Kebebasan Berpendapat Di Kampus, Dikebiri?


Oleh: KOKASI*

KOKASI- BBSoK (Bincang-Bincang Sobat Kokasi) Season I
KOKASI (Komunitas Kartini Indonesia) melalui programnya BBSoK (Bincang-Bincang Sobat Kokasi menyelenggarakan Diskusi Daring dengan mengangkat topik “Kebebasan Berpendapat di Kampus, Dikebiri?” pada Kamis,11 Juni 2020 dengan memakai Zoom Cloud Meeting. 

Diskusi yang dimoderatori oleh  Asrida Sigiro (Founder KOKASI) ini menghadirkan pembicara salah satu mahasiswi aktif di kampus swasta Kota Pematangsiantar Emi Lidia yang juga merupakan Founder KOKASI, Aktivis Mahasiswa Siantar Alboin Samosir, Alumnus Fakultas Hukum USI Hendra Sinurat, Awak Media Host Kabar Lestari yaitu Lestari Simanjuntak, dan Direktur Institute Law and Justice (ILAJ) Bung Fawer Full Fander Sihite. 



Diskusi dibuka oleh Friska Liska Sihombing (Founder KOKASI), dalam sambutannya Friska mengapresiasi kegiatan diskusi daring yang dibalut dalam program Bincang-Bincang Sobat Kokasi (BBSoK). Diskusi ini berangkat dari keresahan sesama kita masyarakat sipil terkhusnya Mahasiswa yang belakangan kebebasan berpendapat nya dikorupsi oleh pihak kampus. Berikut hasil perdikusian yang kami rangkum dalam sebuah narasi. 

Indonesia Negara Demokrasi
Indonesia adalah salah satu Negara yang menganut demokrasi. Demokrasi di Indonesia didasarkan pada nilai-nilai pancasila. Demokrasi adalah suatu sistem pemerintahan di mana semua warga negaranya mempunyai hak dan kesempatan yang sama atau setara untuk berkontribusi dalam proses pengambilan keputusan yang memengaruhi hidup mereka. Dari penjelasan arti demokrasi tersebut dapat disimpulkan bahwa rakyat memiliki kekuasaan tertinggi dalam hal pembuatan keputusan yang berdampak bagi kehidupan rakyat secara keseluruhan.

Dalam Negara demokrasi, hak asasi warga negara dijunjung tinggi. Salah satunya adalah hak untuk menyampaikan pendapat menunjukkan akan adanya usaha dalam membentuk kehidupan lebih dinamis sesuai dengan perkembangan zaman, dan secara norma dasar sudah diakmodir/dijamin melalui konstitusi pada UUD 1945 pasal 28 E ayat 3 bahwa setiap orang berhak atas berkumpul dan mengeluarkan pendapat. 

Kebebaan berpendapat merupakan hak asasi semua orang. Semestinya kampus menjadi contoh dalam membangun ruang dialog antar mahasiswa, yang menumbuh kembangkan kreatifitas dan intelektualitas terhadap mahasiswa. Jaminan itu sudah diderifasi didalam sebuah produk aturan yaitu UU no.9 tahun 98.


Kebebasan Berpendapat di Kampus dikebiri?
Pertanyaan mengenai judul ini adalah “kenapa ada yang mengkebiri?” inilah yang disebut garis persinggungannya. Garis persinggungan itu adalah soal interpretasi atau tafsiran apa-apa saja yang menjadi produk atau apa saja yang perlu disampaikan dalam hal kebebasan berbicara itu.  Kebebasan berbicara itu memiliki aturan atau disebut kebebasan berbicara yang bertanggung jawab. 

Persinggungannya  adalah antara tafsiran mahasiswa(dalam hal ini kampus) sering kali bersinggungan mengenai kebebasan berpendapat itu. Contoh dalam sebuah rencana perdiskusian yang akan digelar di kampus ketika topik diskusinya adalah produk UU, hak-hak secara umum, dll. Biasanya yang menjadi pembungkaman itu adalah topik/tema-tema tabu, misalnya tema tentang LGBT, PKI, sejarah genosida PKI atau tema atheisme. 

Semuanya berbicara tentang interpretasi, apakah itu layak diperbincangkan atau tidak? 

Sama halnya tentang perdiskusian pemngenai pemakzulan, jika dibingkai dengan norma kampus tidak akan menjadikan polemik. Yang menjadi polemik adalah ketika dibingkai secara publik.
Kita telah ketahui bersama bahwa pada dasarnya kebebasan berpendapat itu secara hokum telah ada regulasinya seperti yang sudah dipaparkan diatas bahkan berpendapat di ruang lingkup kampus/pendidikan tinggi itu sendiri juga ada uu tersendiri yang mengatur. Dalam UU Nomor 12 Tahun 2012 tentang pendidikan tinggi pasal 8 ayat (1) pasal tersebut berbunyi “Dalam penyelenggaraan pendidikan dan pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi berlaku kebebasan akademik, kebebasan mimbar akademik, dan otonomi keilmuan.”

Selain itu, dalam ayat (3) disebutkan, “Pelaksanaan kebebasan akademik, kebebasan mimbar akademik, dan otonomi keilmuan di Perguruan Tinggi merupakan tanggungjawab pribadi Civitas Akademika yang wajib dilindungi dan difasilitasi oleh pimpinan perguruan tinggi.”

Berkaca dari regulasi yang sudah disebutkan diatas tadi lantas, masihkah kebebasan berpendapat di kampus itu dikebiri? Faktanya adalah iya. Secara payung hukum mungkin sudah sangat jelas akan tetapi pada prakteknya kebebasan berpedapat dikampus itu jelas masih dikebiri. Sekalipun topik diskusinya katakanlah tendensius kampus tidak berhak semena-mena membubarkan perdiskusian lewat aparatnya yaitu satpam. Dalam kebebasan berpendapat tidak ada topik-topik yang dilarang atau tidak boleh untuk dibahas. 

Fakta yang ada dilapangan adalah perkumpulan atau perdikusian semacam ini acapkali mendapatkan tindakan represif dari pihak kampus. Contoh kasus ketika Unit Pers Mahasiswa (UPM) UPI akan menggelar dikusi terbuka bertemakan ‘Indikasi Korupsi Kampus” pada Rabu (30/01/2019) pihak kampus melalui security nya membubarkan kegiatan diskusi dengan dalih tidak memiliki surat izin. Padahal bukankah dengan status sebagai mahasiswa dikampus tersebut juga berhak difasilitasi ruang? Yang didapat malah tindakan represif . dan apabila temanya dirasa terlalu tendensius pihak kampus bisa bersikap biasa-biasa saja kalau hal korupsi tadi tidak terjadi diruang lingkup kampus dan berdialog secara terbuka. Dan hal itu sangat melecehkan pasal 8 ayat (3) UU Nomor 12 Tahun 2012.

Contoh lain lagi adalah ketika panitia diskusi dari Constitutional Law Society (CLS) atau Komunitas Hukum Tata Negara Fakultas Hukum Ugm akan mengadakan diskusi yang berujung panitia dan narasumbernya mendapatkan terror. Hal ini diduga karena topik diskusi yang sangat tendensius terkait “Persoalan Pemecatan Presiden di Tengah Pandemi Ditinjau dari Sistem Ketatanegaraan” yang kemudian diubah menjadi “Meluruskan Persoalan Pemberhentian Presiden Ditinjau dari Sistem Ketatanegaraan.”

Memang belum ada yang tahu tindakan terror tersebut dilakukan pihak kampus atau pihak manapun. Padahal kalau diingat-ingat kan ya engga semuadah itu memberhentikan presiden, ga perlu ada yang ditakutkan. Kalau boleh malah diadu argument saja. Ini bentuk kebebasan berpendapat yang pula dikebiri. 

Kampus Merdeka?
Mewujudkan kampus merdeka agaknya masih jauh dari yang diharapkan. Ini menjadi perlu kita paham bersama. Kapan sih kampus itu bias merdeka? Ternyata bahkan kampus tidak memberikan ruang. Bung Fawer dalam tulisanya “Kampus Sebagai Penjara Kemerdekaan Mahaiswa” bahwa praktek penindasan atau penjara di kampus itu adalah terbatasnya ruang gerak mahasiswa untuk berkreasi, berinovatif, menyampaikan pendapat, berorganisasi. Seakan mahasiswa dikampus ada hanya untuk mengejar nilai dan nilai. 

Hal ini tidak mencerimkan tumbuhnya demokrasi di kampus. Sementara diruanglingkup yang seperti bagaimanapun demokrasi itu perlu. Kampus belum merdeka dalam berdemokrasi dan dengan ini baik pihak kampus pun pemerintah telah gagal mengedukasi public tentang kemerdekaan untuk berbicara. Yang mana hal itu harusnya menjadi menu sehari-hari untuk berdemokrasi. Kampus gagal mengatmospher suasana demokrasi itu sendiri. 

*Penulis merupakan Founder KOKASI 
Friska el Sihombing (K1. Founder) 
Asrida Sigiro (K2. Founder)
Emi Lidia Nadeak (K3. Founder)
Perempuan adalah Masa Depan!!!

KOMENTAR

Ads

Nama

.id - Jejak Pencarian,4,#fempop,1,1000 Lilin,1,11TahunKompasiana,1,1965,1,1998,1,2018,1,2019,3,3 Tahun,1,4 Pilar MPR-RI,1,9 November,1,Ad Hominem,1,Adu Domba,1,Advokasi,2,Advokat,1,Agama,1,Agraria,1,Ahok,1,AHY,1,Aibon,1,akbid santa benedicta pontianak,1,Aksi,1,Aksi 3 Tahun Jokowi-JK,1,Aktivis Muda Katolik,1,Alfon Hutabarat,2,Alfred,1,Alfredo,1,Alfredo Pance Saragih,1,Aliansi Mahasiswa Siantar Simalungun (AMSS),3,Almamater,1,Alumni,1,Amorphophallus gigas,1,Amorphophallus paeoniifolius,1,Amorphophallus prainii,1,Amorphophllus titanumn Ades Galingging,1,AMSB,1,Anak,2,Ananda,1,Ancaman Pemilu,1,Andalas,1,Andreas Saragih,1,Anies,1,Anis Baswedan,1,Antikorupsi,1,Aquaman,1,Aquaponik,1,Araceae,1,Argentina,1,Artikel,51,Asian Games,1,Asrida Sigiro,2,Asuransi Jiwa Kresna,1,Australia,1,Bahasa,1,Bahasa Inggris,6,Bakti Sosial,1,balaikota Jakarta,1,Bapa Kami,1,Bedah Buku,1,Beijing,1,Belajar,1,Belajar Online,1,Bengkulu,1,Berbuah,1,Beriata,1,Berita,206,Berita Sumatera Utara,8,Berita. Sumatra Utara,2,Berjuang,2,Berkarya,2,Bersumpah,1,Berubah,2,Beruntung,1,BeyondBlogging,1,Bhinneka Tunggal Ika,1,Bidan,1,Bintang Emon,1,Biografi,1,Bisnis,1,Bisnis Masa Kini,1,Bitcoin,1,Black Panther,1,Black Pather,1,boarding pass,1,BOM Makassar,2,Budi Mulia,1,Budi Purba,1,Bukopin,1,Buku,6,Bully,1,Bumi,1,Bumi Manusia,1,BUMN,2,Bunga Bangkai,1,Bunuh Diri,2,Bupati Simalungun,1,Buruh,1,Cacat Nalar,1,cadar,1,Camping Rohani,2,Candu,1,Candu Pesan,1,Candu Pesan Instan,1,Capres,1,Carla,2,Carla Makay,2,Catatan,2,Catatan Akhir Tahun,1,Cawapres,1,Cerita,1,Cerpen,7,Cewek,1,Changi,1,chatting,1,Cinta,3,Cipayung,8,Cipayung Plus,2,cipayungpluskendari,1,Cipta Kerja,3,Cookies and Bakery,1,Cooperative Learning,1,Corona,1,Corona Virus,4,Cosmas Batubara,1,COVID-19,25,CPNS,1,CR7,1,Crazy Rich Asians,1,Creative Minority,1,Curhat,1,da Lopez,1,Dakwah,1,Danau Toba,2,Dara. Kathulistiwa,1,Daring,2,Data,1,Deepavali,1,Deklarasi,2,Demokrasi,5,Demokrat,1,Desa,1,Desa Dampingan,1,Devide et Impera,1,Dewi,1,Di Jakarta Tuhan Diburu dan Dibunuh,1,Dicky,1,Dies Natalis PMKRI,1,digital,1,Dilan,2,Dion Dhima,1,Disinfekatan,1,Diskusi Publik,2,Disrupsi,1,Ditolak,1,Diwali,1,DIY,1,Djarot Saiful Hidayat.,1,DKJ,1,Doa,1,Dogma,1,Dolokmarlawan,1,Donor Darah,1,Doraemon,1,Dosa,1,DPC PMKRI Jakarta Pusat,1,DPD RI,1,DPP GmnI,1,DPR,2,DPRD Kota Pematangsiantar,1,Drama,1,Dunia,1,Duterte,1,Dwi,1,Edis Galingging,1,Ekaristi,2,Elit,1,Emas,1,Eris,1,ESDM,1,Esron,3,Essai,3,Fakfak,1,Fakultas Kehutanan,1,Fandis,1,Fase,1,Felix,1,Felix Nesi,2,Feminin,1,Feminis,3,Feminism,2,fenomena,1,Ferdian,1,FIFA World Cup 2018,1,Film,3,Film Porno,1,Filsuf,1,Finansial,1,Forman,2,Forum Orang Muda Dunia,1,Fotografi,1,Fransiskus,1,Fratelli Tutti,1,Freeport,1,Frengki Simamora,2,Friska Sitorus,2,Fun Walk,1,G30S PKI,1,Gading,1,Galang Dana,1,Game,1,Garuda,1,Gaya Hidup,1,Gender,1,Genre Teks,1,Gereja,2,Germahi,1,Gilbert Lumoindong,1,GMKI,7,GMNI,4,Goethe-Institut Indonesien,1,Gubernur,1,Gunungsitoli,1,Guru,2,Hak Asasi Manusia,2,HAM,4,Harakiri,1,Harapan,1,Hari,1,Hari Bumi,2,Hari guru,1,Hari Kemerdekaan,1,Hari Pahlawan,1,Hati Gajah,1,Hebei,1,Hegemoni,1,Hendra Sinurat,1,Henry Golding,1,herbal,1,Himpunan Pemuda dan Mahasiswa Nias,1,Hinca Pandjaitan,1,Hindu,1,HMI,1,hoaks,2,Hoax,3,Holiday,1,Hong Kong,1,HUKUM,2,Human Rights,1,Human Trafficking,1,Hungary,1,HUT RI,1,hutan,2,Hymne,1,ID42NER,1,Ignasius Jonan,1,Ignatius Pati Ola,1,IKASANTRI,1,IMPD,1,Imunitas,1,Indonesia,1,Indonesia bangkit,2,informasi,2,Internet,4,Introver,1,Investasi,1,IPB,2,ISKA,1,Istirahat,1,Istri,1,Jakarta Pusat,1,Jambi,1,Jarot Winarno,1,Jaya,2,Jenazah,1,Jepang,1,Jimly Institute,1,JK,1,Joker,1,Jokowi,4,Jomblo,1,Jurnalis,1,Kabupaten Sintang,1,Kalbar,2,Kalimantan Barat,2,Kampanye Sosial,1,Kampus,1,Kampus GIHON,1,Karakter,1,Kartini,3,kasih,1,Katakanlah,1,Katolik,7,Kawin Tangkap,1,keadilan,2,Kebangsaan,1,Kebebasan Berpendapat,1,Kebosanan,1,Kecanduan,1,Kecelakaan Pesawat,1,Kejagung,1,Kejaksaan Negeri Sinatar,1,Kekerasan Anak,2,Kekerasan Polisi,1,Kekerasan Seksual,2,Kekristenan,1,Kelompok Cipayung,2,Keluarga,3,Kemeristekdikti,1,Kemiskinan,1,Kendari,1,Kepemimpinan,1,Keperawanan,1,Kepercayaan,1,Kerabat Antropologi,1,Kerja Jaringan,2,Kesehatan,1,Kesepian,1,Keuskupan Agung Medan,1,Kita Indonesia,2,Kita_Indonesia,1,Kitabisa,1,KKNT,1,KMDA,1,KMDM,5,KMDM.,1,KMK,1,KMK USI,1,KNPI,2,KNPI Siantar,2,KOKASI,1,Komda III,2,KOMDA SUMBAGUT,2,Kominfo,1,Kompas,1,Kompasiana,1,Komunitas,1,Konferensi Studi Nasional,1,Konflik,1,Konsensus,1,Konsumtif,1,Konten Negatif,1,Kontribusi,1,Korupsi,8,Koruptor,1,Kostulata,1,Kota,1,Kota Pematangsiantar,2,KPK,9,KPKR,1,Kreatif,1,Kriminalisasi,1,Kristen,1,Kritik Sastra,6,KSA,1,KSN,3,KSR,2,KTD,1,Kuala Namu,1,Kufur,1,KUPIKIR,2,Kurnia Patma,2,KWI,2,Lamada,1,Larantuka,1,Laudato Si',1,LDK,1,LDKM,1,Lem Aibon,1,Lince Sipayung,1,Lingko Ammi,1,Lingkungan,1,Liovina,1,Literasi,3,LKK,1,Lockdown,1,Logical Fallacy,1,Lomba,1,Lomba Cipta Opini,1,Low Budget,1,LPDP,2,LPPM Unand,1,LQ Indonesia Lawfirm,1,Luka,2,Lukisan,1,Lut_q,1,MABIM,2,Madura,1,Mahasiswa,8,mahasiswa katolik,1,maliku,1,Maluku,1,Manusia-manusia tidak berguna,1,Margasiswa,1,Mario,1,Maritim,1,Marz,1,Masa Bimbingan,1,Masyarakat Adat,5,Maumere,1,MDGs,1,Medan,1,Media online,1,Media Sosial,3,Membaca,6,Meme,1,Menangis,1,Mengajar,1,menghapal,1,Menkominfo,1,Menkopolhukam,1,Menpora,1,Menristekdikti,1,Menulis,7,Mesir,1,Messi,1,Messiah,1,MHR,1,Migran,1,Milea,1,Milenial,2,Millennial,1,Minder,1,Mohctar Lubis,1,Moral Negara,1,Moralitas Negara,1,Mother Earth,1,MPA,1,MPAB,8,MPR,1,Muda,5,Myanmar,1,Nagakeo,1,Napza,1,Narkoba,1,Nasional,1,Natal,3,Nawa Cita,1,New Normal,2,Ngiler,1,Nias,3,Nilai,1,Nilai-nilai,1,Noam Chomsky.,1,Nommensen,1,Novel,1,Novel Baswedan,1,NTB,1,NTT,4,Nyai Ontosoroh,1,OJK,1,Ombibus Law,1,OMK,1,Omnibus Law,4,Opening Ceremony,1,Opini,112,Orang Miskin,1,Orang Muda,4,Orang Tua,1,Organisasi,4,Ormas,1,OrmasKatolikSultra,1,Pacaran,1,Padang,1,Pagi Bening,1,Pahlawan,3,Palopo,1,Pancasila,4,Pandemi,5,Papua,6,Parapat,1,Paroki Jalan Bali,1,Partai Politik,1,Passport,1,Patriarkis,1,Paus,1,Paus Fransiskus,2,PDKS,1,Pedagang,1,Pedidikan Indonesia,1,Pejuang,1,Pelaka,1,Pelantikan,3,Pelantikan Anggota Baru,1,Pelatihan jurnalistik,3,Peluang,1,Pemahaman,1,Pematangsiantar,14,Pematangsiantar.,2,Pembelajaran,2,Pembelajaran Kooperatif,1,Pemberantasan,1,Pemerintah,2,Pemilu,1,Pemimpin,2,Pemko pematangsiantar,2,Pemuda,5,Pemuda Milenial,1,Pemudi,1,Pencemaran Nama Baik,1,Pendidikan,9,Pendidikan Formal,1,Pendidikan Indonesia,2,pengabdian,1,pengamat,1,Pengantar,1,Penghinaan,1,Penjajahan,1,Penonton,1,Penulis,1,Penyalahgunaan Internet,1,Peradaban,1,Perang,1,Perbedaan,1,Percaya Diri,1,Perempuan,3,Perguruan Tinggi,1,Perjuangan,2,perkebunan,1,PERPPU,2,Persepuluhan,1,Persimpangan,1,Pertanian Berkelanjutan,1,Pesan Instan,1,Pesawat,1,Pewarta,1,Philosophy Award,1,Pidana,1,PIDATO,1,Pidato Presiden,1,Pilkada,5,Pilkada Samosir,1,Pilpres,1,PKB,1,PMII,1,PMKRI,91,PMKRI Bengkulu,2,PMKRI Cab. Palopo,1,PMKRI Cab. Pematangsiantar,5,PMKRI CAB.PEMATANGSIANTAR,8,PMKRI Cabang Bengkulu,1,PMKRI Cabang Kupang,1,PMKRI cabang maumere,1,PMKRI cabang Pematangsiantar,3,PMKRI Cabang Tanah Karo,1,PMKRI Cabang Tondano,1,PMKRI Cabang Yogyakarta,1,PMKRI Kendari,4,PMKRI Manokwari,1,PMKRI Pematangsiantar,7,PMKRI Ruteng,1,Politik,1,Politikus,1,Politisasi Agama,1,Politk,1,Pontianak,2,Pop,1,Portugal,1,PPDKS,1,Prabowo,1,Practice,1,Prancis,1,Presiden,1,Pribumi,1,PSI,1,psikologi,1,PUan Maharani,1,Puisi,27,Pulang,2,Pulang Kampung,1,Qiana,1,Quilt,1,R. Wahyu Handoko,1,Radikal,1,Radikalisme,3,RAKERCAB,1,Ranperda,1,Rasisme,2,Refleksi,3,Refleksi Sumpah Pemuda,1,Reformasi,1,Regenerasi,1,Reijefki Irlastua,1,Represif,1,Resesi,1,retreat,1,retret,1,Reuni,1,Review Buku,2,Revisi UU KPK,2,Riview,1,Rizky Sitanggang,1,Robertus Dagul,1,Rohingya,2,Romantisme,1,Romo Prof. DR. Franz Magnis-Suseno,1,Ronaldo,1,RUACC,1,Ruang Publik,1,Sahabat,1,Samuel Manurung,1,Sangge-sangge,1,Santri,1,SBY,1,SDA,1,SDGs,1,SDM,1,SDN Nggoang,1,Sejarah,1,Sejawat,1,Sekolah,2,Seks,1,Selvi,1,Seminar Nasional,3,Seni,1,Sensory Ethnography,1,serai,1,Sesat Pikir,1,Shelter,1,SiaranPersKemenristekdikti,1,sibuk,1,Sihaporas,2,Simalungun,3,Sinetron,1,Sintang,1,SJ,1,SLB,1,sm3t,1,Sosdodihardjo,1,Sosial,3,Spirit,1,Sriwijaya Air,1,Stadium General,1,Studium Generale,1,Study Tour,1,Study Tour Ke Tiongkok,1,Suara Kecil Rakyat,1,Sukses,1,Sulawesi Utara,1,Sumatera Barat.,1,Sumatera Utara,1,Sumatera Utara.,1,Sumba,1,Sumpah,1,Sumpah Pemuda,2,Surat,2,Surat Terbuka,2,Surya Tjandra,1,Suster,1,Sydney Opera House,1,Taiwan,1,Taruna Merah Putih,1,Teater Arsip,1,Teater Kecil,1,Teknologi,1,Tembok,1,Temu Pemuda Lintas Iman Kalbar,1,TEPELIMA,1,Thomas,1,Tiga,1,TIM,2,Tiongkok,1,TKA,1,TMP,1,Toleransi,2,Tomson,5,Tomson Sabungan Silalahi,8,Transformasi,2,Tri Hari Suci,1,Trip N Vlog,1,TRIP N VLOG #PULANG KAMPUNG,1,Tungku Batu,1,UGM,1,UKT,1,UMKM,1,UNIPA,1,Universitas HKBP Nommensen,1,Universitas pakuan bogor.,1,Universitas Simalungun,1,Universitas Tanjungpura,1,UNJ,1,Urban,1,Uruguay,1,UU Cipta Kerja,1,UU MD3,1,Valentine,3,Vatikan,2,Vatkian,1,Veteran,1,Vian,1,Visi,1,vocabularies,1,Vokasi,1,Vox Point,1,wacana,2,Walikota,1,walikota pematangsiantar,1,wanita,1,War On Drugs,1,Wartawan,1,Wewowo,1,whatsapp,1,Who Am I?,1,WiFi,1,Winda Astari,1,World Youth Forum,1,WYF2017,2,Yesus,2,YLBHI,1,Yogen,7,Yogen Sogen,2,Yogyakarta,1,Young Entrepreneurship,1,YouTuber,1,Zaman Now,1,
ltr
item
katakanlah: Kebebasan Berpendapat Di Kampus, Dikebiri?
Kebebasan Berpendapat Di Kampus, Dikebiri?
Demokrasi adalah suatu sistem pemerintahan di mana semua warga negaranya mempunyai hak dan kesempatan yang sama atau setara untuk berkontribusi dalam proses pengambilan keputusan yang memengaruhi hidup mereka.
https://1.bp.blogspot.com/-yfxEPThSKO0/Xu3RVz_RqwI/AAAAAAAAGsw/xYqaOR9x_awrCWBP0NKzg1JKv0iQKnC2QCLcBGAsYHQ/s640/IMG-20200620-WA0009.jpg
https://1.bp.blogspot.com/-yfxEPThSKO0/Xu3RVz_RqwI/AAAAAAAAGsw/xYqaOR9x_awrCWBP0NKzg1JKv0iQKnC2QCLcBGAsYHQ/s72-c/IMG-20200620-WA0009.jpg
katakanlah
http://www.katakanlah.com/2020/06/kebebasan-berpendapat-di-kampus-dikebiri.html
http://www.katakanlah.com/
http://www.katakanlah.com/
http://www.katakanlah.com/2020/06/kebebasan-berpendapat-di-kampus-dikebiri.html
true
8814382905702038148
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All rekomendasi LABEL arsip CARI ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy