Lembah Terindah Kebar Diancam Masuknya Kelapa Sawit

Dok. pribadi

Oleh : Beni Bame*

Keindahan lembah Kebar Kabupaten Tambrauw akhir ini menjadi terancam oleh eksploitasi perusahan industry kelapa sawit, kabupaten yang di juluki sebagai daerah konservasi karena keindahan flora dan fauna yang menghiasi batu karang pasir panjang Distrik Abun Kabupaten Tambrauw, daratan panjang dengan pemandangan luas lembah Kebar yang di hiasi burung cendrawasih. Kabupaten Tambrauw yang kini masuk dalam daftar keindahan ke tiga level internasional setelah, Pulau Komodo di NTT, Kabupaten Raja Empat dan Kabupaten Tambrauw. Kini menyimpang sejuta keindahan alam bebas dimana ketika kaki kita menginjak di Lembah Kebar dan memulai tengok kiri dan kanan tak memandang datangnya angin sepoi yang ingin membawa kehidupan kita ke dunia kebahagian.
Jadi, di papua kehidupan masyarakat tak terlepas dari hutan bagaikan tangan dan mata apabila mata menangis maka tanganlah yang menghapusnya sebaliknya tangan sakit maka matalah menangis. Itulah kilasan kehidupan manusia kriting rambut dan hitam kulit yang berada di Indonesia bagian Timur alias papua. Lebih menarik lagi, sebuah Filosofi singkat orang papua hutan itu diangap ibu yang memberikan makan bagi anak cucunya sepanjang hidup di bumi papua. Maka sepanjang itu siapapun dia harus menghormati nenek moyang leluhur mama di tanah papua karena tanpa mama kitapun tak ada di dunia yang fana ini.
Masyarakat papua sudah mengetahui apa manfaat, ancaman, dan kegunaan dari kelapa sawit, sejauh ini perusahan kelapa sawit membawa dampak negative lebih besar dengan ancaman hutan di pulau papua yang sangat tinggi. Mengapa papua itu di juluki sebagai ‘Surga Kecil yang jatuh ke bumi’ karena berbagai keindahan alam yang menghiasi tanah papua. Apabila pemerintah pusat dan daerah tidak control maka hutan di papua dengan sendirinya habis. Ini ancaman serius yang harus diperhatikan oleh pemerintah daerah dan pusat untuk mengawasi perusahan yang masuk di seluruh tanah Papua.
Sejak tahun 90an silam masuknya perusahan kelapa sawit di bumi cendrawasih daerah Keerom, Merauke Provinsi Papua dan Klamono Kabupaten Sorong Provinsi Papua Barat yang kini Indonesia  ekspor ke India, Pakistan, Malaysia, Belanda, Asia, Afrika, dan Amerika Selatan. Hari inipun Perusahan tersebut Telah mengancam hutan hijau di papua secara perlahan.
Perusahan industry kelapa sawit akhir-akhir ini telah mengancam manusia dan lingkuangan di papua Pada tahun 2007, sekitar 10 juta hektar hutan di Tanah Papua telah dialokasikan untuk Hak Pengusaha Hutan (HPH) dan sekitar 1,6 juta hektar dialokasikan untuk Hutan Tanaman Industri (HTI). Sementara khusus untuk perluasan (ekspansi) perkebunan kelapa sawit mencapai 7 juta hektar yakni 5 juta hektar di Provinsi Papua dan 2 juta hektar di Provinsi Papua Barat. Rencana ekspansi perkebunan sawit ini menjadi ancaman besar bagi masyarakat adat Papua juga karena hutan adatnya akan diklaim atas izin pemerintah oleh perusahaan. Hutan alam juga akan habis ditebang untuk industri minyak sawit, sementara sekitar 80% penduduk asli Papua masih hidup bergantung pada hasil hutannya sebagai peramu dan petani subsisten. 
Sementara itu juga undang-undang nomor 41 tahun 1999 pasal 4 Semua hutan di dalam wilayah Republik Indonesia termasuk kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh Negara untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat. (2) Penguasaan hutan oleh Negara sebagaimana dimaksud pada ayat (1) memberi wewenang kepada pemerintah untuk a. mengatur dan mengurus segala sesuatu yang berkaitan dengan hutan, kawasan hutan, dan hasil hutan; b. menetapkan status wilayah tertentu sebagai kawasan hutan atau kawasan hutan sebagai bukan kawasan hutan; dan mengatur dan menetapkan hubungan-hubungan hukum antara orang dengan hutan, serta mengatur perbuatan-perbuatan hukum mengenai kehutanan. (3) Penguasaan hutan oleh Negara tetap memperhatikan hak masyarakat hukum adat, sepanjang kenyataannya masih ada dan diakui keberadaannya, serta tidak bertentangan dengan kepentingan nasional.
Lebih parah lagi undang-undang tersebut masih abstrak bahkan akhir - akhir ini pengambilan keputusan semua terpusat bahkan kekuasaan sepenuhnya ada di tangan pemeritah pusat dan daerah untuk memberikan izin tanpa mempertimbangkan hutan adat. Karena di papua tidak ada hutan yang kosong semua dikuasai oleh hak pemilik wilayah.

SIAPA YANG MENIKMATI HUTAN ADAT DI PAPUA

Tentu saja Hutan adat di papua  bukan lagi milik masyarakat adat melainkan milik penguasa investor asing yang masuk dengan kekuatan negara untuk menghabiskan hutan di Papua. Sayangnya masyarakat ingin bertindak atas hutan mereka, alam mereka yang di eksploitasi mereka di aniaya, di pukul, di siksa bahkan mengambil nyawanya tanpa mempertimbangkan nilai kemanusiaan.
Oleh karena itu, hak masyarakat adat di papua diambil alih oleh Negara maka masyarakat papua sampai kapanpun tak bisa bersaing di dunia nasional bahkan level internasional dari aspek ekonomi. Banyak sekali perusahan yang masuk di papua berdasarkan informasi bank dunia bahwa 80% perusahan industry kelapa sawit yang illegal tanpa ada surat perijinan resimi oleh pemerintah pusat dan daerah. Pemerintah pusat juga harus mepertimbangkan hutan adat di papua secara serius, karena papua telah memberikan oksigen terbesar dunia maka hutan adat di papua harus di lindungi secara afektif dam efesien.
 Coba kita bayangkan luas pulau papua 808.105 km persegi tiga kali lipat dari pulau jawa yang di kuasai oleh perusahan. Bagimana dengan kehidupan orang papua di 20 sampai 30 tahun mendatang. Apakah pulau papua masih hijau atau tandus? Pertanyaan pukulan yang membangkitkan orang papua untuk melindungi tanah, hutan dan alam mereka.
Dengan demikian, kilas tulisan ini belum menjadi pukulan generasi muda papua untuk bangkit melawan daripada diam tertindas demi menyelamatkan hutan. Pemerintah Daerah Kabupaten Tambrauw segera mempertimbangkan hutan adat Lembah Kebar dan Tambrauw pada umumnya sebagai hutan adat bukan hutan milik perusahan kelapa sawit. Pemerintah pusat segera mengevaluasi secara total seluruh perusahan kelapa sawit di tanah papua yang mengancam habisnya hutan adat. Mari kita menjaga hutan kita sebagai ibu yang memberikan kita makan dan minum serta membesarkan kita sampai batas akhir hidup kita.

*Ketua Presidium Perhimpunan Mahasiswa katolik Republik Indonesia Cabang Jayapura


KOMENTAR

Ads

Nama

.id - Jejak Pencarian,3,1000 Lilin,1,1965,1,2019,1,3 Tahun,1,9 November,1,Adu Domba,1,Advokat,1,Agama,1,Ahok,1,AHY,1,akbid santa benedicta pontianak,1,Aksi 3 Tahun Jokowi-JK,1,Alfred,1,Alumni,1,Anak,2,Ananda,1,Anies,1,Anis Baswedan,1,Antikorupsi,1,Aquaman,1,Argentina,1,Artikel,25,Asian Games,1,Australia,1,Bahasa,1,Bahasa Inggris,3,Bakti Sosial,1,balaikota Jakarta,1,Bengkulu,1,Berbuah,1,Berita,74,Berita. Sumatra Utara,1,Berjuang,2,Berkarya,2,Berubah,1,Bidan,1,Biografi,1,Bitcoin,1,Black Panther,1,Black Pather,1,boarding pass,1,Budi Mulia,1,Buku,5,Bumi,1,Bunuh Diri,2,cadar,1,Candu,1,Candu Pesan,1,Candu Pesan Instan,1,Capres,1,Cawapres,1,Cerpen,5,Changi,1,Cinta,2,Cipayung,1,Cipayung Plus,1,Cookies and Bakery,1,Cooperative Learning,1,CR7,1,Crazy Rich Asians,1,Creative Minority,1,Curhat,1,Danau Toba,2,Dara. Kathulistiwa,1,Deepavali,1,Demokrasi,5,Devide et Impera,1,Dies Natalis PMKRI,1,Dilan,1,Diskusi Publik,1,Diwali,1,DIY,1,Djarot Saiful Hidayat.,1,Dogma,1,Doraemon,1,Dosa,1,DPR,2,Drama,1,Dunia,1,Duterte,1,Dwi,1,Emas,1,Eris,1,ESDM,1,Essai,2,Fakultas Kehutanan,1,Fandis,1,Fase,1,Feminin,1,fenomena,1,FIFA World Cup 2018,1,Film,1,Film Porno,1,Filsuf,1,Finansial,1,Forum Orang Muda Dunia,1,Fotografi,1,Fransiskus,1,Freeport,1,Frengki Simamora,2,Friska Sitorus,2,Fun Walk,1,Game,1,Garuda,1,Gaya Hidup,1,Gender,1,Genre Teks,1,Gereja,2,Gubernur,1,Guru,1,Hak Asasi Manusia,1,HAM,4,Harakiri,1,Harapan,1,Hari,1,Hari Bumi,1,Hari Pahlawan,1,Hati Gajah,1,Hegemoni,1,Henry Golding,1,herbal,1,Hindu,1,hoaks,2,Hoax,3,Holiday,1,Hong Kong,1,HUKUM,1,Human Rights,1,Human Trafficking,1,hutan,2,Hymne,1,Ignasius Jonan,1,Imunitas,1,Indonesia bangkit,2,informasi,2,Introver,1,ISKA,1,Istri,1,Jambi,1,Jaya,1,Jepang,1,JK,1,Jokowi,1,Kabupaten Sintang,1,Kalbar,1,Kalimantan Barat,2,Kampanye Sosial,1,Karakter,1,Katakanlah,1,Katolik,2,Kebosanan,1,Kecanduan,1,Kekerasan Anak,2,Kekerasan Polisi,1,Kekerasan Seksual,2,Kelompok Cipayung,2,Keluarga,3,Kemiskinan,1,Kepemimpinan,1,Kerabat Antropologi,1,Kerja Jaringan,2,Kesepian,1,Kita Indonesia,1,Kitabisa,1,KMK,1,Kominfo,1,Konflik,1,Konsumtif,1,Konten Negatif,1,Kontribusi,1,Korupsi,4,Koruptor,1,Kostulata,1,Kota,1,KPK,4,KPKR,1,Kreatif,1,Kritik Sastra,6,KSN,2,Kufur,1,Kurnia Patma,2,KWI,2,Larantuka,1,LDKM,1,Lingko Ammi,1,Liovina,1,Literasi,2,LKK,1,Low Budget,1,LPDP,2,Luka,2,Lut_q,1,MABIM,1,Mahasiswa,3,mahasiswa katolik,1,maliku,1,Maluku,1,Marz,1,Maumere,1,MDGs,1,Media online,1,Media Sosial,3,Membaca,6,Meme,1,Menangis,1,Menkominfo,1,Menulis,4,Mesir,1,Messi,1,Messiah,1,Milenial,1,Millennial,1,Minder,1,Mohctar Lubis,1,Moral Negara,1,Moralitas Negara,1,Mother Earth,1,MPAB,6,Muda,5,Myanmar,1,Nagakeo,1,Narkoba,1,Nasional,1,Natal,2,Nawa Cita,1,Nilai-nilai,1,Nommensen,1,NTT,3,Opening Ceremony,1,Opini,63,Orang Muda,4,Organisasi,4,Ormas,1,Pahlawan,1,Palopo,1,Pancasila,2,Papua,1,Partai Politik,1,Passport,1,Patriarkis,1,Paus,1,Pedagang,1,Pelantikan,2,Pelantikan Anggota Baru,1,Peluang,1,Pematangsiantar,3,Pembelajaran Kooperatif,1,Pemerintah,1,Pemimpin,2,Pemuda,4,Pemudi,1,Pendidikan,4,Pendidikan Indonesia,2,pengabdian,1,pengamat,1,Penjajahan,1,Penonton,1,Penulis,1,Peradaban,1,Perang,1,Perbedaan,1,Percaya Diri,1,Perempuan,2,perkebunan,1,PERPPU,1,Persimpangan,1,Pesan Instan,1,Pewarta,1,Philosophy Award,1,PMKRI,34,PMKRI Bengkulu,1,PMKRI Cab. Palopo,1,PMKRI Cabang Bengkulu,1,PMKRI cabang maumere,1,PMKRI cabang Pematangsiantar,1,PMKRI Cabang Tondano,1,PMKRI Cabang Yogyakarta,1,PMKRI Manokwari,1,PMKRI Pematangsiantar,5,Politikus,1,Politk,1,Pontianak,2,Portugal,1,PPDKS,1,Prancis,1,Presiden,1,Pribumi,1,psikologi,1,Puisi,18,Pulang,2,Pulang Kampung,1,Qiana,1,Radikal,1,Radikalisme,2,Refleksi,2,Refleksi Sumpah Pemuda,1,Reformasi,1,Review Buku,2,Riview,1,Robertus Dagul,1,Rohingya,2,Romo Prof. DR. Franz Magnis-Suseno,1,Ronaldo,1,Sahabat,1,Sangge-sangge,1,SBY,1,SDA,1,SDGs,1,SDM,1,SDN Nggoang,1,Sejawat,1,Sekolah,1,Seks,1,serai,1,Simalungun,1,Sinetron,1,SJ,1,sm3t,1,Sosdodihardjo,1,Sosial,2,Spirit,1,Sriwijaya Air,1,Stadium General,1,Studium Generale,1,Sukses,1,Sulawesi Utara,1,Sumpah Pemuda,2,Surat,1,Surat Terbuka,2,Suster,1,Sydney Opera House,1,Taruna Merah Putih,1,Tembok,1,Temu Pemuda Lintas Iman Kalbar,1,TEPELIMA,1,Thomas,1,Tiga,1,TMP,1,Tomson,2,Tomson Sabungan Silalahi,4,Tri Hari Suci,1,Trip N Vlog,1,TRIP N VLOG #PULANG KAMPUNG,1,Tungku Batu,1,UGM,1,UNIPA,1,Universitas HKBP Nommensen,1,Universitas pakuan bogor.,1,Universitas Tanjungpura,1,UNJ,1,Urban,1,Uruguay,1,UU MD3,1,Valentine,1,Vatikan,1,Vatkian,1,Veteran,1,Visi,1,Vox Point,1,wacana,2,wanita,1,War On Drugs,1,Wartawan,1,WiFi,1,World Youth Forum,1,WYF2017,2,Yesus,1,YLBHI,1,Yogen,7,Yogyakarta,1,Zaman Now,1,
ltr
item
katakanlah: Lembah Terindah Kebar Diancam Masuknya Kelapa Sawit
Lembah Terindah Kebar Diancam Masuknya Kelapa Sawit
hutan adat di papua terancam ekspansi kebun kelapa sawit
https://1.bp.blogspot.com/-pTDiBPtOUPw/Wh-0k1WvgfI/AAAAAAAAARg/bnt3ZSrZPSs-5XwuBXN41nCZhtn2dqEiwCLcBGAs/s320/beni%2Bbame.jpg
https://1.bp.blogspot.com/-pTDiBPtOUPw/Wh-0k1WvgfI/AAAAAAAAARg/bnt3ZSrZPSs-5XwuBXN41nCZhtn2dqEiwCLcBGAs/s72-c/beni%2Bbame.jpg
katakanlah
https://www.katakanlah.com/2017/11/lembah-terindah-kebar-diancam-masuknya.html
https://www.katakanlah.com/
https://www.katakanlah.com/
https://www.katakanlah.com/2017/11/lembah-terindah-kebar-diancam-masuknya.html
true
8814382905702038148
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All rekomendasi LABEL arsip CARI ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy