif seperti boneka dan masak-masak identik dengan perempuan. Please dehhh, jangan membatasi ruang imajinasi anak dalam memilih permainan. Berikan mereka kebebasan untuk memilih mainan mana yang mereka inginkan karena dengan begitu orang tua bisa tahu dimana kelebihan dan kekurangan seorang anak. Anda dan saya pasti pernah bertemu seorang perempuan yang berperilaku seperti anak laki-laki yang menyukai sepak bola dan benci memakai gaun dan sebagai orang tua anda tidak perlu mengubahnya menjadi seorang gadis karena perilaku yang mirip anak laki-laki itu sebenarnya adalah perilaku dirinya yang sejati. Jangan pernah memperlakukan anak perempuan dan laki-laki secara berbeda. Berikan mereka ruang dan aturan yang sama. Ajarkan mereka kemandirian. Katakan padanya bahwa penting untuk bisa melakukan berbagai hal bagi dirinya sendiri, dan berjuang untuk dirinya sendiri. Kita terlalu cepat menganggap bahwa anak perempuan tidak bisa melakukan banyak hal. Biarkan dia mencoba. Belikan ia mainan seperti mobil atau kereta dan boneka juga, kalau ia mau.

Waspadai Bahaya Dari Apa Yang Disebut Feminism Lite

Ini adalah gagasan tentang kesetaraan perempuan bersyarat. Tolong tolak ini sepenuhnya. Feminism lite menggunakan analogi seperti ini “dia adalah kepala dan anda adalah leher” atau “ dia sedang mengemudi dan anda sedang duduk di kursi depan. Gagasan yang lebih meresahkan dalam feminism lite adalah bahwa laki-laki secara alami unggul tetapi diharapkan untuk memperlakukan perempuan dengan baik. Tidak. Tidak. Harus ada lebih dari sekedar kebajikan laki-laki sebagai dasar kesejahteraan perempuan. Feminism lite menggunakan bahasa mengizinkan atau membiarkan. Izin adalah kata yang meresahkan. Izin adalah soal kekuatan. Anda  akan sering mendengar orang berkata “ biarkan wanita itu melakukan apa yang dia inginkan selama suaminya mengizinkan. Seorang suami bukan kepala sekolah, seorang istri bukan seorang murid sekolah. Meminta izin dan mengizinkan bukan bahasa pernikahan yang setara. 

Tapi inilah kebenaran yang menyedihkan: dunia kita penuh dengan pria dan wanita yang tidak menyukai wanita tangguh. Kita telah dikondisikan sedemikian rupa untuk menganggap kuasa adalah milik pria, sehingga wanita yang tangguh adalah penyimpangan. Kita menilai wanita tangguh dengan lebih tajam daripada saat menilai seorang pria tangguh. Dan feminism lite memungkinkan semua itu terjadi.

Ajari Anak Anda untuk membaca

Anda tidak mungkin mengetahui kebenaran yang sesungguhnya jika anda tidak membaca. Membaca adalah suatu proses untuk mencari tahu. Ajari anak anda untuk mencintai buku dengan cara memberikannya contoh. Di kampung, saya punya rak buku yang saya buat sendiri dan ketika saya mulai membaca buku, adik saya selalu mendekati saya dan mulai ikut membaca kata-perkata. Dan saya senang melakukannya. 

Jika anak anda tidak pergi ke sekolah, dan hanya membaca buku bisa dibilang dia akan menjadi anak yang lebih berpendidikan ketimbang mereka yang pergi ke sekolah konvensional. Buku akan membantu mereka memahami dan mempertanyakan dunia, membantunya mengekspresikan diri dan membantunya dalam hal apa pun yang dia inginkan. Jika dengan contoh gagal, bayar dia untuk bisa membaca. Beri dia hadiah. Upaya yang mahal, tetapi investasi yang layak.

Ajari Anak Anda Untuk Mempertanyakan Bahasa

Bahasa adalah gudang prasangka kita, keyakinan kita, asumsi kita. Tetapi untuk mengajarinya, anda sendiri harus mempertanyakan bahasamu sendiri. Jadi putuskan sendiri hal-hal yang tidak akan anda katakana kepadanya. Karena apa yang anda ucapkan kepadanya itu penting. Itu mengajarinya apa yang seharusnya ia hargai. Misalnya membicarakan pernikahan. Anda tidak harus mengajarkan pernikahan kepada anak gadis anda sebagai sesuatu yang dicita-citakan. Ajari dia untuk mengajukan pertanyaan seperti: apa saja hal-hal yang tidak bisa dilakukan perempuan karena dia perempuan? Apakah hal ini berkaitan dengan gengsi budaya? Jika demikian, mengapa hanya para lelaki yang diperbolehkan melakukan hal-hal yang memiliki gengsi budaya? Akan sangat membantu jika disertai dengan contoh. Tunjukan padanya betapa salahnya jika seorang pria yang menabrak mobilmu, keluar dan menyuruhmu pergi untuk membawa suamimu karena dia tidak mau berurusan dengan seorang wanita. Anda juga harus mengajarinya untuk mempertanyakan gagasan bahwa perempuan adalah spesies khusus. Beritahu mereka bahwa wanita tidak perlu diperjuangkan dan dihormati: mereka hanya perlu diperlakukan sebagai manusia yang setara. 

Jangan Mengatakan Padanya Bahwa Pernikahan Adalah Sebuah Pencapaian

Pernikahan bukan sebuah prestasi, juga bukan apa yang harus dicita-citakan. Pernikahan bisa membahagiakan bisa juga tidak, tetapi yang jelas itu bukan prestasi.

Sejak dini kita telah mendidik anak gadis kita untuk mencita-citakan pernikahan, tapi kita tidak pernah melakukan ini pada anak laki-laki dengan cara yang sama, artinya sedari awal sudah tidak ada keseimbangan yang mengerikan. Gadis-gadis akan tumbuh menjadi wanita yang sibuk memikirkan pernikah. Tidak salah, saat ini banyak sekali terjadi kekerasan seksual dan KDRT. Sedangkan anak laki-laki akan tumbuh menjadi pria yang santai saja soal pernikahan. Akhirnya para wanita menikahi pria itu yang sedari awal sudah tidak ada keseimbangan soal nilai pernikahan yang dianut. Apalagi setelah menikah seorang wanita harus menambah dan mengubah nama belakangnya mengikuti nama belakang suami begitu juga dengan sang anak. Menurutmu, barapa banyak pria yang bersedia mengubah nama untuk menikah ? akan lebih baik jika setiap pasangan yang menikah harus memakai nama yang sama sekali baru, terserah mau nama apa asal keduanya sepakat.

Baca juga: SIAPA TAKUT JADI LAKI-LAKI FEMINIS

Ajari Anak Anda Untuk Menolak Disukai

Jangan melakukan sesuatu agar disukai oleh orang lain. lakukan itu semata-mata untuk dirimu sendiri dan akan rasa kemanusiaan yang setara satu sama lain. jangan pernah mengajarkan anak-anakmu untuk menjadi disukai, menjadi baik, menjadi palsu. Ini berbahaya. Ini adalah konsekuensi bencana dari menjdi disukai. Kita melakukan segala sesuatu yang dipikirkan orang lain agar kita disukai oleh mereka. Bukankah ini aneh dan ganjil, berusaha menyenangkan orang lain walau kita sendiri tidak menyukainya. Daripada mengajarkan anakmu untuk disukai lebih baik anda mengajarkan mereka untuk menjadi pribadi yang jujur dan baik. Tunjukan padanya bahwa ia tidak perlu disukai oleh semua orang. Katakan padanya bahwa jika seseorang tidak menyukainya, akan ada orang lain yang akan menyukainya. Ajari dia bahwa ia bukanlah objek untuk disukai atau tidak disukai. tetapi juga subjek yang bisa menyukai dan tidak menyukai. 

Berikan Dia Rasa Identitas

Ajari anak anda untuk mengenal dan mencintai budayanya. Ajari dia untuk merangkul budaya yang baik dan menolak bagian-bagian yang tidak baik. Anda bisa menjelaskan kepadanya bahwa budaya kami sangat bagus karena menghargai komunitas, konsesnsus, kerja keras, bahasa dan peribahasanya juga indah dan penuh kebijaksanaan. Tetapi budaya kami juga mengajarkan bahwa perempuan tidak dapat melakukan hal-hal tertentu karena ia perempuan dan itu salah. Ajarkan ia bahwa uang memang penting, karena uang berarti kemandirian, tetapi anda tidak boleh menilai orang berdasarkan siapa yang punya uang dan siapa yang tidak. Ajarkan ia untuk mencintai kecantikan yang abadi dan mencintai warna kulitnya supaya ia tidak tumbuh dengan potret-potret kecantikan dan kepandaian warna kulit orang lain. ajari dia juga untuk bangga akan sejarah bangsanya sendiri. Temukan pahlawan-pahlawannya sendiri baik perempuan maupun laki-laki. Ajarkan dia bahwa pembantu rumah tangga adalah manusia yang sama seperti dirinya. Ajarkan dia supaya selalu ramah dan menyapa sopirnya. Ajarkan dia tentang budaya menghargai orang yang lebih tua darinya. .

Berhati-hatilah Tentang Bagaimana Anda Terlibat Dengannya Dan Cara Ia Berpenampilan. 

Dorong anak anda supaya ia ikut berolahraga. Ajari ia untuk aktif secara fisik. Berjalan-jalanlah dengannya. Bermain tenis, sepak bola, tenis meja. Segala jenis olahraga. Karena ini penting, bukan hanya untuk kesehatan, tetapi itu akan membantunya untuk mengatasi rasa ketidakamanan citra tubuhnya yang telah didesakkan oleh masyarakat kita pada perempuan. Jika ia menyukai riasan, biarkan ia memakainya, jika ia suka fashion, biarkan dia memakai apapuan. Jangan berpikir bahwa membesarkan seorang feminis berarti memaksanya untuk menolak feminitas. Feminisme dan feminitas tidak saling berpisah. Hanya misogini yang mengatakan begitu. Satu hal lagi, pria yang berpakaian bagus selalu dianggap pria yang cerdas, berbakat, dan serius. Sementara wanita yang berpakaian bagus selalu dianggap dangkal. Jangan pernah mengaitkan penampilan dengan moralitas. Jangan pernah memberitahunya bahwa rok pendek adalah pakaian tak bermoral. Buatlah pakaian adalah selera, dan daya tarik, bukan moralitas. Jika anda tidak menyukai gaun itu jangan pernah mengatakan kepadanya bahwa ia terlihat seperti pelacur atau gaun itu tidak bermoral. Karena pakaian sama sekali tak ada kaitannya dengan moralitas. Berikan ia pemahaman bahwa wanita putih dan langsing itu cantik dan wanita yang tidak langsing dan putih juga cantik. Biarkan dia tahu bahwa banyak sekali budaya dan individu yang menganggap cantik dengan cara yang berbeda. 

Ajari Dia Untuk Mempertanyakan Penggunaan Biologi Selektif Budaya Kita Yang Dijadikan Alasan Untuk Norma-Norma Social.

Kita sering menggunakan biologi untuk menjelaskan hak istimewa yang dimiliki pria, alasan paling umum adalah superioritas fisik pria. Tentu saja benar bahwa secara umum pria memiliki fisik yang lebih kuat daripada wanita. Tetapi jika kita benar-benar bergantung pada biologi sebagai akar norma social, maka lebih masuk akal bahwa seorang anak yang lahir sudah pasti orang tua biologisnya adalah sang ibu karena kita tahu siapa ayahnya karena sang ibu yang memberitahu. Untuk itu ajarkan anak anda bahwa biologi adalah subjek yang menarik dan memesona, tetapi ia tidak boleh menerimanya sebagai pembenaran atas norma social apa pun. Karena norma social diciptakan oleh manusia, dan tidak ada norma social yang tidak dapat diubah.

Bicaralah Dengannya Tentang Seks

Mulailah sejak dini. Memang sedikit canggung, tapi itu perlu. Jangan berpura-pura bahwa seks hanyalah tindakan reproduksi yang dikendalikan, atau tindakan yang dilakukan hanya dalam pernikahan, karena itu tidak jujur. Katakana padanya bahwa ia harus menunggu sampai dewasa dulu baru berhubungan seks. Dan jika dia benar-benar tidak bisa menunggu, pastikan bahwa dia mengatakannya padamu. Banyak budaya dan agama mengendalikan tubuh wanita dengan satu atau lain cara. Jika pembenaran untuk mengendalikan tubuh wanita adalah tentang wanita itu sendiri, maka itu bisa dimengerti. Jika tubuh wanita harus ditutupi untuk melindungi mata para pria. Ini sungguh tidak manusiawi, karena menganggap wanita seolah-olah adalah alat peraga yang digunakan untuk mengatur nafsu pria. Soal rasa malu, jangam pernah menghubungkan seksualitas dengan rasa malu. Jangan pernah menjadikan keperawanan sebagai fokus. Setiap obrolan tentang keperawanan selalu saja menjadi obrolan tentang rasa malu. Ajari dia untuk menolak keterkaitan antar rasa malu dan biologi wanita.  Mengapa kita dibesarkan untuk berbicara dengan nada rendah soal menstruasi ? mengapa harus malu ketika darah menstruasi kita menodai rok ? menstruasi bukan hal yang memalukan. Menstruasi adalah normal dan alami, dan spesies manusia tidak aka nada disini jika tidak ada menstruasi.

Percintaan Akan Terjadi, Jadi Ikutilah Prosesnya

Ajari anak anda bahwa mencintai bukan hanya soal memberi tapi juga menerima. Lalu soal wanita yang meratapi pria yang menjanjikannya pernikahan namun kemudia malah menghilng, bukankah aneh, di sebagian besar dunia ini wanita umumnya tidak bisa melamar? Pernikahan adalah langkah besar dalam hidupmu, tetapi anda tidak bisa mengambil alih tanggungjawab itu, semua tergantung pria. Ajari anak anda bahwa menyediakan uang bukan peran suami. Dalam hubungan yang sehat, siapapun yang mampu menghasilkan uang maka ia yang akan menyediakan uang.

Ketika Mengajarinya Tentang Penindasan Berhati-Hatilah Agar Orang Yang Tertindas Tidak Menjadi Orang Suci.

Kesalehan bukan prasyarat untuk martabat. Orang-orang yang tidak baik dan tidak jujur tetap manusia, dan masih layak mendapatkan martabat. Dalam wacana seputar gender, perempuan diharuskan secara moral lebih baik daripada laki-laki. Mereka tidak harus seperti itu. Perempuan adalah manusia, sama seperti pria. Kebaikan perempuan sama normalnya dengan keburukan perempuan. Dan ada banyak perempuan di dunia yang tidak menyukai perempuan lainnya. Misogini perempuan itu ada, dan untuk menghindarinya adalah dengan tidak menciptakan peluang yang tidak perlu bagi anti feminis untuk mencoba mendiskreditkan feminism. Seorang wanita yang mengaku tidak feminis melemahkan pentingnya feminism. Yang ada hanya akan memperlihatkan keberhasilan patriarki. Ini juga menunjukan bahwa tidak semua wanita adalah feminis, dan tidak semua laki-laki adalah misoginis.

Ajari Dia Soal Perbedaan

Buat perbedaan menjadi hal biasa baginya. Buat perbedaan menjadi sesuatu yang normal. Ajari ia untuk tidak memberikan nilai pada perbedaan. Bukan untuk menjadi adil atau baik, hanya untuk menjadi manusia dan  praktis. Karena perbedaan adalah realitas dunia kita. Dengan mengajarinya perbedaan, anda melengkapi dirinya untuk bertahan hidup di dunia yang beragam ini. Ajari dia bahwa kita tidak tahu segala sesuatu tentang kehidupan. Baik agama maupun sains memiliki ruang-ruang untuk hal-hal yang tidak kita ketahui, dan kita harus berdamai dengan hal itu. Ajari dia bahwa standarnya hanya untuk dirinya sendiri dan bukan untuk orang lain. ini adalah satu-satunya bentuk kerendahan hati yang diperlukan: kesadaran bahwa perbedaan itu normal. Katakana padanya bahwa beberapa orang adalah gay dan beberapa tidak. Seorang anak bisa memiliki dua ayah dan dua ibu dan itu normal. Beritahu dia bahwa beberapa orang pergi ke masjid, dan yang ke gereja, yang lain pergi beribadah ke tempat-tempat yang berbeda dan yang lain tidak beribadah sama sekali.

Apakah kau pusing setelah membaca semua ini? maaf. Lain kali jangan bertanya padaku tentang bagaimana cara membesarkan anak supaya menjadi feminis.


Sumber: Chimamanda Ngozi Adichie, A Feminist Manifesto (Kita semua harus menjadi Feminis).

KOMENTAR

Ads

Nama

.id - Jejak Pencarian,4,#fempop,1,1000 Lilin,1,11TahunKompasiana,1,1965,1,1998,1,2018,1,2019,3,3 Tahun,1,4 Pilar MPR-RI,1,9 November,1,Ad Hominem,1,Adu Domba,1,Advokasi,2,Advokat,1,Agama,1,Agraria,1,Ahok,1,AHY,1,Aibon,1,akbid santa benedicta pontianak,1,Aksi,1,Aksi 3 Tahun Jokowi-JK,1,Aktivis Muda Katolik,1,Alfon Hutabarat,2,Alfred,1,Alfredo,1,Alfredo Pance Saragih,1,Aliansi Mahasiswa Siantar Simalungun (AMSS),3,Almamater,1,Alumni,1,Amorphophallus gigas,1,Amorphophallus paeoniifolius,1,Amorphophallus prainii,1,Amorphophllus titanumn Ades Galingging,1,AMSB,1,Anak,2,Ananda,1,Ancaman Pemilu,1,Andalas,1,Andreas Saragih,1,Anies,1,Anis Baswedan,1,Antikorupsi,1,Aquaman,1,Aquaponik,1,Araceae,1,Argentina,1,Artikel,51,Asian Games,1,Asrida Sigiro,1,Asuransi Jiwa Kresna,1,Australia,1,Bahasa,1,Bahasa Inggris,6,Bakti Sosial,1,balaikota Jakarta,1,Bapa Kami,1,Bedah Buku,1,Beijing,1,Belajar,1,Belajar Online,1,Bengkulu,1,Berbuah,1,Berita,197,Berita Sumatera Utara,8,Berita. Sumatra Utara,2,Berjuang,2,Berkarya,2,Bersumpah,1,Berubah,2,Beruntung,1,BeyondBlogging,1,Bhinneka Tunggal Ika,1,Bidan,1,Bintang Emon,1,Biografi,1,Bisnis,1,Bisnis Masa Kini,1,Bitcoin,1,Black Panther,1,Black Pather,1,boarding pass,1,BOM Makassar,2,Budi Mulia,1,Budi Purba,1,Bukopin,1,Buku,6,Bully,1,Bumi,1,Bumi Manusia,1,BUMN,2,Bunga Bangkai,1,Bunuh Diri,2,Bupati Simalungun,1,Buruh,1,Cacat Nalar,1,cadar,1,Camping Rohani,2,Candu,1,Candu Pesan,1,Candu Pesan Instan,1,Capres,1,Carla,2,Carla Makay,2,Catatan,2,Catatan Akhir Tahun,1,Cawapres,1,Cerita,1,Cerpen,7,Cewek,1,Changi,1,chatting,1,Cinta,3,Cipayung,8,Cipayung Plus,2,cipayungpluskendari,1,Cipta Kerja,3,Cookies and Bakery,1,Cooperative Learning,1,Corona,1,Corona Virus,4,Cosmas Batubara,1,COVID-19,25,CPNS,1,CR7,1,Crazy Rich Asians,1,Creative Minority,1,Curhat,1,da Lopez,1,Dakwah,1,Danau Toba,2,Dara. Kathulistiwa,1,Daring,2,Data,1,Deepavali,1,Deklarasi,2,Demokrasi,5,Demokrat,1,Desa,1,Desa Dampingan,1,Devide et Impera,1,Dewi,1,Di Jakarta Tuhan Diburu dan Dibunuh,1,Dicky,1,Dies Natalis PMKRI,1,digital,1,Dilan,2,Dion Dhima,1,Disinfekatan,1,Diskusi Publik,2,Disrupsi,1,Ditolak,1,Diwali,1,DIY,1,Djarot Saiful Hidayat.,1,DKJ,1,Doa,1,Dogma,1,Dolokmarlawan,1,Donor Darah,1,Doraemon,1,Dosa,1,DPC PMKRI Jakarta Pusat,1,DPD RI,1,DPR,2,DPRD Kota Pematangsiantar,1,Drama,1,Dunia,1,Duterte,1,Dwi,1,Ekaristi,2,Elit,1,Emas,1,Eris,1,ESDM,1,Esron,3,Essai,3,Fakfak,1,Fakultas Kehutanan,1,Fandis,1,Fase,1,Felix,1,Felix Nesi,2,Feminin,1,Feminis,3,Feminism,2,fenomena,1,Ferdian,1,FIFA World Cup 2018,1,Film,3,Film Porno,1,Filsuf,1,Finansial,1,Forman,2,Forum Orang Muda Dunia,1,Fotografi,1,Fransiskus,1,Fratelli Tutti,1,Freeport,1,Frengki Simamora,2,Friska Sitorus,2,Fun Walk,1,G30S PKI,1,Gading,1,Galang Dana,1,Game,1,Garuda,1,Gaya Hidup,1,Gender,1,Genre Teks,1,Gereja,2,Germahi,1,Gilbert Lumoindong,1,GMKI,7,GMNI,4,Goethe-Institut Indonesien,1,Gubernur,1,Gunungsitoli,1,Guru,2,Hak Asasi Manusia,2,HAM,4,Harakiri,1,Harapan,1,Hari,1,Hari Bumi,1,Hari guru,1,Hari Kemerdekaan,1,Hari Pahlawan,1,Hati Gajah,1,Hebei,1,Hegemoni,1,Hendra Sinurat,1,Henry Golding,1,herbal,1,Himpunan Pemuda dan Mahasiswa Nias,1,Hinca Pandjaitan,1,Hindu,1,HMI,1,hoaks,2,Hoax,3,Holiday,1,Hong Kong,1,HUKUM,2,Human Rights,1,Human Trafficking,1,Hungary,1,HUT RI,1,hutan,2,Hymne,1,ID42NER,1,Ignasius Jonan,1,Ignatius Pati Ola,1,IKASANTRI,1,IMPD,1,Imunitas,1,Indonesia,1,Indonesia bangkit,2,informasi,2,Internet,4,Introver,1,Investasi,1,IPB,2,ISKA,1,Istirahat,1,Istri,1,Jakarta Pusat,1,Jambi,1,Jarot Winarno,1,Jaya,2,Jenazah,1,Jepang,1,Jimly Institute,1,JK,1,Joker,1,Jokowi,4,Jomblo,1,Jurnalis,1,Kabupaten Sintang,1,Kalbar,1,Kalimantan Barat,2,Kampanye Sosial,1,Kampus,1,Kampus GIHON,1,Karakter,1,Kartini,1,kasih,1,Katakanlah,1,Katolik,7,Kawin Tangkap,1,keadilan,2,Kebangsaan,1,Kebebasan Berpendapat,1,Kebosanan,1,Kecanduan,1,Kecelakaan Pesawat,1,Kejagung,1,Kejaksaan Negeri Sinatar,1,Kekerasan Anak,2,Kekerasan Polisi,1,Kekerasan Seksual,2,Kekristenan,1,Kelompok Cipayung,2,Keluarga,3,Kemeristekdikti,1,Kemiskinan,1,Kendari,1,Kepemimpinan,1,Keperawanan,1,Kepercayaan,1,Kerabat Antropologi,1,Kerja Jaringan,2,Kesehatan,1,Kesepian,1,Keuskupan Agung Medan,1,Kita Indonesia,2,Kita_Indonesia,1,Kitabisa,1,KKNT,1,KMDA,1,KMDM,5,KMDM.,1,KMK,1,KMK USI,1,KNPI,2,KNPI Siantar,2,Komda III,2,KOMDA SUMBAGUT,2,Kominfo,1,Kompas,1,Kompasiana,1,Komunitas,1,Konferensi Studi Nasional,1,Konflik,1,Konsensus,1,Konsumtif,1,Konten Negatif,1,Kontribusi,1,Korupsi,8,Koruptor,1,Kostulata,1,Kota,1,Kota Pematangsiantar,2,KPK,9,KPKR,1,Kreatif,1,Kriminalisasi,1,Kristen,1,Kritik Sastra,6,KSA,1,KSN,3,KSR,2,KTD,1,Kuala Namu,1,Kufur,1,KUPIKIR,2,Kurnia Patma,2,KWI,2,Lamada,1,Larantuka,1,Laudato Si',1,LDK,1,LDKM,1,Lem Aibon,1,Lince Sipayung,1,Lingko Ammi,1,Lingkungan,1,Liovina,1,Literasi,3,LKK,1,Lockdown,1,Logical Fallacy,1,Lomba,1,Lomba Cipta Opini,1,Low Budget,1,LPDP,2,LPPM Unand,1,LQ Indonesia Lawfirm,1,Luka,2,Lukisan,1,Lut_q,1,MABIM,2,Madura,1,Mahasiswa,8,mahasiswa katolik,1,maliku,1,Maluku,1,Manusia-manusia tidak berguna,1,Margasiswa,1,Mario,1,Maritim,1,Marz,1,Masa Bimbingan,1,Masyarakat Adat,5,Maumere,1,MDGs,1,Medan,1,Media online,1,Media Sosial,3,Membaca,6,Meme,1,Menangis,1,Mengajar,1,menghapal,1,Menkominfo,1,Menkopolhukam,1,Menpora,1,Menristekdikti,1,Menulis,7,Mesir,1,Messi,1,Messiah,1,MHR,1,Migran,1,Milea,1,Milenial,2,Millennial,1,Minder,1,Mohctar Lubis,1,Moral Negara,1,Moralitas Negara,1,Mother Earth,1,MPA,1,MPAB,8,MPR,1,Muda,5,Myanmar,1,Nagakeo,1,Napza,1,Narkoba,1,Nasional,1,Natal,3,Nawa Cita,1,New Normal,2,Ngiler,1,Nias,3,Nilai,1,Nilai-nilai,1,Noam Chomsky.,1,Nommensen,1,Novel,1,Novel Baswedan,1,NTB,1,NTT,4,Nyai Ontosoroh,1,OJK,1,Ombibus Law,1,OMK,1,Omnibus Law,4,Opening Ceremony,1,Opini,111,Orang Miskin,1,Orang Muda,4,Orang Tua,1,Organisasi,4,Ormas,1,OrmasKatolikSultra,1,Pacaran,1,Padang,1,Pagi Bening,1,Pahlawan,3,Palopo,1,Pancasila,4,Pandemi,5,Papua,6,Parapat,1,Partai Politik,1,Passport,1,Patriarkis,1,Paus,1,Paus Fransiskus,2,PDKS,1,Pedagang,1,Pedidikan Indonesia,1,Pejuang,1,Pelaka,1,Pelantikan,3,Pelantikan Anggota Baru,1,Pelatihan jurnalistik,3,Peluang,1,Pemahaman,1,Pematangsiantar,13,Pematangsiantar.,2,Pembelajaran,2,Pembelajaran Kooperatif,1,Pemberantasan,1,Pemerintah,2,Pemilu,1,Pemimpin,2,Pemko pematangsiantar,2,Pemuda,5,Pemuda Milenial,1,Pemudi,1,Pencemaran Nama Baik,1,Pendidikan,9,Pendidikan Formal,1,Pendidikan Indonesia,2,pengabdian,1,pengamat,1,Pengantar,1,Penghinaan,1,Penjajahan,1,Penonton,1,Penulis,1,Penyalahgunaan Internet,1,Peradaban,1,Perang,1,Perbedaan,1,Percaya Diri,1,Perempuan,3,Perguruan Tinggi,1,Perjuangan,2,perkebunan,1,PERPPU,2,Persepuluhan,1,Persimpangan,1,Pertanian Berkelanjutan,1,Pesan Instan,1,Pesawat,1,Pewarta,1,Philosophy Award,1,Pidana,1,PIDATO,1,Pidato Presiden,1,Pilkada,5,Pilkada Samosir,1,Pilpres,1,PKB,1,PMII,1,PMKRI,89,PMKRI Bengkulu,2,PMKRI Cab. Palopo,1,PMKRI Cab. Pematangsiantar,5,PMKRI CAB.PEMATANGSIANTAR,8,PMKRI Cabang Bengkulu,1,PMKRI Cabang Kupang,1,PMKRI cabang maumere,1,PMKRI cabang Pematangsiantar,3,PMKRI Cabang Tanah Karo,1,PMKRI Cabang Tondano,1,PMKRI Cabang Yogyakarta,1,PMKRI Kendari,2,PMKRI Manokwari,1,PMKRI Pematangsiantar,7,PMKRI Ruteng,1,Politik,1,Politikus,1,Politisasi Agama,1,Politk,1,Pontianak,2,Pop,1,Portugal,1,PPDKS,1,Prabowo,1,Practice,1,Prancis,1,Presiden,1,Pribumi,1,PSI,1,psikologi,1,PUan Maharani,1,Puisi,27,Pulang,2,Pulang Kampung,1,Qiana,1,Quilt,1,R. Wahyu Handoko,1,Radikal,1,Radikalisme,3,RAKERCAB,1,Ranperda,1,Rasisme,2,Refleksi,3,Refleksi Sumpah Pemuda,1,Reformasi,1,Regenerasi,1,Reijefki Irlastua,1,Represif,1,Resesi,1,retreat,1,retret,1,Reuni,1,Review Buku,2,Revisi UU KPK,2,Riview,1,Robertus Dagul,1,Rohingya,2,Romantisme,1,Romo Prof. DR. Franz Magnis-Suseno,1,Ronaldo,1,RUACC,1,Ruang Publik,1,Sahabat,1,Samuel Manurung,1,Sangge-sangge,1,Santri,1,SBY,1,SDA,1,SDGs,1,SDM,1,SDN Nggoang,1,Sejarah,1,Sejawat,1,Sekolah,2,Seks,1,Selvi,1,Seminar Nasional,3,Seni,1,Sensory Ethnography,1,serai,1,Sesat Pikir,1,Shelter,1,SiaranPersKemenristekdikti,1,sibuk,1,Sihaporas,2,Simalungun,3,Sinetron,1,Sintang,1,SJ,1,SLB,1,sm3t,1,Sosdodihardjo,1,Sosial,3,Spirit,1,Sriwijaya Air,1,Stadium General,1,Studium Generale,1,Study Tour,1,Study Tour Ke Tiongkok,1,Suara Kecil Rakyat,1,Sukses,1,Sulawesi Utara,1,Sumatera Barat.,1,Sumatera Utara,1,Sumatera Utara.,1,Sumba,1,Sumpah,1,Sumpah Pemuda,2,Surat,2,Surat Terbuka,2,Surya Tjandra,1,Suster,1,Sydney Opera House,1,Taiwan,1,Taruna Merah Putih,1,Teater Arsip,1,Teater Kecil,1,Teknologi,1,Tembok,1,Temu Pemuda Lintas Iman Kalbar,1,TEPELIMA,1,Thomas,1,Tiga,1,TIM,2,Tiongkok,1,TKA,1,TMP,1,Toleransi,2,Tomson,5,Tomson Sabungan Silalahi,8,Transformasi,2,Tri Hari Suci,1,Trip N Vlog,1,TRIP N VLOG #PULANG KAMPUNG,1,Tungku Batu,1,UGM,1,UKT,1,UMKM,1,UNIPA,1,Universitas HKBP Nommensen,1,Universitas pakuan bogor.,1,Universitas Simalungun,1,Universitas Tanjungpura,1,UNJ,1,Urban,1,Uruguay,1,UU Cipta Kerja,1,UU MD3,1,Valentine,3,Vatikan,2,Vatkian,1,Veteran,1,Vian,1,Visi,1,vocabularies,1,Vokasi,1,Vox Point,1,wacana,2,Walikota,1,walikota pematangsiantar,1,wanita,1,War On Drugs,1,Wartawan,1,Wewowo,1,whatsapp,1,Who Am I?,1,WiFi,1,Winda Astari,1,World Youth Forum,1,WYF2017,2,Yesus,2,YLBHI,1,Yogen,7,Yogen Sogen,2,Yogyakarta,1,Young Entrepreneurship,1,YouTuber,1,Zaman Now,1,
ltr
item
katakanlah: MENJADI FEMINIS SEJAK DINI
MENJADI FEMINIS SEJAK DINI
Ajari anak anda bahwa mencintai bukan hanya soal memberi tapi juga menerima. Lalu soal wanita yang meratapi pria yang menjanjikannya pernikahan namun
https://1.bp.blogspot.com/-AklpGMNs6to/XzeO7gx9aSI/AAAAAAAACu0/rHd8oUQGhj8K6MC7WFVnJpU4YmBWLct5wCLcBGAsYHQ/w640-h409/Gender%2BIneguality.jpg
https://1.bp.blogspot.com/-AklpGMNs6to/XzeO7gx9aSI/AAAAAAAACu0/rHd8oUQGhj8K6MC7WFVnJpU4YmBWLct5wCLcBGAsYHQ/s72-w640-c-h409/Gender%2BIneguality.jpg
katakanlah
http://www.katakanlah.com/2020/08/menjadi-feminis-sejak-dini.html
http://www.katakanlah.com/
http://www.katakanlah.com/
http://www.katakanlah.com/2020/08/menjadi-feminis-sejak-dini.html
true
8814382905702038148
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All rekomendasi LABEL arsip CARI ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy