Let’s Talk About “Keperawanan”



Oleh: Carla Makay

Saat menulis artikel ini, saya sudah bisa membayangkan apa yang akan terjadi jika masyrakat menelan mentah-mentah artikel ini tanpa mempertimbangkan sisi positif yang terkandung di dalam tulisan ini. Sudah lama saya ingin mempersembahkan tulisan dengan topic ini, hanya saja langkah saya terhenti dikarenakan minimnya  bahan dan sumber yang mendukung buah pikir ini. And then saya menemukan keberanian dan orang-orang yang sepaham dengan topic ini dalam sebuah akun media social instagram “indonesiafeminis, mawarmerona, lawanpatriarki, asmaraku_id” yang akhirnya memantapkan niat saya untuk mulai buka suara tentang apa yang salah dan sudah terlanjud hidup di dalam paradigma masyarakat indonesia. Untuk teman-teman yang care dan mau belajar tentang teori feminisme dan keperempuanan, saya anjurkan untuk bisa ikuti akun diatas.

So...Let’s talk about “Keperawanan”

Ada tidak di antara teman-teman baik laki-laki maupun perempuan yang pernah mendengar ungkapan seperti ini “aku nggak maulah dapat cewe uda nggak perawan, masa aku uda menjaga punyaku, terus malah jadi sama  cewek yang nggak menjaga keperawanannya”, dan satu lagi; senakal-nakalnya cowok juga tetap pengen dapat cewek yang baik.

Dikira cewek baik-baik mau kali sama cowok nakal (pikirku)
Hahaha…sorry, ngakak…sumpah! 

Jika punya teman laki-laki kalian pasti sering mendengar ungkapan diatas.
Apakah ada yang salah dengan ungkapan diatas (renungkan sejenak)?

Bagi saya “YA” dan bagi sebagian orang tentu “TIDAK”!

Jika demikian, sebagai perempuan bolehkan saya mengajukan pernyataan dan pertanyaan yang sama sesuai dengan apa yang ada dibenak kami?

Hallo…senakal-nakalnya cewek, dia juga ingin laki-laki yang baik? lalu, salahnya dimana? karena dia perempuan?

Jika kalian meminta kami untuk menjaga keperawanan kami, apakah kalian bisa jujur tentang keperjakaan kalian? Karena perempuan perawan berhak menolak laki-laki yang tidak perjaka. Sayangnya ketidakperjakaan itu tidak bisa dibuktikan seperti keperawanan kami!

Perempuan selalu dituntut untuk tetap menjaga keperawanan dan tidak melibatkan diri dalam hal apapun yang berkaitan dengan seksualitas, sementara laki-laki bebas melakukan apa saja. Perempuan yang menunjukan seksualitas  entah dari omongan atau perbuatan dianggap perempuan nakal sementara laki-laki dianggap wajar padahal kita sama-sama manusia, kenapa harus dibeda-bedakan…maaf, mungkin bebrapa orang tidak mendukung kesetaraan gender.

Komentar dan Tanya jawab diatas sering kali kita temui dalam keseharian kita.  Lalu apakah tanggapan kita tentang hal tersebut? apakah mengiyakan atau membantah argument tersebut?

Pada dasarnya konsep tentang PERAWAN VS PERJAKA berasal dari konstruksi social masyarakat yang menjujung tinggi nilai-nilai social. Masyarakat Indonesia terutama laki-laki banyak yang salah kaprah tentang arti keperawanan sehingga mereka terjebak dalam kontruksi social itu sendiri. Banyak orang yang beranggapan bahwa perempuan yang tidak menjaga kesuciannya adalah perempuan tidak baik. Berbeda dengan laki-laki, perjaka ataupun tidak masyarakat tetap menganggungkan mereka.   Sayangnya, setiap tingkah laku, gaya berbicara, gaya berpakaian, dan setiap aktivitas perempuan selalu diberi label dengan tanda “WARNING”? perempuan selalu diberikan peringatan untuk tidak merokok, tidak miras, no sex, tidak boleh memakai bikini, tidak boleh ini, tidak boleh itu dan seterusnya. Terkadang terlintas dibenak bahwa apa yang perempuan lakukan adalah bentuk kompromi terhadap budaya. Berbeda dengan laki-laki yang dengan  bebasnya bisa melakukan apa saja. Dosakah jika kita dilahirkan sebagai perempuan? apakah salahnya jika perempuan menjadi manusia bebas, menjadi seperti apa yang mereka inginkan sama seperti laki-laki? bukankah kita diciptakan sama? lalu siapakah mereka yang berani dan berhak memberikan batasan melebihi Tuhan yang menciptakan kita?

Menariknya dibebrapa kesempatan diskusi ataupun pertemuan dengan beberapa teman-teman ada hal baru yang kita jumpai yakni pengetahuan yang lebih maju melewati peradaban. Benar kata pepatah, lingkungan membawa pengaruh besar bagi kemajuan berpikir. Banyak dari mereka yang menyayangkan konsep berpikir sebagian orang terutama laki-laki yang menilai perempuan karena selangkangan. Bagi mereka, tidak ada alat ukur yang dapat mengukur seseorang itu suci atau tidak, baik dan buruknya seseorang takarannya bukan keperawanan karena perawan itu hanya selaput yang ada di organ tubuh dan bukan soal moral. Selain dari pada itu, yang jauh lebih penting dan harus diperhatikan dari perempuan adalah kepribadian, karakter, kecerdasan, dan kedewasaan. Dan jika keperawanan perempuan masih dijadikan diskriminasi maka konstruksi social yang ada di masyarakat masih ada. Bagaimana bisa sebuah organ tubuh menjadi takaran bagi seorang manusia, sungguh tidak adil dan berat sebelah. Wanita berhak penuh atas tubuhnya, mengalahkan semua dalil-dalil semu yang ditulis oleh laki-laki. Masyarakat Indonesia harus sadar bahwa virginity bukan menjadi patokan kualitas moral seseorang. Salah satu contoh nyata kontruksi social yang masih melekat di dalam masyarakat kita yaitu adanya pemberlakukan tes keperawanan di beberapa instansi seperti TNI. Terus kapan ada tes keperjakaan?

Tulisan ini tidak mengajak kita untuk melakukan “seks bebas”, ulasan ini lebih kepada proses penyadaran mindset kita yang masih di jajah oleh konstruksi social. Ada beberapa fakta mengejutkan yang jarang diketahui masyarakat tentang beberapa aktvitas yang dapat mengakibatkan selaput darah sobek atau hilangnya keperawanan. Pertama, saat lahir selaput darah tebal dan celahnya kecil. Seiring waktu, selaput darah menipis dan celahnya membesar. Kedua, selaput darah bisa sobek karena aktivitas nonseksual (olahraga, kecelakaan, penggunaan tampon). Ketiga, tidak semua selaput darah sobek pada pengalaman seks pertama. Berdarah saat seks bisa disebabkan kurangnya lubrikasi pada vagina. Keempat, selain selaput darah yang masih utuh, vagina lebih sempit karena kontraksi otot pelvis. Ketegangan pada otot pelvis bisa menyebabkan kecemasan si perempuan. Pada intinya keperawanan itu tidak ada, keperawanan hanyalah konstruksi dalam budaya patriarki.

Modernasi boleh berkembang begitu cepat tapi belum mampu menghancurkan dinding stigma keperawanan yang dibangun oleh pemikiran manusia. Seharusnya manusia sudah bisa berpikir sesuai dengan tuntutan zaman yakni berpikir global walaupun berada di dalam masyarakat pedesaan. Maksud saya bukan tentang hal-hal negative seperti meninggalkan budaya kita dan menerima budaya barat sebagai pola hidup yang baru, atau mengajak setiap anak perempuan untuk melepaskan masa lajangnya. Tidak! Tidak seperti itu, sekali lagi tujuan tulisan ini lebih kepada perubahan pola mindset dan cara pandang setiap orang yang masih dikekang oleh pemikiran kuno seperti ini. Paradigma masyarakat sangat sensitive ketika  mendengar seorang anak perempuan yang hamil diluar nikah atau berhubungan seks dengan laki-laki yang dicintainya. Perempuan akan menjadi tontonan dan bahan gossip terhadap apa yang dilakukannya sedangkan laki-laki akan berada jauh diluar jangkaun masyarakat. Dua orang yang membuat kesalahan tapi perempuan yang menanggung derita tersebut. Jika benar masyrakat kita sudah cerdas, kenapa mereka lupa bahwa laki-laki juga ikut bertanggung jawab atas aib yang menyebar di masyarakat. Jika konstruksi social masyarakat tentang konsep keperawan ini benar, maka biarkan ia tetap berdiri kokoh ditengah-tengah kita, namun jika hal ini dianggap keliru maka kita perlu bekerja sama untuk meluruskan  pemahanan ini.

Kemajuan ilmu pengetahuan seharusnya menjadi motivasi bagi setiap orang untuk mulai peka pada kejanggalan-kejanggalan social budaya yang ada disekitar kita. Referensi bahan bacaan yang bisa didapatkan dimana saja seharusnya menjadi ajang bagi kita untuk bertukar pikiran dan bisa memberikan asupan gizi pada otak kita demi kokohnya wawasan. Sayangnya, banyak orang pintar yang sudah paham namun pura-pura pintar ketika dihadapkan pada masalah seperti ini. Ilmu pengetahuan yang sudah lama bersarang dikepala menjadi tertimbun oleh paradigm lama masyarakat yang salah.

Banyak cinta yang terpaksa di gantung karena kecewa mendapatkan perempuan yang tidak perawan. Banyak kasus KDRT karena kehadiran orang ketiga padahal perempuannya masih perawan. Banyak kasus kekerasan seksual pada laki-laki yang masih perjaka dan perempuan yang masih perawan. Banyak kasus perceraian karena kebutuhan seksual tidak terpenuhi. Banyak laki-laki perjaka yang nikah dengan perempuan yang tidak perawan namun hidup bahagia.

Lalu darimanakah pemikiran dangkal itu berasal bahwa keperawanan menjadi landasan keberhasilan dalam suatu hubungan? apa yang membuat kamu merasa lebih mulia dari seorang wanita hanya karena urusan selaput? Apakah kamu suci?

Jika yang dicari laki-laki hanya perempuan yang perawan untuk apa perempuan harus sekolah dan kerja? percuma perempuan perawan tapi tidak bisa di ajak bicara, tidak cerdas, sifafnya jelek, tidak setia, tidak jujur, yakin hubungan akan bahagia jika patokannya seperti ini?

Mari berpikir yang realistis, tidak ada manusia yang sempurna. Sekalipun perempuan sudah tidak perawan lagi bukan berarti itu akhir dari kebahagiannya untuk mendapatkan laki-laki yang baik. Setiap orang berhak mendapatkan seseorang yang baik  meskipun dia tidak perawan dan tidak perjaka lagi.

Mari saling jujur pada diri sendiri dan berhenti bersikap egois.

Jangan menjadi hakim bagi sesama manusia. Jika keperawanan bukan menjadi ukuran kebahagiaan seseorang jangan pernah mencari cela untuk menyalakannya.

Stop menjust seseorang hanya karena masalah selaput. Ingat, selaput adalah organ tubuh bukan ukuran moral seseorang! And Kehormatan wanita tidak bisa dinilai dengan kerawanan!

Kalo kamu menemukan perempuan yang tulus mencintaimu, baik hati, setia, dan ingin menjadi istri dan ibu yang baik, terus kamu mecampakannya hanya karena dia tidak perawan, selamat kamu baru saja kehilangan masa depan yang bahagia hanya karena masa lalu yang tidak bia dihapus anyway.

Semoga saja setelah tulisan ini tersebar, ada hal positif yang diperoleh seperti rangkaian percakapan cantik seperti ini:
Cewek: Aku uda nggak perawan?
Cowok: Terus kalo aku sayang bagaimana? emang ngaruh?
Justru setelah kamu tidak perawan kamu bisa tahu mana laki-laki baik dan jahanam.

Persembahan untuk feminis: kultur memuja keperawanan adalah perwujudan dari masyarakat yang amat PATRIARKIS!
#lawanpatriarki

KOMENTAR

Ads

Nama

.id - Jejak Pencarian,4,#fempop,1,1000 Lilin,1,11TahunKompasiana,1,1965,1,2018,1,2019,3,3 Tahun,1,9 November,1,Adu Domba,1,Advokasi,2,Advokat,1,Agama,1,Ahok,1,AHY,1,Aibon,1,akbid santa benedicta pontianak,1,Aksi 3 Tahun Jokowi-JK,1,Alfred,1,Alfredo,1,Alfredo Pance Saragih,1,Aliansi Mahasiswa Siantar Simalungun (AMSS),3,Alumni,1,Anak,2,Ananda,1,Ancaman Pemilu,1,Anies,1,Anis Baswedan,1,Antikorupsi,1,Aquaman,1,Argentina,1,Artikel,39,Asian Games,1,Australia,1,Bahasa,1,Bahasa Inggris,3,Bakti Sosial,1,balaikota Jakarta,1,Bapa Kami,1,Bedah Buku,1,Beijing,1,Belajar Online,1,Bengkulu,1,Berbuah,1,Berita,109,Berita Sumatera Utara,2,Berita. Sumatra Utara,2,Berjuang,2,Berkarya,2,Berubah,2,BeyondBlogging,1,Bidan,1,Biografi,1,Bitcoin,1,Black Panther,1,Black Pather,1,boarding pass,1,Budi Mulia,1,Budi Purba,1,Buku,5,Bumi,1,Bumi Manusia,1,Bunuh Diri,2,Bupati Simalungun,1,cadar,1,Camping Rohani,1,Candu,1,Candu Pesan,1,Candu Pesan Instan,1,Capres,1,Carla Makay,1,Catatan,2,Catatan Akhir Tahun,1,Cawapres,1,Cerpen,5,Cewek,1,Changi,1,chatting,1,Cinta,3,Cipayung,3,Cipayung Plus,2,Cookies and Bakery,1,Cooperative Learning,1,Corona,1,Corona Virus,4,Cosmas Batubara,1,COVID-19,3,CR7,1,Crazy Rich Asians,1,Creative Minority,1,Curhat,1,da Lopez,1,Danau Toba,2,Dara. Kathulistiwa,1,Deepavali,1,Deklarasi,1,Demokrasi,5,Devide et Impera,1,Di Jakarta Tuhan Diburu dan Dibunuh,1,Dies Natalis PMKRI,1,Dilan,1,Dion Dhima,1,Diskusi Publik,2,Disrupsi,1,Ditolak,1,Diwali,1,DIY,1,Djarot Saiful Hidayat.,1,DKJ,1,Doa,1,Dogma,1,Donor Darah,1,Doraemon,1,Dosa,1,DPC PMKRI Jakarta Pusat,1,DPR,2,DPRD Kota Pematangsiantar,1,Drama,1,Dunia,1,Duterte,1,Dwi,1,Ekaristi,1,Elit,1,Emas,1,Eris,1,ESDM,1,Essai,3,Fakultas Kehutanan,1,Fandis,1,Fase,1,Feminin,1,Feminis,2,Feminism,1,fenomena,1,FIFA World Cup 2018,1,Film,3,Film Porno,1,Filsuf,1,Finansial,1,Forum Orang Muda Dunia,1,Fotografi,1,Fransiskus,1,Freeport,1,Frengki Simamora,2,Friska Sitorus,2,Fun Walk,1,G30S PKI,1,Gading,1,Galang Dana,1,Game,1,Garuda,1,Gaya Hidup,1,Gender,1,Genre Teks,1,Gereja,2,Gilbert Lumoindong,1,GMKI,2,Goethe-Institut Indonesien,1,Gubernur,1,Gunungsitoli,1,Guru,1,Hak Asasi Manusia,1,HAM,4,Harakiri,1,Harapan,1,Hari,1,Hari Bumi,1,Hari guru,1,Hari Pahlawan,1,Hati Gajah,1,Hebei,1,Hegemoni,1,Henry Golding,1,herbal,1,Hindu,1,hoaks,2,Hoax,3,Holiday,1,Hong Kong,1,HUKUM,1,Human Rights,1,Human Trafficking,1,Hungary,1,hutan,2,Hymne,1,ID42NER,1,Ignasius Jonan,1,Ignatius Pati Ola,1,IKASANTRI,1,Imunitas,1,Indonesia bangkit,2,informasi,2,Introver,1,ISKA,1,Istri,1,Jakarta Pusat,1,Jambi,1,Jaya,2,Jepang,1,JK,1,Joker,1,Jokowi,2,Jomblo,1,Kabupaten Sintang,1,Kalbar,1,Kalimantan Barat,2,Kampanye Sosial,1,Karakter,1,Kartini,1,kasih,1,Katakanlah,1,Katolik,3,keadilan,2,Kebosanan,1,Kecanduan,1,Kecelakaan Pesawat,1,Kejaksaan Negeri Sinatar,1,Kekerasan Anak,2,Kekerasan Polisi,1,Kekerasan Seksual,2,Kekristenan,1,Kelompok Cipayung,2,Keluarga,3,Kemeristekdikti,1,Kemiskinan,1,Kepemimpinan,1,Keperawanan,1,Kerabat Antropologi,1,Kerja Jaringan,2,Kesepian,1,Kita Indonesia,2,Kita_Indonesia,1,Kitabisa,1,KMK,1,KMK USI,1,KNPI,2,KNPI Siantar,2,Komda III,2,Kominfo,1,Kompas,1,Kompasiana,1,Komunitas,1,Konferensi Studi Nasional,1,Konflik,1,Konsumtif,1,Konten Negatif,1,Kontribusi,1,Korupsi,7,Koruptor,1,Kostulata,1,Kota,1,Kota Pematangsiantar,2,KPK,8,KPKR,1,Kreatif,1,Kristen,1,Kritik Sastra,6,KSA,1,KSN,3,KSR,2,Kuala Namu,1,Kufur,1,KUPIKIR,2,Kurnia Patma,2,KWI,2,Larantuka,1,LDKM,1,Lem Aibon,1,Lingko Ammi,1,Liovina,1,Literasi,3,LKK,1,Lomba,1,Lomba Cipta Opini,1,Low Budget,1,LPDP,2,Luka,2,Lukisan,1,Lut_q,1,MABIM,2,Madura,1,Mahasiswa,5,mahasiswa katolik,1,maliku,1,Maluku,1,Manusia-manusia tidak berguna,1,Marz,1,Maumere,1,MDGs,1,Media online,1,Media Sosial,3,Membaca,6,Meme,1,Menangis,1,Menkominfo,1,Menristekdikti,1,Menulis,7,Mesir,1,Messi,1,Messiah,1,Migran,1,Milenial,2,Millennial,1,Minder,1,Mohctar Lubis,1,Moral Negara,1,Moralitas Negara,1,Mother Earth,1,MPA,1,MPAB,7,Muda,5,Myanmar,1,Nagakeo,1,Napza,1,Narkoba,1,Nasional,1,Natal,3,Nawa Cita,1,Nias,2,Nilai-nilai,1,Noam Chomsky.,1,Nommensen,1,Novel,1,NTB,1,NTT,3,Nyai Ontosoroh,1,Opening Ceremony,1,Opini,76,Orang Miskin,1,Orang Muda,4,Organisasi,4,Ormas,1,Pacaran,1,Pagi Bening,1,Pahlawan,1,Palopo,1,Pancasila,2,Papua,4,Partai Politik,1,Passport,1,Patriarkis,1,Paus,1,Paus Fransiskus,1,Pedagang,1,Pelantikan,3,Pelantikan Anggota Baru,1,Pelatihan jurnalistik,3,Peluang,1,Pematangsiantar,7,Pembelajaran Kooperatif,1,Pemberantasan,1,Pemerintah,1,Pemilu,1,Pemimpin,2,Pemko pematangsiantar,1,Pemuda,5,Pemuda Milenial,1,Pemudi,1,Pendidikan,4,Pendidikan Indonesia,2,pengabdian,1,pengamat,1,Pengantar,1,Penjajahan,1,Penonton,1,Penulis,1,Peradaban,1,Perang,1,Perbedaan,1,Percaya Diri,1,Perempuan,3,Perjuangan,1,perkebunan,1,PERPPU,2,Persepuluhan,1,Persimpangan,1,Pesan Instan,1,Pesawat,1,Pewarta,1,Philosophy Award,1,Pilpres,1,PMKRI,50,PMKRI Bengkulu,1,PMKRI Cab. Palopo,1,PMKRI Cab. Pematangsiantar,5,PMKRI CAB.PEMATANGSIANTAR,8,PMKRI Cabang Bengkulu,1,PMKRI Cabang Kupang,1,PMKRI cabang maumere,1,PMKRI cabang Pematangsiantar,3,PMKRI Cabang Tondano,1,PMKRI Cabang Yogyakarta,1,PMKRI Manokwari,1,PMKRI Pematangsiantar,6,Politikus,1,Politk,1,Pontianak,2,Pop,1,Portugal,1,PPDKS,1,Prabowo,1,Prancis,1,Presiden,1,Pribumi,1,PSI,1,psikologi,1,Puisi,22,Pulang,2,Pulang Kampung,1,Qiana,1,Quilt,1,R. Wahyu Handoko,1,Radikal,1,Radikalisme,2,RAKERCAB,1,Rasisme,1,Refleksi,2,Refleksi Sumpah Pemuda,1,Reformasi,1,retreat,1,retret,1,Reuni,1,Review Buku,2,Revisi UU KPK,2,Riview,1,Robertus Dagul,1,Rohingya,2,Romo Prof. DR. Franz Magnis-Suseno,1,Ronaldo,1,Ruang Publik,1,Sahabat,1,Sangge-sangge,1,SBY,1,SDA,1,SDGs,1,SDM,1,SDN Nggoang,1,Sejarah,1,Sejawat,1,Sekolah,1,Seks,1,Selvi,1,Seminar Nasional,3,Sensory Ethnography,1,serai,1,Shelter,1,SiaranPersKemenristekdikti,1,sibuk,1,Sihaporas,1,Simalungun,3,Sinetron,1,SJ,1,sm3t,1,Sosdodihardjo,1,Sosial,3,Spirit,1,Sriwijaya Air,1,Stadium General,1,Studium Generale,1,Study Tour,1,Study Tour Ke Tiongkok,1,Sukses,1,Sulawesi Utara,1,Sumpah Pemuda,2,Surat,1,Surat Terbuka,2,Surya Tjandra,1,Suster,1,Sydney Opera House,1,Taiwan,1,Taruna Merah Putih,1,Teater Arsip,1,Teater Kecil,1,Tembok,1,Temu Pemuda Lintas Iman Kalbar,1,TEPELIMA,1,Thomas,1,Tiga,1,TIM,2,Tiongkok,1,TMP,1,Tomson,5,Tomson Sabungan Silalahi,8,Transformasi,2,Tri Hari Suci,1,Trip N Vlog,1,TRIP N VLOG #PULANG KAMPUNG,1,Tungku Batu,1,UGM,1,UNIPA,1,Universitas HKBP Nommensen,1,Universitas pakuan bogor.,1,Universitas Simalungun,1,Universitas Tanjungpura,1,UNJ,1,Urban,1,Uruguay,1,UU MD3,1,Valentine,3,Vatikan,2,Vatkian,1,Veteran,1,Visi,1,Vox Point,1,wacana,2,walikota pematangsiantar,1,wanita,1,War On Drugs,1,Wartawan,1,whatsapp,1,WiFi,1,World Youth Forum,1,WYF2017,2,Yesus,2,YLBHI,1,Yogen,7,Yogen Sogen,2,Yogyakarta,1,Young Entrepreneurship,1,Zaman Now,1,
ltr
item
katakanlah: Let’s Talk About “Keperawanan”
Let’s Talk About “Keperawanan”
Lalu darimanakah pemikiran dangkal itu berasal bahwa keperawanan menjadi landasan keberhasilan dalam suatu hubungan? apa yang membuat kamu merasa lebih mulia dari seorang wanita hanya karena urusan selaput? Apakah kamu suci? Opini, Feminis, Keadilan, Keperawanan, Carla Makay
https://1.bp.blogspot.com/-8OwLXlXruJg/XSYU_tMbypI/AAAAAAAAA0I/7TZpKrhV-qIT7QavUuVOq46NRIbN8W5OACLcBGAs/s640/Carla.jpg
https://1.bp.blogspot.com/-8OwLXlXruJg/XSYU_tMbypI/AAAAAAAAA0I/7TZpKrhV-qIT7QavUuVOq46NRIbN8W5OACLcBGAs/s72-c/Carla.jpg
katakanlah
https://www.katakanlah.com/2019/07/lets-talk-about-keperawanan.html
https://www.katakanlah.com/
https://www.katakanlah.com/
https://www.katakanlah.com/2019/07/lets-talk-about-keperawanan.html
true
8814382905702038148
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All rekomendasi LABEL arsip CARI ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy