Sosok Kartini (Perempuan) yang Inspiratif di Era Digital


Oleh: Asrida Sigiro*

Hari Kartini tidak akan pernah dapat dipisahkan dengan Ibu Kartini. Sosok perempuan yang menjadi alasan lahirnya hari Kartini yang telah ditetapkan menjadi salah satu hari nasional di Indonesia oleh Presiden Ir. Soekarno. Adanya hari Kartini sebagai bentuk rasa cinta dan hormat atas jasa-jasa yang telah dilakukan oleh beliau semasa hidupnya. Ibu Kartini yang memiliki nama lengkap, Raden Adjeng Kartini, lahir di Jepara, Hindia Belanda, 21 April 1879 dan meninggal di Rembang, Hindia Belanda, 17 September 1904 dengan tutup usia masih muda pada umur 25 tahun. Ibu Kartini adalah seorang tokoh Jawa dan Pahlawan Nasional Indonesia. Kartini dikenal sebagai pelopor kebangkitan perempuan pribumi.

Semasa hidupnya dihabiskan dengan memperjuangkan dan memikirkan hak-hak sosial wanita pribumi pada saat itu. Kartini sadar bahwasannya sesama manusia itu status sosial atau derajatnya itu sama baik laki-laki maupun wanita. Semuanya mendapatkan hak sosial yang sama bukan seperti timbangan yang berat di salah satu sisi saja, melainkan harus benar-benar seimbang.

Habis Gelap Terbitlah Terang adalah buku kumpulan surat yang ditulis oleh Kartini. Kumpulan surat tersebut dibukukan oleh J.H. Abendanon dengan judul Door Duisternis Tot Licht yang arti harfiahnya 'Dari Kegelapan Menuju Cahaya'. Kalimat habis gelap terbitlah terang, mengungkapkan bahwa setiap manusia akan mengalami masa-masa sulit, tetapi juga akan merasakan masa-masa membahagiakan. Kalimat ini mengingatkan bahwa kita tidak perlu sedih dalam keadaan apapun yang kita alami, karena 'Badai pasti berlalu'. Terkait dengan anak muda sekarang, biasa disebut anak kekinian atau kids zaman now yang seringkali dilanda kegalauan, seperti Jomlo galau, diputusi pacar galau, diberi harapan palsu galau, dan lain sebagainya. 

Sosok Kartini merupakan seorang yang lahir dan besar dari keluarga bangsawan, yang membuat dirinya mendapatkan akses mengenyam dunia pendidikan lebih baik daripada wanita pribumi pada kala itu. Beliau bersekolah di Europese Lagere School (ELS) dari sekolah inilah Kartini belajar dan fasih dalam berbahasa Belanda. Berbekal fasih dalam berbahasa Belanda, Kartini mulai menulis dan bertukar surat kepada teman-teman wanita Belanda yang dia kenal salah satunya bernama Abendanon. Melalui surat-surat itulah pemikiran merdeka Kartini akan kaum wanita pribumi dituangkan dan dibaca oleh Abendanon, yang sangat kagum dan setuju dengan pemikiran-pemikiran Kartini.

Semakin dewasa usia Kartini, semakin matang juga pola pikirnya. Dia sadar, untuk mengubah status sosial wanita pribumi, hal pertama yang harus dilakukan adalah mendidik wanita pribumi dengan baik. Dengan didikan yang baik akan melahirkan pemikiran dan kesadaran akan pentingnya kesetaraan sosial di antara wanita dan laki- laki.

Untuk mewujudkan hal itu, Kartini mendirikan sebuah sekolah di Jepara pada tahun 1903. Dimana sekolah tersebut dibangun dengan tujuan yang khusus, yaitu untuk mendidik para wanita pribumi yang ada di tanah Jawa. Usia Kartini dalam memperjuangkan hak-hak sosial wanita tidaklah lama, di usianya yang ke-25 tahun tepatnya di bulan September 1904, Kartini meninggal dunia selepas melahirkan anak pertamanya.

Walaupun usianya telah habis ditelan oleh waktu, tapi buah dari pemikiran-pemikiran merdekanya telah menginspirasi kaum-kaum wanita setelahnya. Untuk lebih lebih sadar dan berani dalam memperjuangkan hak-hak sosial kaum wanita yang semuanya dapat dirasakan sampai sekarang ini. Kartini adalah pelopor pertama dalam perjuangan emansipasi wanita yang ada di Indonesia. Semangatnya tetap hidup hingga sekarang ini dan sampai seterusnya.

Sosok Ibu Kartini sangat disanjung oleh masyarakat banyak. Bahkan Wage Rudolf Soepratman yang merupakan pahlawan nasional Indonesia yang pernah memiliki propesi sebagai seorang guru, wartawan, violinis, dan komponis Hindia Belanda, serta merupakan anggota dari grup musik jazz Black and White Jazz Band menciptakan lagu yang berjudul “Ibu Kita Kartini”, untuk menghargai dan mengenang jasa-jasa Ibu Kartini sepanjang masa. Lagu pujian (ode) dengan titi nada C = 1, bertempo sedang (andante) dengan syair tiga kuplet disertai syair ulangan (refrein) tersebut bermula pada Kongres Wanita Indonesia yang dihadiri oleh beliau. 

Sosok Ibu Kartini patut diteladani, khususnya anak-anak perempuan generasa bangsa saat ini. Ibu Kartini diusia yang masih muda, pada masanya, zaman yang masih jauh dari teknologi-teknologi canggih mampu berkarya dan melakukan perihal- perihal terpuji, khususnya untuk kaum perempuan. Mungkin bila saja tanpa jasa beliau, kita sebagai perempuan Indonesia, tidak akan pernah bisa berkarya tanpa batas seperti saat ini, apalagi menempuh Pendidikan setinggi kita mau atau mampu. Kita patut bangga dan bersyukur memiliki Ibu Kartini. Meski memiliki perjalanan hidup yang begitu singkat, hanya 25 tahun, namun mampu memberikan hidup yang panjang dan tanpa batas bagi kaum perempuan di Indonesia. Lalu, bagaimana dengan kartini dengan usia 25 tahun di era digital saat ini? Pertanyaan tersebut sepatutnya menjadi refleksi bagi kita kartini (Perempuan) yang hidup di zaman yang canggih seperti saat ini, termasuk saya sendiri. 

Sebagai generasi kartini-kartini Indonesia, dengan kebebasan untuk memperoleh Pendidikan dan bahkan telah menjadi suatu kewajiban untuk memperoleh Pendidikan yang tertuang dalam UUD 1945, dan dengan kecanggihan zaman saat ini, yakni zaman dengan perkembangan teknologi yang begitu pesat, kita seharusnya mampu berkarya dan berinovasi untuk kemajuan bangsa dan tanah air kita Indonesia. Kita tidak perlu berimpi untuk memiliki karya melebihi dari ibu Kartini, cukup berkarya semampu kita bisa secara nyata, sehingga menjadi sosok generasi kartini yang patut diteladani oleh generasi kartini berikutnya.

Pada era digital saat ini, manusia secara umum memiliki gaya hidup baru yang tidak bisa dilepaskan dari perangkat yang serba elektronik. Teknologi menjadi alat yang mampu membantu sebagian besar kebutuhan manusia. Teknologi telah dapat digunakan oleh manusia untuk mempermudah melakukan apapun tugas dan pekerjaan. Peran penting teknologi inilah yang membawa peradaban manusia memasuki era digital. Era digital telah membawa berbagai perubahan yang baik sebagai dampak positif yang bisa gunakan sebaik-baiknya.

Namun dalam waktu yang bersamaan, era digital juga membawa banyak dampak negatif, sehingga menjadi tantangan baru dalam kehidupan kita di era digital ini. Tidak sedikit orang terjerumus, khususnya para kartini generasi saat ini. Dimana sosok kartini dianggap lemah oleh banyak orang, mudah terpengaruh atau terbawa arus. Seperti yang kita ketahui zamannya teknologi ini, dimana media massa menjadi garda terdepan konsumsi masyarakat dari pusat kota sampai pada penjuru daerah. Tidak mengenal batasan ruang dan waktu, setiap orang berkarya seolah tanpa batasan (aturan). Tidak lagi memandang mutu ataupun kualitas suatu karya, yang terpenting adalah bagaimana akan ramai jadi konsumsi publik atau saat ini disebut dengan “zaman viral”.

Dan di zaman perkembangan teknologi yang begitu pesat ini, tidak sedikit menciptakan dan membentuk generasi-generasi yang meninggalkan kebudayaan-kebudayaan para leluhurnya, dan lebih memilih budaya barat yang dianggap keren atau trendy. Seperti contoh seorang perempuan yang berpakaian dan berjoget kebarat-baratan atau ke K-Pop an pada aplikasi media sosial yang trend saat ini seperti Tiktok, Like, Triller dan lain sebagainya. Mengidolakan artis-artis K-Pop ataupun artis Hollywood, tanpa tau menahu untuk mengenal ataupun mengingat sosok para pahlawan terdadulu dengan jasa-jasa mereka, seperti Ibu Kartini yang saya rasa sosok yang begitu memesona. Pengelaman saya pribadi dengan propesi saya saat ini sebagai guru, siswa saya lebih banyak mengenal dan mengetahui latarbelakang kehidupan artis-artis sinetron dan penyanyi popular daripada mengenal latarbelakang kehidupan dan perjuangan pahlawan-pahlawan Indonesia terdahalu. Anak-anak saat ini lebih memilih mempersembahkan tarian atau dance dari negara barat untuk memenuhi kegiatan ekstrakurikuler daripada tarian daerah. 

Ini menjadi tantangan bagi kita generasi Kartini (Perempuan) Indonesia!

Berkontribusi dengan berbagai inovasi untuk kemajuan bangsa di era digital seperti saat ini adalah kewajiban, bukan pilihan! Menjadi teladan bagi generasi-generasi bangsa, terlebih generasi Kartini Indonesia. 

Mari bangkit Kartini-kartini Indonesia, jadilah agen perubahan!

Selamat Hari Kartini, teristimewa untuk semua kaum Perempuan di Indonesia!


*Penulis adalah salah satu Founder KOKASI (Komunitas Kartini Indonesia), Guru SD Sw. Latihan SPG YP HKBP Pematangsiantar.


KOMENTAR

Ads

Nama

.id - Jejak Pencarian,4,#fempop,1,1000 Lilin,1,11TahunKompasiana,1,1965,1,1998,1,2018,1,2019,3,3 Tahun,1,4 Pilar MPR-RI,1,9 November,1,Ad Hominem,1,Adu Domba,1,Advokasi,2,Advokat,1,Agama,1,Agraria,1,Ahok,1,AHY,1,Aibon,1,akbid santa benedicta pontianak,1,Aksi,1,Aksi 3 Tahun Jokowi-JK,1,Aktivis Muda Katolik,1,Alfon Hutabarat,2,Alfred,1,Alfredo,1,Alfredo Pance Saragih,1,Aliansi Mahasiswa Siantar Simalungun (AMSS),3,Almamater,1,Alumni,1,Amorphophallus gigas,1,Amorphophallus paeoniifolius,1,Amorphophallus prainii,1,Amorphophllus titanumn Ades Galingging,1,AMSB,1,Anak,2,Ananda,1,Ancaman Pemilu,1,Andalas,1,Andreas Saragih,1,Anies,1,Anis Baswedan,1,Antikorupsi,1,Aquaman,1,Aquaponik,1,Araceae,1,Argentina,1,Artikel,51,Asian Games,1,Asrida Sigiro,2,Asuransi Jiwa Kresna,1,Australia,1,Bahasa,1,Bahasa Inggris,6,Bakti Sosial,1,balaikota Jakarta,1,Bapa Kami,1,Bedah Buku,1,Beijing,1,Belajar,1,Belajar Online,1,Bengkulu,1,Berbuah,1,Beriata,1,Berita,206,Berita Sumatera Utara,8,Berita. Sumatra Utara,2,Berjuang,2,Berkarya,2,Bersumpah,1,Berubah,2,Beruntung,1,BeyondBlogging,1,Bhinneka Tunggal Ika,1,Bidan,1,Bintang Emon,1,Biografi,1,Bisnis,1,Bisnis Masa Kini,1,Bitcoin,1,Black Panther,1,Black Pather,1,boarding pass,1,BOM Makassar,2,Budi Mulia,1,Budi Purba,1,Bukopin,1,Buku,6,Bully,1,Bumi,1,Bumi Manusia,1,BUMN,2,Bunga Bangkai,1,Bunuh Diri,2,Bupati Simalungun,1,Buruh,1,Cacat Nalar,1,cadar,1,Camping Rohani,2,Candu,1,Candu Pesan,1,Candu Pesan Instan,1,Capres,1,Carla,2,Carla Makay,2,Catatan,2,Catatan Akhir Tahun,1,Cawapres,1,Cerita,1,Cerpen,7,Cewek,1,Changi,1,chatting,1,Cinta,3,Cipayung,8,Cipayung Plus,2,cipayungpluskendari,1,Cipta Kerja,3,Cookies and Bakery,1,Cooperative Learning,1,Corona,1,Corona Virus,4,Cosmas Batubara,1,COVID-19,25,CPNS,1,CR7,1,Crazy Rich Asians,1,Creative Minority,1,Curhat,1,da Lopez,1,Dakwah,1,Danau Toba,2,Dara. Kathulistiwa,1,Daring,2,Data,1,Deepavali,1,Deklarasi,2,Demokrasi,5,Demokrat,1,Desa,1,Desa Dampingan,1,Devide et Impera,1,Dewi,1,Di Jakarta Tuhan Diburu dan Dibunuh,1,Dicky,1,Dies Natalis PMKRI,1,digital,1,Dilan,2,Dion Dhima,1,Disinfekatan,1,Diskusi Publik,2,Disrupsi,1,Ditolak,1,Diwali,1,DIY,1,Djarot Saiful Hidayat.,1,DKJ,1,Doa,1,Dogma,1,Dolokmarlawan,1,Donor Darah,1,Doraemon,1,Dosa,1,DPC PMKRI Jakarta Pusat,1,DPD RI,1,DPP GmnI,1,DPR,2,DPRD Kota Pematangsiantar,1,Drama,1,Dunia,1,Duterte,1,Dwi,1,Edis Galingging,1,Ekaristi,2,Elit,1,Emas,1,Eris,1,ESDM,1,Esron,3,Essai,3,Fakfak,1,Fakultas Kehutanan,1,Fandis,1,Fase,1,Felix,1,Felix Nesi,2,Feminin,1,Feminis,3,Feminism,2,fenomena,1,Ferdian,1,FIFA World Cup 2018,1,Film,3,Film Porno,1,Filsuf,1,Finansial,1,Forman,2,Forum Orang Muda Dunia,1,Fotografi,1,Fransiskus,1,Fratelli Tutti,1,Freeport,1,Frengki Simamora,2,Friska Sitorus,2,Fun Walk,1,G30S PKI,1,Gading,1,Galang Dana,1,Game,1,Garuda,1,Gaya Hidup,1,Gender,1,Genre Teks,1,Gereja,2,Germahi,1,Gilbert Lumoindong,1,GMKI,7,GMNI,4,Goethe-Institut Indonesien,1,Gubernur,1,Gunungsitoli,1,Guru,2,Hak Asasi Manusia,2,HAM,4,Harakiri,1,Harapan,1,Hari,1,Hari Bumi,2,Hari guru,1,Hari Kemerdekaan,1,Hari Pahlawan,1,Hati Gajah,1,Hebei,1,Hegemoni,1,Hendra Sinurat,1,Henry Golding,1,herbal,1,Himpunan Pemuda dan Mahasiswa Nias,1,Hinca Pandjaitan,1,Hindu,1,HMI,1,hoaks,2,Hoax,3,Holiday,1,Hong Kong,1,HUKUM,2,Human Rights,1,Human Trafficking,1,Hungary,1,HUT RI,1,hutan,2,Hymne,1,ID42NER,1,Ignasius Jonan,1,Ignatius Pati Ola,1,IKASANTRI,1,IMPD,1,Imunitas,1,Indonesia,1,Indonesia bangkit,2,informasi,2,Internet,4,Introver,1,Investasi,1,IPB,2,ISKA,1,Istirahat,1,Istri,1,Jakarta Pusat,1,Jambi,1,Jarot Winarno,1,Jaya,2,Jenazah,1,Jepang,1,Jimly Institute,1,JK,1,Joker,1,Jokowi,4,Jomblo,1,Jurnalis,1,Kabupaten Sintang,1,Kalbar,2,Kalimantan Barat,2,Kampanye Sosial,1,Kampus,1,Kampus GIHON,1,Karakter,1,Kartini,3,kasih,1,Katakanlah,1,Katolik,7,Kawin Tangkap,1,keadilan,2,Kebangsaan,1,Kebebasan Berpendapat,1,Kebosanan,1,Kecanduan,1,Kecelakaan Pesawat,1,Kejagung,1,Kejaksaan Negeri Sinatar,1,Kekerasan Anak,2,Kekerasan Polisi,1,Kekerasan Seksual,2,Kekristenan,1,Kelompok Cipayung,2,Keluarga,3,Kemeristekdikti,1,Kemiskinan,1,Kendari,1,Kepemimpinan,1,Keperawanan,1,Kepercayaan,1,Kerabat Antropologi,1,Kerja Jaringan,2,Kesehatan,1,Kesepian,1,Keuskupan Agung Medan,1,Kita Indonesia,2,Kita_Indonesia,1,Kitabisa,1,KKNT,1,KMDA,1,KMDM,5,KMDM.,1,KMK,1,KMK USI,1,KNPI,2,KNPI Siantar,2,KOKASI,1,Komda III,2,KOMDA SUMBAGUT,2,Kominfo,1,Kompas,1,Kompasiana,1,Komunitas,1,Konferensi Studi Nasional,1,Konflik,1,Konsensus,1,Konsumtif,1,Konten Negatif,1,Kontribusi,1,Korupsi,8,Koruptor,1,Kostulata,1,Kota,1,Kota Pematangsiantar,2,KPK,9,KPKR,1,Kreatif,1,Kriminalisasi,1,Kristen,1,Kritik Sastra,6,KSA,1,KSN,3,KSR,2,KTD,1,Kuala Namu,1,Kufur,1,KUPIKIR,2,Kurnia Patma,2,KWI,2,Lamada,1,Larantuka,1,Laudato Si',1,LDK,1,LDKM,1,Lem Aibon,1,Lince Sipayung,1,Lingko Ammi,1,Lingkungan,1,Liovina,1,Literasi,3,LKK,1,Lockdown,1,Logical Fallacy,1,Lomba,1,Lomba Cipta Opini,1,Low Budget,1,LPDP,2,LPPM Unand,1,LQ Indonesia Lawfirm,1,Luka,2,Lukisan,1,Lut_q,1,MABIM,2,Madura,1,Mahasiswa,8,mahasiswa katolik,1,maliku,1,Maluku,1,Manusia-manusia tidak berguna,1,Margasiswa,1,Mario,1,Maritim,1,Marz,1,Masa Bimbingan,1,Masyarakat Adat,5,Maumere,1,MDGs,1,Medan,1,Media online,1,Media Sosial,3,Membaca,6,Meme,1,Menangis,1,Mengajar,1,menghapal,1,Menkominfo,1,Menkopolhukam,1,Menpora,1,Menristekdikti,1,Menulis,7,Mesir,1,Messi,1,Messiah,1,MHR,1,Migran,1,Milea,1,Milenial,2,Millennial,1,Minder,1,Mohctar Lubis,1,Moral Negara,1,Moralitas Negara,1,Mother Earth,1,MPA,1,MPAB,8,MPR,1,Muda,5,Myanmar,1,Nagakeo,1,Napza,1,Narkoba,1,Nasional,1,Natal,3,Nawa Cita,1,New Normal,2,Ngiler,1,Nias,3,Nilai,1,Nilai-nilai,1,Noam Chomsky.,1,Nommensen,1,Novel,1,Novel Baswedan,1,NTB,1,NTT,4,Nyai Ontosoroh,1,OJK,1,Ombibus Law,1,OMK,1,Omnibus Law,4,Opening Ceremony,1,Opini,112,Orang Miskin,1,Orang Muda,4,Orang Tua,1,Organisasi,4,Ormas,1,OrmasKatolikSultra,1,Pacaran,1,Padang,1,Pagi Bening,1,Pahlawan,3,Palopo,1,Pancasila,4,Pandemi,5,Papua,6,Parapat,1,Paroki Jalan Bali,1,Partai Politik,1,Passport,1,Patriarkis,1,Paus,1,Paus Fransiskus,2,PDKS,1,Pedagang,1,Pedidikan Indonesia,1,Pejuang,1,Pelaka,1,Pelantikan,3,Pelantikan Anggota Baru,1,Pelatihan jurnalistik,3,Peluang,1,Pemahaman,1,Pematangsiantar,14,Pematangsiantar.,2,Pembelajaran,2,Pembelajaran Kooperatif,1,Pemberantasan,1,Pemerintah,2,Pemilu,1,Pemimpin,2,Pemko pematangsiantar,2,Pemuda,5,Pemuda Milenial,1,Pemudi,1,Pencemaran Nama Baik,1,Pendidikan,9,Pendidikan Formal,1,Pendidikan Indonesia,2,pengabdian,1,pengamat,1,Pengantar,1,Penghinaan,1,Penjajahan,1,Penonton,1,Penulis,1,Penyalahgunaan Internet,1,Peradaban,1,Perang,1,Perbedaan,1,Percaya Diri,1,Perempuan,3,Perguruan Tinggi,1,Perjuangan,2,perkebunan,1,PERPPU,2,Persepuluhan,1,Persimpangan,1,Pertanian Berkelanjutan,1,Pesan Instan,1,Pesawat,1,Pewarta,1,Philosophy Award,1,Pidana,1,PIDATO,1,Pidato Presiden,1,Pilkada,5,Pilkada Samosir,1,Pilpres,1,PKB,1,PMII,1,PMKRI,91,PMKRI Bengkulu,2,PMKRI Cab. Palopo,1,PMKRI Cab. Pematangsiantar,5,PMKRI CAB.PEMATANGSIANTAR,8,PMKRI Cabang Bengkulu,1,PMKRI Cabang Kupang,1,PMKRI cabang maumere,1,PMKRI cabang Pematangsiantar,3,PMKRI Cabang Tanah Karo,1,PMKRI Cabang Tondano,1,PMKRI Cabang Yogyakarta,1,PMKRI Kendari,4,PMKRI Manokwari,1,PMKRI Pematangsiantar,7,PMKRI Ruteng,1,Politik,1,Politikus,1,Politisasi Agama,1,Politk,1,Pontianak,2,Pop,1,Portugal,1,PPDKS,1,Prabowo,1,Practice,1,Prancis,1,Presiden,1,Pribumi,1,PSI,1,psikologi,1,PUan Maharani,1,Puisi,27,Pulang,2,Pulang Kampung,1,Qiana,1,Quilt,1,R. Wahyu Handoko,1,Radikal,1,Radikalisme,3,RAKERCAB,1,Ranperda,1,Rasisme,2,Refleksi,3,Refleksi Sumpah Pemuda,1,Reformasi,1,Regenerasi,1,Reijefki Irlastua,1,Represif,1,Resesi,1,retreat,1,retret,1,Reuni,1,Review Buku,2,Revisi UU KPK,2,Riview,1,Rizky Sitanggang,1,Robertus Dagul,1,Rohingya,2,Romantisme,1,Romo Prof. DR. Franz Magnis-Suseno,1,Ronaldo,1,RUACC,1,Ruang Publik,1,Sahabat,1,Samuel Manurung,1,Sangge-sangge,1,Santri,1,SBY,1,SDA,1,SDGs,1,SDM,1,SDN Nggoang,1,Sejarah,1,Sejawat,1,Sekolah,2,Seks,1,Selvi,1,Seminar Nasional,3,Seni,1,Sensory Ethnography,1,serai,1,Sesat Pikir,1,Shelter,1,SiaranPersKemenristekdikti,1,sibuk,1,Sihaporas,2,Simalungun,3,Sinetron,1,Sintang,1,SJ,1,SLB,1,sm3t,1,Sosdodihardjo,1,Sosial,3,Spirit,1,Sriwijaya Air,1,Stadium General,1,Studium Generale,1,Study Tour,1,Study Tour Ke Tiongkok,1,Suara Kecil Rakyat,1,Sukses,1,Sulawesi Utara,1,Sumatera Barat.,1,Sumatera Utara,1,Sumatera Utara.,1,Sumba,1,Sumpah,1,Sumpah Pemuda,2,Surat,2,Surat Terbuka,2,Surya Tjandra,1,Suster,1,Sydney Opera House,1,Taiwan,1,Taruna Merah Putih,1,Teater Arsip,1,Teater Kecil,1,Teknologi,1,Tembok,1,Temu Pemuda Lintas Iman Kalbar,1,TEPELIMA,1,Thomas,1,Tiga,1,TIM,2,Tiongkok,1,TKA,1,TMP,1,Toleransi,2,Tomson,5,Tomson Sabungan Silalahi,8,Transformasi,2,Tri Hari Suci,1,Trip N Vlog,1,TRIP N VLOG #PULANG KAMPUNG,1,Tungku Batu,1,UGM,1,UKT,1,UMKM,1,UNIPA,1,Universitas HKBP Nommensen,1,Universitas pakuan bogor.,1,Universitas Simalungun,1,Universitas Tanjungpura,1,UNJ,1,Urban,1,Uruguay,1,UU Cipta Kerja,1,UU MD3,1,Valentine,3,Vatikan,2,Vatkian,1,Veteran,1,Vian,1,Visi,1,vocabularies,1,Vokasi,1,Vox Point,1,wacana,2,Walikota,1,walikota pematangsiantar,1,wanita,1,War On Drugs,1,Wartawan,1,Wewowo,1,whatsapp,1,Who Am I?,1,WiFi,1,Winda Astari,1,World Youth Forum,1,WYF2017,2,Yesus,2,YLBHI,1,Yogen,7,Yogen Sogen,2,Yogyakarta,1,Young Entrepreneurship,1,YouTuber,1,Zaman Now,1,
ltr
item
katakanlah: Sosok Kartini (Perempuan) yang Inspiratif di Era Digital
Sosok Kartini (Perempuan) yang Inspiratif di Era Digital
Berkontribusi dengan berbagai inovasi untuk kemajuan bangsa di era digital seperti saat ini adalah kewajiban, bukan pilihan!
https://1.bp.blogspot.com/-T0N-zZ-y7as/YH_UCBVrrNI/AAAAAAAADfc/hXMXfj1R0XQjgVj5QF9qyU8cyYtemeExQCLcBGAsYHQ/w640-h522/Asrida%2BSigiro.jpg
https://1.bp.blogspot.com/-T0N-zZ-y7as/YH_UCBVrrNI/AAAAAAAADfc/hXMXfj1R0XQjgVj5QF9qyU8cyYtemeExQCLcBGAsYHQ/s72-w640-c-h522/Asrida%2BSigiro.jpg
katakanlah
http://www.katakanlah.com/2021/04/sosok-kartini-perempuan-yang-inspiratif.html
http://www.katakanlah.com/
http://www.katakanlah.com/
http://www.katakanlah.com/2021/04/sosok-kartini-perempuan-yang-inspiratif.html
true
8814382905702038148
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All rekomendasi LABEL arsip CARI ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy