Dari Politikus Singa Yang Tak Berhati Gajah

Oleh: Beni CF. Bame*

Salah satu sifat buruk para politikus bangsa selama ini masih memiliki sifat keraguan dan terlalu takut untuk mengambil keputusan. Coba kita refleksikan peran politikus setiap mengambil keputusan yang menguntungkan masyarakat. Mengapa saya katakan demikian, ketika mereka mencalonkan diri di Pilpres, Pilgub, dan Pileg banyak hal yang mereka janjikan. Katakanlah politikus itu janji manis di bibir dan hati bergelap tidak ada yang menepati janji dengan hati putih. Banyak mengunakan masyarakat sebagai objek (negatif) dalam  kampanye. 

Sebaiknya mari kita  belajar dari Singa yang memiliki kekuatan dan keberanian yang membuat semua hewan segan serta takut. Dari hal seperti inilah seharusnya politikus belajar. Agar berani dalam mengambil keputusan, serta kuat untuk menghadapi resiko yang telah diambil. Dengan itu juga ketika para politikus kalah bertarung dalam pertarungan jangan lupa sifat kita harus contohi  seperti Gajah sosok hewan yang bertumbuh gemuk bahkaan hatinya mudah untuk memaafkan.

Jadi, Kedua hewan ini menjadi bahan pembelajaran patut kita contohi sepanjang hidup kita dalam mengambil sikap siap sedia dalam pertarungan di panggung Pilpres, Pilgub, Pileg dll. Mengapa demikian realita yang kita hadapi saat ini para politikus yang kalah bertarung dan kalah yang ada simpan dendam sampai akhir hayat mereka bahkan sulit untuk memafkan. 

Dari kilasan tulisan ini tentunya mengetuk hati kita untuk menyiapkan diri dalam putaran kedua dan ketiga pemilihan serentak Pilgub 2018 mendatang dan Pilpres serta Pileg 2019 nantinya bagimana peran politikus harus benar menyadari kesalahan yang dilakukan selama beberapa tahun silam yang lalu untuk memperbaiki menjadi yang terbaik. Anehnya lagi, waktu mereka terpilih lupa akan janji bahkan komnikasi yang kita bangun mulai terputus. Lalu tiba hajatnya mereka calonkan diri kembali membuat baik bahkan merendahkan hati. Sosok politikus yang berhati seperti ini segera hapuskan dari muka bumi.

Oleh karena itu, bangsa kita yang menganut nilai demokrasi yang langsung umum bebas dan rahasia sudah mulai hilang bahkan terhapus nilai-nilai dasar demokrasi. Aktor dibalik ini siapa? Bangsa kita selama ini menganut nilai demokrasi terbaik urutan ke tiga dunia. Tiba-tiba mulai tercoret kotor di mata masyarakat. Apakah kita masih mencitai bangsa ini? Apakah kita masih menggunakan sistem demokrasi? Ataukah kita harus merubah sistem demokrasi yang dipilih rakyat kembalikan menjadi siatem pemilihan secara tidak langsung.

Jalan kegelapan yang dirintis oleh para politikus bangsa ini membuat konflik yang bertubi-tubi dari pusat hingga daerah tanpa ada rekonsiliasi perdamaian antara sesama para politikus, politikus dan masyarakat serta masyarakat dan masyarakat. Ini strategi politik adu domba yang tak hentinya bernyanyi di sepanjaang hidup.  

Oleh sebab itu, di Indonesia pada umumnya dan Papua serta Papua Barat akan bersiap diri untuk menyambut liga Pileg dan Pilpres  2018 dan 2019. Para petarung politikus sudah merentes di bawah telapak kaki masyarakat atau kampanye hitam sudah mulai jalan. Mengapa harus kita siapkan diri melihat kejadian di beberapa wilayah di Papua konflik yang terjadi. Maka Kita belajar dari masa lalu,  sejarah konflik di beberapa wilayah katakanlah paling merah yang hari ini tercatat dalam sejarah bangsa. Ini bukan aktor letak geografis atau sistem pemilihan yang salah melainkan para politikus yang ingin menguji materi alias ilmu yang dimiliki untuk mengadu dombakan masyarakat. 

Dengan demikian, kilas tulisan saya bertolak dari topik sang penguasa di atas berharap kita mengambil langkah dengan tindakan berani tetapi santun serta ramah dalam cara untuk memafkan sesama atas tindakan kita. Sekalipun saling menyalahkan dalam panggung demokrasi yang akan datang tetapi pentinglah saling memafkan. Semoga.

*Penulis adalah Ketua Presidium PMKRI Cabang Jayapura

KOMENTAR

Ads

Nama

.id - Jejak Pencarian,3,1000 Lilin,1,1965,1,2019,1,3 Tahun,1,9 November,1,Adu Domba,1,Advokat,1,Agama,1,Ahok,1,AHY,1,akbid santa benedicta pontianak,1,Aksi 3 Tahun Jokowi-JK,1,Alfred,1,Alumni,1,Anak,2,Ananda,1,Anies,1,Anis Baswedan,1,Antikorupsi,1,Aquaman,1,Argentina,1,Artikel,25,Asian Games,1,Australia,1,Bahasa,1,Bahasa Inggris,3,Bakti Sosial,1,balaikota Jakarta,1,Bengkulu,1,Berbuah,1,Berita,74,Berita. Sumatra Utara,1,Berjuang,2,Berkarya,2,Berubah,1,Bidan,1,Biografi,1,Bitcoin,1,Black Panther,1,Black Pather,1,boarding pass,1,Budi Mulia,1,Buku,5,Bumi,1,Bunuh Diri,2,cadar,1,Candu,1,Candu Pesan,1,Candu Pesan Instan,1,Capres,1,Cawapres,1,Cerpen,5,Changi,1,Cinta,2,Cipayung,1,Cipayung Plus,1,Cookies and Bakery,1,Cooperative Learning,1,CR7,1,Crazy Rich Asians,1,Creative Minority,1,Curhat,1,Danau Toba,2,Dara. Kathulistiwa,1,Deepavali,1,Demokrasi,5,Devide et Impera,1,Dies Natalis PMKRI,1,Dilan,1,Diskusi Publik,1,Diwali,1,DIY,1,Djarot Saiful Hidayat.,1,Dogma,1,Doraemon,1,Dosa,1,DPR,2,Drama,1,Dunia,1,Duterte,1,Dwi,1,Emas,1,Eris,1,ESDM,1,Essai,2,Fakultas Kehutanan,1,Fandis,1,Fase,1,Feminin,1,fenomena,1,FIFA World Cup 2018,1,Film,1,Film Porno,1,Filsuf,1,Finansial,1,Forum Orang Muda Dunia,1,Fotografi,1,Fransiskus,1,Freeport,1,Frengki Simamora,2,Friska Sitorus,2,Fun Walk,1,Game,1,Garuda,1,Gaya Hidup,1,Gender,1,Genre Teks,1,Gereja,2,Gubernur,1,Guru,1,Hak Asasi Manusia,1,HAM,4,Harakiri,1,Harapan,1,Hari,1,Hari Bumi,1,Hari Pahlawan,1,Hati Gajah,1,Hegemoni,1,Henry Golding,1,herbal,1,Hindu,1,hoaks,2,Hoax,3,Holiday,1,Hong Kong,1,HUKUM,1,Human Rights,1,Human Trafficking,1,hutan,2,Hymne,1,Ignasius Jonan,1,Imunitas,1,Indonesia bangkit,2,informasi,2,Introver,1,ISKA,1,Istri,1,Jambi,1,Jaya,1,Jepang,1,JK,1,Jokowi,1,Kabupaten Sintang,1,Kalbar,1,Kalimantan Barat,2,Kampanye Sosial,1,Karakter,1,Katakanlah,1,Katolik,2,Kebosanan,1,Kecanduan,1,Kekerasan Anak,2,Kekerasan Polisi,1,Kekerasan Seksual,2,Kelompok Cipayung,2,Keluarga,3,Kemiskinan,1,Kepemimpinan,1,Kerabat Antropologi,1,Kerja Jaringan,2,Kesepian,1,Kita Indonesia,1,Kitabisa,1,KMK,1,Kominfo,1,Konflik,1,Konsumtif,1,Konten Negatif,1,Kontribusi,1,Korupsi,4,Koruptor,1,Kostulata,1,Kota,1,KPK,4,KPKR,1,Kreatif,1,Kritik Sastra,6,KSN,2,Kufur,1,Kurnia Patma,2,KWI,2,Larantuka,1,LDKM,1,Lingko Ammi,1,Liovina,1,Literasi,2,LKK,1,Low Budget,1,LPDP,2,Luka,2,Lut_q,1,MABIM,1,Mahasiswa,3,mahasiswa katolik,1,maliku,1,Maluku,1,Marz,1,Maumere,1,MDGs,1,Media online,1,Media Sosial,3,Membaca,6,Meme,1,Menangis,1,Menkominfo,1,Menulis,4,Mesir,1,Messi,1,Messiah,1,Milenial,1,Millennial,1,Minder,1,Mohctar Lubis,1,Moral Negara,1,Moralitas Negara,1,Mother Earth,1,MPAB,6,Muda,5,Myanmar,1,Nagakeo,1,Narkoba,1,Nasional,1,Natal,2,Nawa Cita,1,Nilai-nilai,1,Nommensen,1,NTT,3,Opening Ceremony,1,Opini,63,Orang Muda,4,Organisasi,4,Ormas,1,Pahlawan,1,Palopo,1,Pancasila,2,Papua,1,Partai Politik,1,Passport,1,Patriarkis,1,Paus,1,Pedagang,1,Pelantikan,2,Pelantikan Anggota Baru,1,Peluang,1,Pematangsiantar,3,Pembelajaran Kooperatif,1,Pemerintah,1,Pemimpin,2,Pemuda,4,Pemudi,1,Pendidikan,4,Pendidikan Indonesia,2,pengabdian,1,pengamat,1,Penjajahan,1,Penonton,1,Penulis,1,Peradaban,1,Perang,1,Perbedaan,1,Percaya Diri,1,Perempuan,2,perkebunan,1,PERPPU,1,Persimpangan,1,Pesan Instan,1,Pewarta,1,Philosophy Award,1,PMKRI,34,PMKRI Bengkulu,1,PMKRI Cab. Palopo,1,PMKRI Cabang Bengkulu,1,PMKRI cabang maumere,1,PMKRI cabang Pematangsiantar,1,PMKRI Cabang Tondano,1,PMKRI Cabang Yogyakarta,1,PMKRI Manokwari,1,PMKRI Pematangsiantar,5,Politikus,1,Politk,1,Pontianak,2,Portugal,1,PPDKS,1,Prancis,1,Presiden,1,Pribumi,1,psikologi,1,Puisi,18,Pulang,2,Pulang Kampung,1,Qiana,1,Radikal,1,Radikalisme,2,Refleksi,2,Refleksi Sumpah Pemuda,1,Reformasi,1,Review Buku,2,Riview,1,Robertus Dagul,1,Rohingya,2,Romo Prof. DR. Franz Magnis-Suseno,1,Ronaldo,1,Sahabat,1,Sangge-sangge,1,SBY,1,SDA,1,SDGs,1,SDM,1,SDN Nggoang,1,Sejawat,1,Sekolah,1,Seks,1,serai,1,Simalungun,1,Sinetron,1,SJ,1,sm3t,1,Sosdodihardjo,1,Sosial,2,Spirit,1,Sriwijaya Air,1,Stadium General,1,Studium Generale,1,Sukses,1,Sulawesi Utara,1,Sumpah Pemuda,2,Surat,1,Surat Terbuka,2,Suster,1,Sydney Opera House,1,Taruna Merah Putih,1,Tembok,1,Temu Pemuda Lintas Iman Kalbar,1,TEPELIMA,1,Thomas,1,Tiga,1,TMP,1,Tomson,2,Tomson Sabungan Silalahi,4,Tri Hari Suci,1,Trip N Vlog,1,TRIP N VLOG #PULANG KAMPUNG,1,Tungku Batu,1,UGM,1,UNIPA,1,Universitas HKBP Nommensen,1,Universitas pakuan bogor.,1,Universitas Tanjungpura,1,UNJ,1,Urban,1,Uruguay,1,UU MD3,1,Valentine,1,Vatikan,1,Vatkian,1,Veteran,1,Visi,1,Vox Point,1,wacana,2,wanita,1,War On Drugs,1,Wartawan,1,WiFi,1,World Youth Forum,1,WYF2017,2,Yesus,1,YLBHI,1,Yogen,7,Yogyakarta,1,Zaman Now,1,
ltr
item
katakanlah: Dari Politikus Singa Yang Tak Berhati Gajah
Dari Politikus Singa Yang Tak Berhati Gajah
Sekalipun saling menyalahkan dalam panggung demokrasi yang akan datang tetapi pentinglah saling memafkan. Semoga.
https://3.bp.blogspot.com/-2iLdu1-LvYI/WgmK0sQaCAI/AAAAAAAAANg/abjLJJL4DYYwvQCsCIVds58CSE0wfw-mQCLcBGAs/s320/WhatsApp%2BImage%2B2017-11-13%2Bat%2B19.28.03.jpeg
https://3.bp.blogspot.com/-2iLdu1-LvYI/WgmK0sQaCAI/AAAAAAAAANg/abjLJJL4DYYwvQCsCIVds58CSE0wfw-mQCLcBGAs/s72-c/WhatsApp%2BImage%2B2017-11-13%2Bat%2B19.28.03.jpeg
katakanlah
https://www.katakanlah.com/2017/11/dari-politikus-singa-yang-tak-berhati.html
https://www.katakanlah.com/
https://www.katakanlah.com/
https://www.katakanlah.com/2017/11/dari-politikus-singa-yang-tak-berhati.html
true
8814382905702038148
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All rekomendasi LABEL arsip CARI ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy