Mengapa saya (harus) berhenti menonton (film) Porno?

Sumber foto: psikologi.uin-malang.ac.id

Tepat pada tanggal 25 Mei 2016, yang adalah Dies Natalis PMKRI ke-69, Presiden Republik Indonesia, Bapak Joko Widodo menetapkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua Atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak. Perppu ini ditetapkan dengan pertimbangan, seperti termaktub pada point b (Menimbang); bahwa kekerasan seksual terhadap anak semakin meningkat  secara signifikan yang mengancam dan membahayakan jiwa anak, merusak kehidupan pribadi dan tumbuh kembang anak, serta mengganggu rasa kenyamanan, ketenteraman, keamana, dan ketertiban masyarakat.

Kekerasan seksual memang tidaklah baru-baru ini terjadi, sudah sejak dahulu. Kejadian yang menimpa YY di Bengkulu, NT remaja umur 15 tahun asal Lampung korban 19 pemuda di Bangka Belitung, IB yang duduk di bangku SMP pelaku yang mencabuli 4 bocah yang masih duduk di bangku Sekolah Dasar, dan masih banyak lagi kekerasan seksual terhadap anak, tidak hanya di Indonesia, di seluruh dunia hal ini terjadi. Terlepas dari pro dan kontra penetapan Perppu itu, sudah layak memang upaya pencegahan dilakukan, bukan hanya pemerintah (sebagai suatu lembaga), tapi terutama dari diri kita sendiri. Inilah yang akan menjadi fokus dari tulisan ini, pencegahan sejak dari diri kita sendiri.

Apa yang dibagikan oleh Ran Gavrieli pada channel TEDx yang dipublikasikan di YouTube pada tanggal 26 Oktober 2013 kiranya boleh kita terapkan. Alasan pada judul materinya (Why I stopped watching porn?) - Mengapa saya berhenti menonton (film) porno?) adalah; 1. Porn brought so much anger and violence, (Film) Porno menimbulkan banyak (sekali) amarah dan kekerasan 2. Only by watching porn I take part in creating a demand for filmed prostitution – Dengan menonton (film) porno saya turut andil menciptakan permintaan untuk mempilem pelacuran, bolehlah kita renungkan pelan-pelan sambil kita bahas.

Jawaban nomor satu sudah begitu jelas terpampang di depan kita, bahwa dengan menonton film porno kekerasan akan terjadi, dengan berbagai kasus yang terjadi di atas. Selanjutnya, kata Ran apa yang kita tonton akan menyerang kita. Kita tentu pernah menonton sebuah tontonan di televisi entah itu acara reality show seperti Indonesian Idol, The Voice, Stand Up Comedy, atau talk show Shareh Sechan misalnya, kita akan berfikir bagaimana kita seandainya berada di panggung yang megah itu dan atau menjadi presenter yang mendapat banyak tepukan tangan dari penonton? Kalau kalian tidak pernah, penulis pernah. Sama halnya jika kita menonton film porno, dia akan menyerang kita dan bayangkan hasrat untuk melakukannya akan terus terjadi jika kita tidak berhenti dari sekarang, jangan salahkan orang lain jika suatu saat nama anda akan terkenal sebagai pelaku kekerasan itu. 

Maka tidak heran memang dengan bebasnya mengakses film porno atau konten porno lainnya di internet diikuti dengan maraknya kekerasan seksual, terutama pada anak-anak. Mengapa pada anak?, karena anak adalah orang yang paling lemah, lemah dari berbgai sisi. Dari tenaga, anak tidak akan berdaya melawan tenaga orang dewasa yang memaksanya. Dari sisi finansial, banyak anak yang diimingi akan dikasih uang jika mau melakukan sesuatu termasuk sesuatu yang seharusnya tidak dilakukan. Kelemahan anak digunakan untuk melecehkan harkat dan martabat mereka. Bahkan ada beberapa orang dekat yang seharunya melindunginya malah berbuat tidak terhormat pada mereka.

Jawaban nomor dua sangat penting untuk diresapkan ke dalam kesadaran kita, hingga kita selalu aware bahwa memang di mana ada permintaan akan selalu ada penawaran, akan selalu ada yang menyediakannya, demi keuntungan. Untung yang diambil dari atas penderitaan orang lain. Maka dengan menonton film porno kita turut memberikan penderitaan kepada orang-orang yang ada di dalamnya. Tidak seorangpun bercita-cita menjadi pelacur. Prostitusi selalu terjadi dari sebuah masalah dan atau keadaan yang sukar, dari penderitaan. 

Tepatlah kiranya jargon Revolusi Mental yang dikampanyekan Presiden Joko Widodo sebelum jadi presiden, bahwa memang untuk menuju Indonesia yang hebat itu, mental dari masyarakat Indonesia harus berubah, termasuk dari kebiasaan menonton film porno.  Mental anak bangsa sudah jauh terpuruk, di bawah pengaruh buruk dari kemajuan teknologi yang tidak dipergunakan secara positif. Dengan kejadian-kejadian yang belakangan terjadi dan yang mungkin akan terjadi (jika kita masih tetap melakukan yang sama, tidak meninggalkan kebiasaan kita yang tidak baik), yang kiranya melukai hati, menggetarkan lebih sering jantung kita karena empati yang kita rasakan akhirnya memaksa kita untuk meninggalkan kebiasaan buruk kita selama ini. 

Sembari kita berharap bahwa Perppu yang baru saja ditetapkan Pesiden kita akan mengurangi tingkat kekerasan seksual terhadap anak, akan membuat para calon pelaku berfikir lagi dua kali sebelum melakukan aksinya, dan memberikan efek jera kepada para pelaku kejahatan ini kelak, marilah kita sekali lagi bertanya pada diri kita sendiri; Why I stopped watching porn?

Oleh: Tomson Sabungan Silalahi



Catatan: Tulisan ini sudah pernah dipublikasikan di kompasiana.com, indonesiana.tempo.co dan floresnews dengan judul yang di Indonesiakan. 

KOMENTAR

Ads

Nama

.id - Jejak Pencarian,3,1000 Lilin,1,1965,1,2019,1,3 Tahun,1,9 November,1,Adu Domba,1,Advokat,1,Agama,1,Ahok,1,AHY,1,akbid santa benedicta pontianak,1,Aksi 3 Tahun Jokowi-JK,1,Alfred,1,Alumni,1,Anak,2,Ananda,1,Anies,1,Anis Baswedan,1,Antikorupsi,1,Aquaman,1,Argentina,1,Artikel,25,Asian Games,1,Australia,1,Bahasa,1,Bahasa Inggris,3,Bakti Sosial,1,balaikota Jakarta,1,Bengkulu,1,Berbuah,1,Berita,74,Berita. Sumatra Utara,1,Berjuang,2,Berkarya,2,Berubah,1,Bidan,1,Biografi,1,Bitcoin,1,Black Panther,1,Black Pather,1,boarding pass,1,Budi Mulia,1,Buku,5,Bumi,1,Bunuh Diri,2,cadar,1,Candu,1,Candu Pesan,1,Candu Pesan Instan,1,Capres,1,Cawapres,1,Cerpen,5,Changi,1,Cinta,2,Cipayung,1,Cipayung Plus,1,Cookies and Bakery,1,Cooperative Learning,1,CR7,1,Crazy Rich Asians,1,Creative Minority,1,Curhat,1,Danau Toba,2,Dara. Kathulistiwa,1,Deepavali,1,Demokrasi,5,Devide et Impera,1,Dies Natalis PMKRI,1,Dilan,1,Diskusi Publik,1,Diwali,1,DIY,1,Djarot Saiful Hidayat.,1,Dogma,1,Doraemon,1,Dosa,1,DPR,2,Drama,1,Dunia,1,Duterte,1,Dwi,1,Emas,1,Eris,1,ESDM,1,Essai,2,Fakultas Kehutanan,1,Fandis,1,Fase,1,Feminin,1,fenomena,1,FIFA World Cup 2018,1,Film,1,Film Porno,1,Filsuf,1,Finansial,1,Forum Orang Muda Dunia,1,Fotografi,1,Fransiskus,1,Freeport,1,Frengki Simamora,2,Friska Sitorus,2,Fun Walk,1,Game,1,Garuda,1,Gaya Hidup,1,Gender,1,Genre Teks,1,Gereja,2,Gubernur,1,Guru,1,Hak Asasi Manusia,1,HAM,4,Harakiri,1,Harapan,1,Hari,1,Hari Bumi,1,Hari Pahlawan,1,Hati Gajah,1,Hegemoni,1,Henry Golding,1,herbal,1,Hindu,1,hoaks,2,Hoax,3,Holiday,1,Hong Kong,1,HUKUM,1,Human Rights,1,Human Trafficking,1,hutan,2,Hymne,1,Ignasius Jonan,1,Imunitas,1,Indonesia bangkit,2,informasi,2,Introver,1,ISKA,1,Istri,1,Jambi,1,Jaya,1,Jepang,1,JK,1,Jokowi,1,Kabupaten Sintang,1,Kalbar,1,Kalimantan Barat,2,Kampanye Sosial,1,Karakter,1,Katakanlah,1,Katolik,2,Kebosanan,1,Kecanduan,1,Kekerasan Anak,2,Kekerasan Polisi,1,Kekerasan Seksual,2,Kelompok Cipayung,2,Keluarga,3,Kemiskinan,1,Kepemimpinan,1,Kerabat Antropologi,1,Kerja Jaringan,2,Kesepian,1,Kita Indonesia,1,Kitabisa,1,KMK,1,Kominfo,1,Konflik,1,Konsumtif,1,Konten Negatif,1,Kontribusi,1,Korupsi,4,Koruptor,1,Kostulata,1,Kota,1,KPK,4,KPKR,1,Kreatif,1,Kritik Sastra,6,KSN,2,Kufur,1,Kurnia Patma,2,KWI,2,Larantuka,1,LDKM,1,Lingko Ammi,1,Liovina,1,Literasi,2,LKK,1,Low Budget,1,LPDP,2,Luka,2,Lut_q,1,MABIM,1,Mahasiswa,3,mahasiswa katolik,1,maliku,1,Maluku,1,Marz,1,Maumere,1,MDGs,1,Media online,1,Media Sosial,3,Membaca,6,Meme,1,Menangis,1,Menkominfo,1,Menulis,4,Mesir,1,Messi,1,Messiah,1,Milenial,1,Millennial,1,Minder,1,Mohctar Lubis,1,Moral Negara,1,Moralitas Negara,1,Mother Earth,1,MPAB,6,Muda,5,Myanmar,1,Nagakeo,1,Narkoba,1,Nasional,1,Natal,2,Nawa Cita,1,Nilai-nilai,1,Nommensen,1,NTT,3,Opening Ceremony,1,Opini,63,Orang Muda,4,Organisasi,4,Ormas,1,Pahlawan,1,Palopo,1,Pancasila,2,Papua,1,Partai Politik,1,Passport,1,Patriarkis,1,Paus,1,Pedagang,1,Pelantikan,2,Pelantikan Anggota Baru,1,Peluang,1,Pematangsiantar,3,Pembelajaran Kooperatif,1,Pemerintah,1,Pemimpin,2,Pemuda,4,Pemudi,1,Pendidikan,4,Pendidikan Indonesia,2,pengabdian,1,pengamat,1,Penjajahan,1,Penonton,1,Penulis,1,Peradaban,1,Perang,1,Perbedaan,1,Percaya Diri,1,Perempuan,2,perkebunan,1,PERPPU,1,Persimpangan,1,Pesan Instan,1,Pewarta,1,Philosophy Award,1,PMKRI,34,PMKRI Bengkulu,1,PMKRI Cab. Palopo,1,PMKRI Cabang Bengkulu,1,PMKRI cabang maumere,1,PMKRI cabang Pematangsiantar,1,PMKRI Cabang Tondano,1,PMKRI Cabang Yogyakarta,1,PMKRI Manokwari,1,PMKRI Pematangsiantar,5,Politikus,1,Politk,1,Pontianak,2,Portugal,1,PPDKS,1,Prancis,1,Presiden,1,Pribumi,1,psikologi,1,Puisi,18,Pulang,2,Pulang Kampung,1,Qiana,1,Radikal,1,Radikalisme,2,Refleksi,2,Refleksi Sumpah Pemuda,1,Reformasi,1,Review Buku,2,Riview,1,Robertus Dagul,1,Rohingya,2,Romo Prof. DR. Franz Magnis-Suseno,1,Ronaldo,1,Sahabat,1,Sangge-sangge,1,SBY,1,SDA,1,SDGs,1,SDM,1,SDN Nggoang,1,Sejawat,1,Sekolah,1,Seks,1,serai,1,Simalungun,1,Sinetron,1,SJ,1,sm3t,1,Sosdodihardjo,1,Sosial,2,Spirit,1,Sriwijaya Air,1,Stadium General,1,Studium Generale,1,Sukses,1,Sulawesi Utara,1,Sumpah Pemuda,2,Surat,1,Surat Terbuka,2,Suster,1,Sydney Opera House,1,Taruna Merah Putih,1,Tembok,1,Temu Pemuda Lintas Iman Kalbar,1,TEPELIMA,1,Thomas,1,Tiga,1,TMP,1,Tomson,2,Tomson Sabungan Silalahi,4,Tri Hari Suci,1,Trip N Vlog,1,TRIP N VLOG #PULANG KAMPUNG,1,Tungku Batu,1,UGM,1,UNIPA,1,Universitas HKBP Nommensen,1,Universitas pakuan bogor.,1,Universitas Tanjungpura,1,UNJ,1,Urban,1,Uruguay,1,UU MD3,1,Valentine,1,Vatikan,1,Vatkian,1,Veteran,1,Visi,1,Vox Point,1,wacana,2,wanita,1,War On Drugs,1,Wartawan,1,WiFi,1,World Youth Forum,1,WYF2017,2,Yesus,1,YLBHI,1,Yogen,7,Yogyakarta,1,Zaman Now,1,
ltr
item
katakanlah: Mengapa saya (harus) berhenti menonton (film) Porno?
Mengapa saya (harus) berhenti menonton (film) Porno?
Jawaban nomor dua sangat penting untuk diresapkan ke dalam kesadaran kita, hingga kita selalu aware bahwa memang di mana ada permintaan akan selalu ada penawaran, akan selalu ada yang menyediakannya, demi keuntungan.
http://psikologi.uin-malang.ac.id/wp-content/uploads/2015/07/kekerasan-pada-anak.jpg
katakanlah
https://www.katakanlah.com/2017/09/mengapa-saya-harus-berhenti-menonton.html
https://www.katakanlah.com/
https://www.katakanlah.com/
https://www.katakanlah.com/2017/09/mengapa-saya-harus-berhenti-menonton.html
true
8814382905702038148
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All rekomendasi LABEL arsip CARI ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy