TENANG DAN CERDAS HADAPI COVID-19

Gambar dari CNBC Indonesia
Oleh: Putra Jaya Raya Saragih*


Corona Virus (Covid-19)  pertama kali berasal dari Wuhan China diakhir November 2019, pada bulan Januari 2020 adalah awal penularan  terbesar di Wuhan dimana menembus 102.257 kasus positif terinfeksi, kendati menewaskan 3.492 orang, kondisi pasien pulih 50% dari keseluruhan kasus atau 57.659 dinyatakan sembuh.

Penularan virus corona terus meningkat dengan sangat cepat menular hinga ke berbagai negara. Menurut data dari Wordometers update 17 Maret 2020, jumlah Negara terpapar Covid-19 sudah mencapai 163 Negara, jumlah terinfeksi terbesar di Cina, Italia, Iran, Spanyol, Korea, Jerman, US, dst. Konfirmed Covid-19 di 69 Negara berjumlah diatas 50 orang. dan 83 Negara lainnya dibawah 30 orang  jumlah positif Covid-19. Indonesia berada di urutan ke 43 dengan jumlah 134 Positif Covid-19, 5 orang meninggal , 8 orang sembuh dan 121 orang dalam perawatan.

Dari 163 negara terebut, 182.598 kasus positif terinfeksi, 7.171 (4%) meninggal dan 79.881(44%) sembuh, artinya ada sekitar 66 % lagi yang sedang dalam perwatan. Tingkat kematian Covid-19 masih lebih kecil dibandingkan dengan epidemi MERS 34,4% (2012-2019), SARS 9,6 % (2002-2003). Tapi kenapa kita kesannya sangat kawatir menghadapi Covid-19 padahal Negara kita telah perna mengalami virus flu burung tahun 2005-2006 dengan tingkat kematian 70 %? Ada apa dengan Covid-19?  

Penularan Covid-19 begitu cepat, virus ini mampu menular dari satu orang ke banyak orang tanpa terlihat gejala terinpeksi pada orang tersebut telebih dalahu. Virus ini dapat menular melalui sentuhan, pernapasan, dan mata. Kebiasaan tidak mengarantina diri saat sakit  akan memperburuk keadaan, karena kemungkinan akan menularkan virus ke orang lain. Sehingga, tidak butuh waktu yang lama, orang disekitar dapat terpapar virus yang sama.

Selain penyebaran Covid-19 yang begitu cepat, penyebaran hoax terhadap virus ini lebih cepat lagi bahkan mengalahkan kecepatan virus itu sendiri berkali-kali lipat. Akibatnya kita terlalu kawatir, reaktif, salah mengambil tindakan bahkan menimbulkan masalah baru. Seperti contoh, selang satu hari setelah Presiden Jokowi mengumumkan Indonesia positif corona, beberapa warga sangat kawatir dan rame –rame memborong bahan makanan, berebut masker, di sejumlah Mall/mini market di DKI Jakarta dan Jawa barat seolah kita gagap dalam menghadapi Covid-19.

Covid-19 adalah masalah serius, dia menyebar dengan begitu cepat dan reaktif, kana itulah kita baiknya hadapi dengan tenang, kritis dan bersatu hadapi Covid-19. Melalui spirit goodwill dalam berbagi, penulis mencoba menuangkan pemikiran dalam menghadapi artikel, semoga boleh bagian dari solusi.

Bagaimana menangkal hoax Covid-19? yang lebih menyeramkan adalah virus ketakutan, yang tersebar begitu cepat. Ditengah distrupsi informasi, berita benar beredar disalip lebih cepat  dengan hoax, secara tidak sadar, kadang kita telah ikut menyebarkan hoax tanpa meng-kroscek terlebih dahulu ke berbagai sumber terpercaya. Jika anda menyadarinya, segeralah konfirmasi atau menghapus hoax yang terlanjur anda share.
Hoax, yang bisanya dalam bentuk singkat, begitu meyakinkan, jangan mudah percaya. Segeralah cek kebenaranya, bandingkan dengan info yang ada di kementrian kesehatan, media nasional, atau cek keakuratan sumber berita yang dicatut. Selain itu, Hoax juga kerap disebar melalui meme. Meme yang kesannya lucu, yang biasanya memplintir berita benar menjadi lelucon menjadi misleading (menyesatkan), dan menyuburkan hoax yang sedang beredar.

Salah satu menangkal hoax adalah dengan mengetahui landscape yang lebih luas terkait Covid-19 melalui membaca media nasional (kompas, Tempo, CNN, MI, dll) dan media asing (BBC news, Guardian news, wordometers, CNA, dll). Dengan mendapat informasi dari banyak sumber, secara otomatis critical thinking atau nalar kita semakin aktif memilah mana berita yang benar atau hoax. (untuk media asing, jangan kawatir Bagi yang belum terbiasa, google akan membantu anda).

Humanisme dan budaya baru
Dari segi medis dalam hal penanggulangan Covid-19 sudah cukup jelas, kita cukup mematuhi protocol kesehatan dari WHO yang telah dibumikan pemerintah dengan berbagai kebijakan. Kita layak mengapreasiasi kerja keras pemerintah dalam menghadapi Covid-19 melalui tindakan yang koopertif, mengendalikan diri, bersatu lawan pandemic Covid-19.

Kita tidak tau kapan dan dimana Covid-19 sedang berada, yang dapat kita lakukan memulai pencegahan dari diri sendiri, yakni menjaga Imun tubuh  melalui konsumsi vitamin C, makanan bergizi, menjaga cairan tubuh dan stamina tubuh. Menjaga kebersihan, dan menghindari kerumanan banyak orang.

Virus corona sedang mendesak manusia agar bertanggung jawab terhadap dirinya sendiri tanpa berdampak negative pada orang lain. Contohnya adalah disiplin hidup bersih dan berhemat. Yang sebelumnya kita bebas melakukan apa saja, berpoya-poya, dan lain-lain, sekarang kita harus menahan diri untuk melakukan semua yang kita suka. Dia (Covid-19) memaksa kita untuk melakukan perubahan besar, beradaptasi aturan main Covid-19. Dia memaksa kita untuk saling menjaga satu sama lain, kalau tetap egois, dan tidak peduli sama orang lain maka semua akan menanggung resikonya.

Dalam hal ini setiap orang harus mawas diri, mencari informasi yang cukup sehingga kita lebih tenang dan tidak gegabah dalam bertindak. Selanjutnya, harmonikan irama untuk melawan Covid-19. Dengan sadar dan desakan dari dalam diri mulailah melakukan isolasi mandiri, terutama bagi yang sedang kurang sehat seperti flu, demam, pneumonia, atau penyakit pernapasan lainnya, untuk mengurangi resiko penularan virus korona. Mulai  menerapkan hidup bersih, rajin cuci tangan, dan untuk sementara menunda berjabat tangan, bepergian jika tidak penting.

Berbagai masalah yang dihadapi oleh manusia awal tahun 2020 ini mulai dari Banjir besar Jakarta, Kebakaran hutan terbesar di Australia, Banjir di dubai, Badai di Amerika, Ratusan juta belalang serbu Afrika hingga  Covid-19 adalah teka-teki yang kian delum dapat solusinya. Datang menyerang manusia di segala tempat, tanpa memperhatikan apakah itu tempat suci, pasar tradisonal, mall, pariwisata, dll.  Serangkaian peristiwa itu ibarat membuka tabir, menembus sekat-sekat yang dibangun oleh manusia dengan kekuatan Agama hingga ekonomi.

Secara husus Covid-19 yang nyata didepan banyak warga dunia (163 Negara), dia sedang menguji kualitas humanisme warga dunia, kita seolah diingatkan bawah Kemanusiaan (Humanisme) harus ditumakan, Kekuatan Iman (agama)  dan kekuatan ekomomi mesti digunakan untuk memperkuat rasa kemanusiaan, bukan untuk memecah belah, saling serang, atau mengambil kesempatan untuk memperkaya diri/kelompok ditengah-tengah bencana atau pun (ke depan) tidak memperkaya diri dengan mengabaikan nilai nilai kemanusiaan. Inilah tantangan kemanusiaan saat ini, apakah kita mampu? Pasti, jika ada kemauan.

Apakah kehadiran Covid-19 membawa kita ke peradaban baru? Sementara, banyak terjadi perubahan tata cara secara besar besar, beberap Negara lockdown, sebagaian besar Negara menagguhkan kegiatan keagamaan, olah raga hingga meliburkan sekolah dan mengahabiskan lebih banyak waktu di rumah. Di Indonesia, Pemerintah telah menerapakan belajar jarak jauh, rapat terbatas cabinet jarak jauh, pegawai sebagian bekerja dirumah, semua connected by internet. Pemerintah mendorong Masyarakat agar mengurangi aktivitas dari keramaian dan memperbanyak aktivitas dirumah. Seperti: Ibadah, bekerja, belajar, dari rumah.

Beberapa Kampus telah meliburkan mahasiswanya, semua pembelajaran jarak jauh, Ujian, magang dan beberapa kegiatan lain ditunda, hingga Anak asrama dianjurkan pulang kerumah. Contohnya, dalam surat edaran UI kepada mahasiswa dalam menginplementasikan Pembelajaran jarak Jauh (PJJ) meminta Mahasiswa/I yang menghuni  Asrama UI dan Rumah kost di sekitas Kampus UI untuk  pulang kerumah orangtua masing masing.  Kebijakan yang sama juga dilakukan oleh Kampus IPB.  Dan sangat besar kemungkinan akan diikuti oleh kampus lain.

Penulis tidak mau mengatakan kebijakan untuk meminta mahasiswa pulang kekampung masing-masing sudah tepat atau tidak. Pihak Kampus IPB dalam surat edarannya meminta bagi mahasiswa yang sakit agar berobat ke rumah sakit terlebih dahulu, dan pulang setelah benar benar sehat.  Mengingat penyebaran virus corona yang begitu cepat, dan virus dapat menular tanpa menunjukkan gejala, terutap yang Imun tubuhya kuat. Kekwatiran yang muncul adalah mahasiswa yang pulang ke rumah orang tua masing masing berpeluah membawa virus (carrier) jika ini terjadi maka penyebaran virus justru semakin cepat.

Keputusan meminta mahasiswa pulang ke rumah orang tua, akan meningkatkan arus mudik dan ini sedikit berlawanan dengan anjuran pemerintah untuk mengurangi perjalan dengan tetap tinggal di rumah. Bukankah bagi mahasiswa, kos atau asrama adalah rumah kedua baginya? Tinggal di kos atau asrama untuk lebih konsentrasi belajar adalah keputusan yang lebih tepat.

Pun demikian, kebijakan itu telah dikeluarkan oleh beberapa pihak Universitas. Maka pihak kampus harus memastikan Mahasiswa yang pulang benar-benar sehat, dan pemerintah daerah melakukan pengecekan ulang (antisipasi), bagi mahasiswa yang pulang juga harus mematuhi protokol kesehatan dari pemerintah maupun kampus terkait. Dalam hal ini butuh kerja sama yang baik, antar pemerintah pusat, pemerintah daerah hingga ke masyarakat. 

Kita tidak tau apa yang terjadi setelah novel Covid-19 ini, yang pasti sesuatu yang baru akan hadir dan kita harus siap. Sejumlah permasalahan di berbagai bidang akan turut mengikutinya, kesehatan, ekonomi, politik, pendidikan, dll. Keempat hal ini harus dikelola dengan hati-hati oleh pemerintah dan segenap masyarakat. Di atas segala itu, nilai kemanusiaan adalah benang merah penyeimbang keempat permasalahan di atas, dengan mengedepankan nilai kemanusiaan ini demi kebaikan bersama.

Lebih tenang, jaga diri, saling menjaga, kita pasti bisa.  Semoga!

*Penulis adalah Ketua Presidium PMKRI Pematangsiantar periode 2017-2018

KOMENTAR

Ads

Nama

.id - Jejak Pencarian,4,#fempop,1,1000 Lilin,1,11TahunKompasiana,1,1965,1,2018,1,2019,3,3 Tahun,1,9 November,1,Adu Domba,1,Advokasi,2,Advokat,1,Agama,1,Ahok,1,AHY,1,Aibon,1,akbid santa benedicta pontianak,1,Aksi 3 Tahun Jokowi-JK,1,Alfred,1,Alfredo,1,Alfredo Pance Saragih,1,Aliansi Mahasiswa Siantar Simalungun (AMSS),3,Alumni,1,Anak,2,Ananda,1,Ancaman Pemilu,1,Anies,1,Anis Baswedan,1,Antikorupsi,1,Aquaman,1,Argentina,1,Artikel,39,Asian Games,1,Australia,1,Bahasa,1,Bahasa Inggris,3,Bakti Sosial,1,balaikota Jakarta,1,Bapa Kami,1,Bedah Buku,1,Beijing,1,Belajar Online,1,Bengkulu,1,Berbuah,1,Berita,109,Berita Sumatera Utara,2,Berita. Sumatra Utara,2,Berjuang,2,Berkarya,2,Berubah,2,BeyondBlogging,1,Bidan,1,Biografi,1,Bitcoin,1,Black Panther,1,Black Pather,1,boarding pass,1,Budi Mulia,1,Budi Purba,1,Buku,5,Bumi,1,Bumi Manusia,1,Bunuh Diri,2,Bupati Simalungun,1,cadar,1,Camping Rohani,1,Candu,1,Candu Pesan,1,Candu Pesan Instan,1,Capres,1,Carla Makay,1,Catatan,2,Catatan Akhir Tahun,1,Cawapres,1,Cerpen,5,Cewek,1,Changi,1,chatting,1,Cinta,3,Cipayung,3,Cipayung Plus,2,Cookies and Bakery,1,Cooperative Learning,1,Corona,1,Corona Virus,4,Cosmas Batubara,1,COVID-19,3,CR7,1,Crazy Rich Asians,1,Creative Minority,1,Curhat,1,da Lopez,1,Danau Toba,2,Dara. Kathulistiwa,1,Deepavali,1,Deklarasi,1,Demokrasi,5,Devide et Impera,1,Di Jakarta Tuhan Diburu dan Dibunuh,1,Dies Natalis PMKRI,1,Dilan,1,Dion Dhima,1,Diskusi Publik,2,Disrupsi,1,Ditolak,1,Diwali,1,DIY,1,Djarot Saiful Hidayat.,1,DKJ,1,Doa,1,Dogma,1,Donor Darah,1,Doraemon,1,Dosa,1,DPC PMKRI Jakarta Pusat,1,DPR,2,DPRD Kota Pematangsiantar,1,Drama,1,Dunia,1,Duterte,1,Dwi,1,Ekaristi,1,Elit,1,Emas,1,Eris,1,ESDM,1,Essai,3,Fakultas Kehutanan,1,Fandis,1,Fase,1,Feminin,1,Feminis,2,Feminism,1,fenomena,1,FIFA World Cup 2018,1,Film,3,Film Porno,1,Filsuf,1,Finansial,1,Forum Orang Muda Dunia,1,Fotografi,1,Fransiskus,1,Freeport,1,Frengki Simamora,2,Friska Sitorus,2,Fun Walk,1,G30S PKI,1,Gading,1,Galang Dana,1,Game,1,Garuda,1,Gaya Hidup,1,Gender,1,Genre Teks,1,Gereja,2,Gilbert Lumoindong,1,GMKI,2,Goethe-Institut Indonesien,1,Gubernur,1,Gunungsitoli,1,Guru,1,Hak Asasi Manusia,1,HAM,4,Harakiri,1,Harapan,1,Hari,1,Hari Bumi,1,Hari guru,1,Hari Pahlawan,1,Hati Gajah,1,Hebei,1,Hegemoni,1,Henry Golding,1,herbal,1,Hindu,1,hoaks,2,Hoax,3,Holiday,1,Hong Kong,1,HUKUM,1,Human Rights,1,Human Trafficking,1,Hungary,1,hutan,2,Hymne,1,ID42NER,1,Ignasius Jonan,1,Ignatius Pati Ola,1,IKASANTRI,1,Imunitas,1,Indonesia bangkit,2,informasi,2,Introver,1,ISKA,1,Istri,1,Jakarta Pusat,1,Jambi,1,Jaya,2,Jepang,1,JK,1,Joker,1,Jokowi,2,Jomblo,1,Kabupaten Sintang,1,Kalbar,1,Kalimantan Barat,2,Kampanye Sosial,1,Karakter,1,Kartini,1,kasih,1,Katakanlah,1,Katolik,3,keadilan,2,Kebosanan,1,Kecanduan,1,Kecelakaan Pesawat,1,Kejaksaan Negeri Sinatar,1,Kekerasan Anak,2,Kekerasan Polisi,1,Kekerasan Seksual,2,Kekristenan,1,Kelompok Cipayung,2,Keluarga,3,Kemeristekdikti,1,Kemiskinan,1,Kepemimpinan,1,Keperawanan,1,Kerabat Antropologi,1,Kerja Jaringan,2,Kesepian,1,Kita Indonesia,2,Kita_Indonesia,1,Kitabisa,1,KMK,1,KMK USI,1,KNPI,2,KNPI Siantar,2,Komda III,2,Kominfo,1,Kompas,1,Kompasiana,1,Komunitas,1,Konferensi Studi Nasional,1,Konflik,1,Konsumtif,1,Konten Negatif,1,Kontribusi,1,Korupsi,7,Koruptor,1,Kostulata,1,Kota,1,Kota Pematangsiantar,2,KPK,8,KPKR,1,Kreatif,1,Kristen,1,Kritik Sastra,6,KSA,1,KSN,3,KSR,2,Kuala Namu,1,Kufur,1,KUPIKIR,2,Kurnia Patma,2,KWI,2,Larantuka,1,LDKM,1,Lem Aibon,1,Lingko Ammi,1,Liovina,1,Literasi,3,LKK,1,Lomba,1,Lomba Cipta Opini,1,Low Budget,1,LPDP,2,Luka,2,Lukisan,1,Lut_q,1,MABIM,2,Madura,1,Mahasiswa,5,mahasiswa katolik,1,maliku,1,Maluku,1,Manusia-manusia tidak berguna,1,Marz,1,Maumere,1,MDGs,1,Media online,1,Media Sosial,3,Membaca,6,Meme,1,Menangis,1,Menkominfo,1,Menristekdikti,1,Menulis,7,Mesir,1,Messi,1,Messiah,1,Migran,1,Milenial,2,Millennial,1,Minder,1,Mohctar Lubis,1,Moral Negara,1,Moralitas Negara,1,Mother Earth,1,MPA,1,MPAB,7,Muda,5,Myanmar,1,Nagakeo,1,Napza,1,Narkoba,1,Nasional,1,Natal,3,Nawa Cita,1,Nias,2,Nilai-nilai,1,Noam Chomsky.,1,Nommensen,1,Novel,1,NTB,1,NTT,3,Nyai Ontosoroh,1,Opening Ceremony,1,Opini,76,Orang Miskin,1,Orang Muda,4,Organisasi,4,Ormas,1,Pacaran,1,Pagi Bening,1,Pahlawan,1,Palopo,1,Pancasila,2,Papua,4,Partai Politik,1,Passport,1,Patriarkis,1,Paus,1,Paus Fransiskus,1,Pedagang,1,Pelantikan,3,Pelantikan Anggota Baru,1,Pelatihan jurnalistik,3,Peluang,1,Pematangsiantar,7,Pembelajaran Kooperatif,1,Pemberantasan,1,Pemerintah,1,Pemilu,1,Pemimpin,2,Pemko pematangsiantar,1,Pemuda,5,Pemuda Milenial,1,Pemudi,1,Pendidikan,4,Pendidikan Indonesia,2,pengabdian,1,pengamat,1,Pengantar,1,Penjajahan,1,Penonton,1,Penulis,1,Peradaban,1,Perang,1,Perbedaan,1,Percaya Diri,1,Perempuan,3,Perjuangan,1,perkebunan,1,PERPPU,2,Persepuluhan,1,Persimpangan,1,Pesan Instan,1,Pesawat,1,Pewarta,1,Philosophy Award,1,Pilpres,1,PMKRI,50,PMKRI Bengkulu,1,PMKRI Cab. Palopo,1,PMKRI Cab. Pematangsiantar,5,PMKRI CAB.PEMATANGSIANTAR,8,PMKRI Cabang Bengkulu,1,PMKRI Cabang Kupang,1,PMKRI cabang maumere,1,PMKRI cabang Pematangsiantar,3,PMKRI Cabang Tondano,1,PMKRI Cabang Yogyakarta,1,PMKRI Manokwari,1,PMKRI Pematangsiantar,6,Politikus,1,Politk,1,Pontianak,2,Pop,1,Portugal,1,PPDKS,1,Prabowo,1,Prancis,1,Presiden,1,Pribumi,1,PSI,1,psikologi,1,Puisi,22,Pulang,2,Pulang Kampung,1,Qiana,1,Quilt,1,R. Wahyu Handoko,1,Radikal,1,Radikalisme,2,RAKERCAB,1,Rasisme,1,Refleksi,2,Refleksi Sumpah Pemuda,1,Reformasi,1,retreat,1,retret,1,Reuni,1,Review Buku,2,Revisi UU KPK,2,Riview,1,Robertus Dagul,1,Rohingya,2,Romo Prof. DR. Franz Magnis-Suseno,1,Ronaldo,1,Ruang Publik,1,Sahabat,1,Sangge-sangge,1,SBY,1,SDA,1,SDGs,1,SDM,1,SDN Nggoang,1,Sejarah,1,Sejawat,1,Sekolah,1,Seks,1,Selvi,1,Seminar Nasional,3,Sensory Ethnography,1,serai,1,Shelter,1,SiaranPersKemenristekdikti,1,sibuk,1,Sihaporas,1,Simalungun,3,Sinetron,1,SJ,1,sm3t,1,Sosdodihardjo,1,Sosial,3,Spirit,1,Sriwijaya Air,1,Stadium General,1,Studium Generale,1,Study Tour,1,Study Tour Ke Tiongkok,1,Sukses,1,Sulawesi Utara,1,Sumpah Pemuda,2,Surat,1,Surat Terbuka,2,Surya Tjandra,1,Suster,1,Sydney Opera House,1,Taiwan,1,Taruna Merah Putih,1,Teater Arsip,1,Teater Kecil,1,Tembok,1,Temu Pemuda Lintas Iman Kalbar,1,TEPELIMA,1,Thomas,1,Tiga,1,TIM,2,Tiongkok,1,TMP,1,Tomson,5,Tomson Sabungan Silalahi,8,Transformasi,2,Tri Hari Suci,1,Trip N Vlog,1,TRIP N VLOG #PULANG KAMPUNG,1,Tungku Batu,1,UGM,1,UNIPA,1,Universitas HKBP Nommensen,1,Universitas pakuan bogor.,1,Universitas Simalungun,1,Universitas Tanjungpura,1,UNJ,1,Urban,1,Uruguay,1,UU MD3,1,Valentine,3,Vatikan,2,Vatkian,1,Veteran,1,Visi,1,Vox Point,1,wacana,2,walikota pematangsiantar,1,wanita,1,War On Drugs,1,Wartawan,1,whatsapp,1,WiFi,1,World Youth Forum,1,WYF2017,2,Yesus,2,YLBHI,1,Yogen,7,Yogen Sogen,2,Yogyakarta,1,Young Entrepreneurship,1,Zaman Now,1,
ltr
item
katakanlah: TENANG DAN CERDAS HADAPI COVID-19
TENANG DAN CERDAS HADAPI COVID-19
Dalam hal ini setiap orang harus mawas diri, mencari informasi yang cukup sehingga kita lebih tenang dan tidak gegabah dalam bertindak. Selanjutnya, harmonikan irama untuk melawan Covid-19. Dengan sadar dan desakan dari dalam diri mulailah melakukan isolasi mandiri, terutama bagi yang sedang kurang sehat seperti flu, demam, pneumonia, atau penyakit pernapasan lainnya, untuk mengurangi resiko penularan virus korona. Mulai menerapkan hidup bersih, rajin cuci tangan, dan untuk sementara menunda berjabat tangan, bepergian jika tidak penting. TENANG DAN CERDAS HADAPI COVID-19
https://1.bp.blogspot.com/-TABbh1-Izj8/XnCZd-XjHyI/AAAAAAAABCo/jTkdhYXv8xg-ZlkUe1FRt3-Q9luZlqFCACLcBGAsYHQ/s640/2019%2Bncov.jpeg
https://1.bp.blogspot.com/-TABbh1-Izj8/XnCZd-XjHyI/AAAAAAAABCo/jTkdhYXv8xg-ZlkUe1FRt3-Q9luZlqFCACLcBGAsYHQ/s72-c/2019%2Bncov.jpeg
katakanlah
https://www.katakanlah.com/2020/03/tenang-dan-cerdas-hadapi-covid-19.html
https://www.katakanlah.com/
https://www.katakanlah.com/
https://www.katakanlah.com/2020/03/tenang-dan-cerdas-hadapi-covid-19.html
true
8814382905702038148
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All rekomendasi LABEL arsip CARI ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy