SOLUSI UNTUK MENGHILANGKAN KEBIASAAN SEMBARANG BERSUMPAH

Gambar: muslim.or.id


Beberapa waktu lalu, bersama segelintir teman-teman sepermainan di sebuah  warung tuak nyambi warung kopi, saya terlibat perdiskusian yang menarik, serius, namun bernada jenaka yang membuat ironi dengarnya: soal Sumpah. Ya, sumpah Sodara-sodara!

Perdiskusian yang sebenarnya tidak terencana dan mengalir begitu saja layaknya alunan gitar dan rangkaian lagu yang menemani kebersamaan kami saat itu. You know lah ya kan, namanya ngobrol ngalor-ngidul. Serempet sana-serempet sini. Semua bahasan didiskusikan dan dianalisa layaknya pakar segala ilmu. Uhuk!

Kami sendiri membahas soal kemirisan pemaknaan dan pemakaian kata sumpah yang rasa-rasanya semakin hari  semakin gampang diucap serta semakin tidak bermakna saja.

Kita tahu, kata sumpah memiliki nilai sakralitas, suci, dan sebahagian besar berhubungan dengan otoritas di atas manusia, yakni Tuhan Yang Maha Esa – tentunya, konsep sumpah ini memiliki konsekuensi hukum pada (kepercayaan) kehidupan setelah kematian nanti.

Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) sendiri memberi arti kata Sumpah sebagai berikut:
1.Pernyataan yang diucapkan secara resmi dengan bersaksi kepada Tuhan atau kepada sesuatu yang dianggap suci (untuk menguatkan kebenaran dan kesungguhannya dan sebagainya);
2.Pernyataan disertai tekad melakukan sesuatu untuk menguatkan kebenarannya atau berani menderita sesuatu kalau pernyataan itu tidak benar;
3.Janji atau ikrar yang teguh (akan menunaikan sesuatu).

Sodara lihat, kan? Begitu bernilai sakral dan suci maknanya.

Tetapi yang terjadi saat ini, term daripada sumpah sendiri seolah-olah sudah kehilangan daya magis dan kesakralannya; terlalu mudah diucapkan dan dipekikkan sebagai sebuah kamuflase; pemekiknya mulai dari kalangan masyarakat kota sampai masyarakat desa, dari kalangan terdidik sampai kalangan tidak terdidik.

Baca juga: MEMBACA

Padahal saya ingat dulu, saat masih bocah ingusan, kalau berucap sumpah dilarang oleh natua-tua saya. “Unang gampang sipanganonmi sai mandok sumpah,”* begitu ucap Inang itu sembari kecupan lembut ehh maksudnya jitakan mendarat di kepala gundul saya. Bahkan saya ingat, kedudukan antara konsep janji dan sumpah itu berbeda levelnya menurut tradisi kami; lebih baik berucap janji ketimbang bersumpah. Entah, apa tradisi di daerah lain menganut prinsip demikian.

Lah, yang terjadi sekarang, orang gampang dan sembarang mengucapkannya. Bahkan dari persoalan-persoalan sepele turut dibumbui ucapan sumpah membawa nama Tuhan.

Dikit..dikit..,”Sumpah! demi Tuhan,”..Dikit..dikit..,”Sumpah! Demi Tuhan.”

Ehh, kok rasa-rasanya gak asing ya omongan itu? Macam pernah viral gitu. Oh..maaf..maaf..Om Arya Wiguna. Pinjam kata-katanya dulu. Saya jangan dimarahi dan dikeplak ya. Apalagi di depan media. Hi hi hi.

Kembali ke topik.

Yang lebih ngehek lagi, tradisi sembarang ini juga dipakai oleh oknum pejabat kita yang melakukan kejahatan, semisal, ehem, korupsi. Berucap sumpah mengatasnamakan Tuhan tak lepas dari strategi-strategi pengelakan mereka. Ya, guna mengelabui dan penggiringan opini bahwa mereka bukan pelakunya.

Dengan gesture menyakinkan ala playing victim, di depan awak media mereka dengan entengnya bersumpah bahwa tidak melakukan dan terlibat dalam korupsi dan – lebih menohok lagi – merasa menjadi korban yang dizalimi dan dikriminalisasi. Ehh, tahunya tak berselang lama malah dijatuhi vonis hukuman dan dijebloskan dalam penjara. Syukur dan alhamdulilahnya, para penegak hukum kita bukanlah orang yang mudah terperdaya dengan strategi murahan itu. Respek, pak Pol!

Iya, meski apresiasi patut kita berikan kepada profesionalitas penegak hukum yang senantiasa tidak terperdaya dengan strategi sumpah ini, namun “prestasi” ini bukanlah menyelesaikan persoalan mendasar tradisi sembarang bersumpah di masyarakat kita.

Ini yang menjadi akar masalah bagi kita serta kiranya perlu ditutup kerannya.

Berangkat dari kenyataan ironi ini, rasanya perlu dibuat semacam solusi alternatif terkait pembaharuan konsep sumpah untuk mengurangi kelatahan kita yang sembarang berucap sumpah ini.
Hal yang turut menjadi pokok rumusan masalah yang kudu dipecahkan dalam diskusi ngalor-ngidul kami, hingga akhirnya kami dapatkan solusinya.

Mungkin Anda juga suka video ini: Literasi: Tak sekadar membaca | Antara Empati, Hoaks, Radikalisme dan Komunisme



Adapun hasil dari diskusi tersebut menawarkan pemikiran, ke depan hendaknya perlu dipertimbangkan konsep sumpah yang lebih membumi tanpa melibatkan otoritas di atas manusia, Tuhan Yang Maha Esa.

Loh, maksudnya apa nih? Menista kamu ya? Hah!

Sabar..sabar, Sodara-sodara ku. Bukan apa-apa. Selain kita memang dilarang sembarang menyebut nama Tuhan, tawaran ini juga turutlah menghindari reduksi terhadap keagungan Tuhan. Ya, dengan begini kita tidak melibatkan keagungan nama Tuhan dalam aktivitas sembarang sumpah kita yang memuakkan itu.

Lalu, bentuknya sumpah yang membumi itu gimana?

Begini, Sodara-sodara.

Kami sendiri menemukan solusi alternatif soal konsep sumpah yang membumi yang relevan ditawarkan: bersumpah atas nama Kemistisan, semisal roh keramat atau arwah nenek moyang.

Loh, maksudnya gimana itu? Mengapa tawaran konsep bersumpahnya seperti itu?

Pertimbangannya begini. Salah satu ciri khas sebahagian besar masyarakat nusantara ialah masih mempercayai berbagai mitos dan legenda yang berhubungan dengan mistis. Meski kita sudah hidup di era digital, kepercayaan terhadap mistis itu tampaknya amat melekat.

Ini menjadi keunikan tersendiri; masyarakat kita dapat memadukan dan selaras hidup dengan 2 hal kontradiksi ini: mitos dan teknologi.

Hal ini semakin dikuatkan dengan marak dan populernya produksi film-film bertema horror nusantara yang semakin menghinggapi dan memproduksi kepercayaan masyarakat kita akan hal-hal mistis. Singkatnya, kepercayaan terhadap hal mistis ini sudah mengakar. Orang akan lebih mudah mengamini suatu hal yang dikemas dengan mitos.

Salah satu contoh baik, akan jauh lebih mudah ditaati masyarakat imbauan atau larangan membuang sampah di sungai karena sungai tersebut dibumbui narasi keramat, ketimbang imbauan atau larangan membuang sampah di sungai karena hal tersebut dapat menyebabkan banjir, Sodara-sodara.

Nah, dengan kenyataan dogmatis ini, dengan memanfaatkan ketakutan masyarakat terhadap hal-hal mistis, bukankah lebih elok jika ada konsep sumpah yang mengatasnamakan dan dikemas dalam balutan kemistisan? Iya, guna mengubah tradisi sembarang berucap sumpah ini. Terlebih diterapkan dalam hal pembuktian atau pengungkapan suatu fakta.

Dengan memakai media sajen berupa rokok gudang garam merah atau cerutu, dupa, daun sirih, jeruk purut, dan lain-lain di hadapannya serta mengatasnamakan "oppungnya", orang-orang yang sembarang berucap sumpah akan keringat dingin dan berpikir seribu kali untuk bersumpah, bukan?

Dengan demikian, ini akan jitu memangkas kebiasaan para pengucap sembarang sumpah ini. Ini akan menjadi solusi untuk memutus mata rantai tradisi yang mereduksi sakralitas sumpah itu. Serta yang terpenting, cara ini dapat dengan mudah diaplikasikan oleh semua orang.

Iya. bisa dimulai dari Sodara-sodara sekalian. Silakan coba dan buktikan sendiri!

Iya, mengujinya bisa diawali dari pasangan Sodara-sodari yang suka ngegombal bersumpah setia sehidup-semati dan berjanji palsu  pada Sodara. Ketika dia mulai memainkan jurus gombal sumpahnya, langsung sertakan media sajen, cerutu, dupa, daun sirih tadi di hadapannya. Kalau dia berpikir seribu kali dan keringat dingin, tinggalkan saja.

Kan, masih ada aku yang setia menunggumu. Uhuk!

*Penulis adalah alumnus Universitas Simalungun


KOMENTAR

Ads

Nama

.id - Jejak Pencarian,4,#fempop,1,1000 Lilin,1,11TahunKompasiana,1,1965,1,1998,1,2018,1,2019,3,3 Tahun,1,9 November,1,Adu Domba,1,Advokasi,2,Advokat,1,Agama,1,Ahok,1,AHY,1,Aibon,1,akbid santa benedicta pontianak,1,Aksi 3 Tahun Jokowi-JK,1,Alfon Hutabarat,2,Alfred,1,Alfredo,1,Alfredo Pance Saragih,1,Aliansi Mahasiswa Siantar Simalungun (AMSS),3,Almamater,1,Alumni,1,Amorphophallus gigas,1,Amorphophallus paeoniifolius,1,Amorphophallus prainii,1,Amorphophllus titanumn Ades Galingging,1,Anak,2,Ananda,1,Ancaman Pemilu,1,Anies,1,Anis Baswedan,1,Antikorupsi,1,Aquaman,1,Araceae,1,Argentina,1,Artikel,43,Asian Games,1,Asrida Sigiro,1,Australia,1,Bahasa,1,Bahasa Inggris,3,Bakti Sosial,1,balaikota Jakarta,1,Bapa Kami,1,Bedah Buku,1,Beijing,1,Belajar,1,Belajar Online,1,Bengkulu,1,Berbuah,1,Berita,112,Berita Sumatera Utara,3,Berita. Sumatra Utara,2,Berjuang,2,Berkarya,2,Bersumpah,1,Berubah,2,BeyondBlogging,1,Bidan,1,Biografi,1,Bitcoin,1,Black Panther,1,Black Pather,1,boarding pass,1,Budi Mulia,1,Budi Purba,1,Buku,5,Bumi,1,Bumi Manusia,1,Bunga Bangkai,1,Bunuh Diri,2,Bupati Simalungun,1,cadar,1,Camping Rohani,1,Candu,1,Candu Pesan,1,Candu Pesan Instan,1,Capres,1,Carla Makay,1,Catatan,2,Catatan Akhir Tahun,1,Cawapres,1,Cerpen,5,Cewek,1,Changi,1,chatting,1,Cinta,3,Cipayung,3,Cipayung Plus,2,Cookies and Bakery,1,Cooperative Learning,1,Corona,1,Corona Virus,4,Cosmas Batubara,1,COVID-19,15,CR7,1,Crazy Rich Asians,1,Creative Minority,1,Curhat,1,da Lopez,1,Danau Toba,2,Dara. Kathulistiwa,1,Daring,2,Deepavali,1,Deklarasi,1,Demokrasi,5,Devide et Impera,1,Dewi,1,Di Jakarta Tuhan Diburu dan Dibunuh,1,Dies Natalis PMKRI,1,Dilan,2,Dion Dhima,1,Disinfekatan,1,Diskusi Publik,2,Disrupsi,1,Ditolak,1,Diwali,1,DIY,1,Djarot Saiful Hidayat.,1,DKJ,1,Doa,1,Dogma,1,Dolokmarlawan,1,Donor Darah,1,Doraemon,1,Dosa,1,DPC PMKRI Jakarta Pusat,1,DPR,2,DPRD Kota Pematangsiantar,1,Drama,1,Dunia,1,Duterte,1,Dwi,1,Ekaristi,1,Elit,1,Emas,1,Eris,1,ESDM,1,Esron,3,Essai,3,Fakultas Kehutanan,1,Fandis,1,Fase,1,Feminin,1,Feminis,2,Feminism,1,fenomena,1,Ferdian,1,FIFA World Cup 2018,1,Film,3,Film Porno,1,Filsuf,1,Finansial,1,Forum Orang Muda Dunia,1,Fotografi,1,Fransiskus,1,Freeport,1,Frengki Simamora,2,Friska Sitorus,2,Fun Walk,1,G30S PKI,1,Gading,1,Galang Dana,1,Game,1,Garuda,1,Gaya Hidup,1,Gender,1,Genre Teks,1,Gereja,2,Gilbert Lumoindong,1,GMKI,2,Goethe-Institut Indonesien,1,Gubernur,1,Gunungsitoli,1,Guru,2,Hak Asasi Manusia,1,HAM,4,Harakiri,1,Harapan,1,Hari,1,Hari Bumi,1,Hari guru,1,Hari Pahlawan,1,Hati Gajah,1,Hebei,1,Hegemoni,1,Hendra Sinurat,1,Henry Golding,1,herbal,1,Himpunan Pemuda dan Mahasiswa Nias,1,Hindu,1,hoaks,2,Hoax,3,Holiday,1,Hong Kong,1,HUKUM,2,Human Rights,1,Human Trafficking,1,Hungary,1,hutan,2,Hymne,1,ID42NER,1,Ignasius Jonan,1,Ignatius Pati Ola,1,IKASANTRI,1,Imunitas,1,Indonesia bangkit,2,informasi,2,Internet,1,Introver,1,ISKA,1,Istri,1,Jakarta Pusat,1,Jambi,1,Jaya,2,Jepang,1,JK,1,Joker,1,Jokowi,2,Jomblo,1,Kabupaten Sintang,1,Kalbar,1,Kalimantan Barat,2,Kampanye Sosial,1,Karakter,1,Kartini,1,kasih,1,Katakanlah,1,Katolik,3,keadilan,2,Kebosanan,1,Kecanduan,1,Kecelakaan Pesawat,1,Kejaksaan Negeri Sinatar,1,Kekerasan Anak,2,Kekerasan Polisi,1,Kekerasan Seksual,2,Kekristenan,1,Kelompok Cipayung,2,Keluarga,3,Kemeristekdikti,1,Kemiskinan,1,Kepemimpinan,1,Keperawanan,1,Kerabat Antropologi,1,Kerja Jaringan,2,Kesepian,1,Kita Indonesia,2,Kita_Indonesia,1,Kitabisa,1,KMK,1,KMK USI,1,KNPI,2,KNPI Siantar,2,Komda III,2,Kominfo,1,Kompas,1,Kompasiana,1,Komunitas,1,Konferensi Studi Nasional,1,Konflik,1,Konsumtif,1,Konten Negatif,1,Kontribusi,1,Korupsi,7,Koruptor,1,Kostulata,1,Kota,1,Kota Pematangsiantar,2,KPK,8,KPKR,1,Kreatif,1,Kristen,1,Kritik Sastra,6,KSA,1,KSN,3,KSR,2,Kuala Namu,1,Kufur,1,KUPIKIR,2,Kurnia Patma,2,KWI,2,Larantuka,1,LDKM,1,Lem Aibon,1,Lingko Ammi,1,Liovina,1,Literasi,3,LKK,1,Lockdown,1,Lomba,1,Lomba Cipta Opini,1,Low Budget,1,LPDP,2,Luka,2,Lukisan,1,Lut_q,1,MABIM,2,Madura,1,Mahasiswa,5,mahasiswa katolik,1,maliku,1,Maluku,1,Manusia-manusia tidak berguna,1,Marz,1,Maumere,1,MDGs,1,Medan,1,Media online,1,Media Sosial,3,Membaca,6,Meme,1,Menangis,1,Menkominfo,1,Menristekdikti,1,Menulis,7,Mesir,1,Messi,1,Messiah,1,Migran,1,Milea,1,Milenial,2,Millennial,1,Minder,1,Mohctar Lubis,1,Moral Negara,1,Moralitas Negara,1,Mother Earth,1,MPA,1,MPAB,7,Muda,5,Myanmar,1,Nagakeo,1,Napza,1,Narkoba,1,Nasional,1,Natal,3,Nawa Cita,1,Nias,2,Nilai,1,Nilai-nilai,1,Noam Chomsky.,1,Nommensen,1,Novel,1,NTB,1,NTT,3,Nyai Ontosoroh,1,Opening Ceremony,1,Opini,88,Orang Miskin,1,Orang Muda,4,Organisasi,4,Ormas,1,Pacaran,1,Pagi Bening,1,Pahlawan,1,Palopo,1,Pancasila,2,Pandemi,3,Papua,4,Partai Politik,1,Passport,1,Patriarkis,1,Paus,1,Paus Fransiskus,1,Pedagang,1,Pedidikan Indonesia,1,Pelaka,1,Pelantikan,3,Pelantikan Anggota Baru,1,Pelatihan jurnalistik,3,Peluang,1,Pematangsiantar,7,Pembelajaran,2,Pembelajaran Kooperatif,1,Pemberantasan,1,Pemerintah,1,Pemilu,1,Pemimpin,2,Pemko pematangsiantar,2,Pemuda,5,Pemuda Milenial,1,Pemudi,1,Pencemaran Nama Baik,1,Pendidikan,5,Pendidikan Formal,1,Pendidikan Indonesia,2,pengabdian,1,pengamat,1,Pengantar,1,Penghinaan,1,Penjajahan,1,Penonton,1,Penulis,1,Peradaban,1,Perang,1,Perbedaan,1,Percaya Diri,1,Perempuan,3,Perjuangan,1,perkebunan,1,PERPPU,2,Persepuluhan,1,Persimpangan,1,Pesan Instan,1,Pesawat,1,Pewarta,1,Philosophy Award,1,Pidana,1,Pilpres,1,PMKRI,51,PMKRI Bengkulu,2,PMKRI Cab. Palopo,1,PMKRI Cab. Pematangsiantar,5,PMKRI CAB.PEMATANGSIANTAR,8,PMKRI Cabang Bengkulu,1,PMKRI Cabang Kupang,1,PMKRI cabang maumere,1,PMKRI cabang Pematangsiantar,3,PMKRI Cabang Tondano,1,PMKRI Cabang Yogyakarta,1,PMKRI Manokwari,1,PMKRI Pematangsiantar,6,Politikus,1,Politk,1,Pontianak,2,Pop,1,Portugal,1,PPDKS,1,Prabowo,1,Prancis,1,Presiden,1,Pribumi,1,PSI,1,psikologi,1,Puisi,24,Pulang,2,Pulang Kampung,1,Qiana,1,Quilt,1,R. Wahyu Handoko,1,Radikal,1,Radikalisme,2,RAKERCAB,1,Rasisme,1,Refleksi,2,Refleksi Sumpah Pemuda,1,Reformasi,1,retreat,1,retret,1,Reuni,1,Review Buku,2,Revisi UU KPK,2,Riview,1,Robertus Dagul,1,Rohingya,2,Romantisme,1,Romo Prof. DR. Franz Magnis-Suseno,1,Ronaldo,1,Ruang Publik,1,Sahabat,1,Sangge-sangge,1,SBY,1,SDA,1,SDGs,1,SDM,1,SDN Nggoang,1,Sejarah,1,Sejawat,1,Sekolah,2,Seks,1,Selvi,1,Seminar Nasional,3,Sensory Ethnography,1,serai,1,Shelter,1,SiaranPersKemenristekdikti,1,sibuk,1,Sihaporas,1,Simalungun,3,Sinetron,1,SJ,1,sm3t,1,Sosdodihardjo,1,Sosial,3,Spirit,1,Sriwijaya Air,1,Stadium General,1,Studium Generale,1,Study Tour,1,Study Tour Ke Tiongkok,1,Sukses,1,Sulawesi Utara,1,Sumpah,1,Sumpah Pemuda,2,Surat,2,Surat Terbuka,2,Surya Tjandra,1,Suster,1,Sydney Opera House,1,Taiwan,1,Taruna Merah Putih,1,Teater Arsip,1,Teater Kecil,1,Teknologi,1,Tembok,1,Temu Pemuda Lintas Iman Kalbar,1,TEPELIMA,1,Thomas,1,Tiga,1,TIM,2,Tiongkok,1,TMP,1,Tomson,5,Tomson Sabungan Silalahi,8,Transformasi,2,Tri Hari Suci,1,Trip N Vlog,1,TRIP N VLOG #PULANG KAMPUNG,1,Tungku Batu,1,UGM,1,UNIPA,1,Universitas HKBP Nommensen,1,Universitas pakuan bogor.,1,Universitas Simalungun,1,Universitas Tanjungpura,1,UNJ,1,Urban,1,Uruguay,1,UU MD3,1,Valentine,3,Vatikan,2,Vatkian,1,Veteran,1,Vian,1,Visi,1,Vox Point,1,wacana,2,walikota pematangsiantar,1,wanita,1,War On Drugs,1,Wartawan,1,whatsapp,1,WiFi,1,World Youth Forum,1,WYF2017,2,Yesus,2,YLBHI,1,Yogen,7,Yogen Sogen,2,Yogyakarta,1,Young Entrepreneurship,1,YouTuber,1,Zaman Now,1,
ltr
item
katakanlah: SOLUSI UNTUK MENGHILANGKAN KEBIASAAN SEMBARANG BERSUMPAH
SOLUSI UNTUK MENGHILANGKAN KEBIASAAN SEMBARANG BERSUMPAH
Adapun hasil dari diskusi tersebut menawarkan pemikiran, ke depan hendaknya perlu dipertimbangkan konsep sumpah yang lebih membumi tanpa melibatkan otoritas di atas manusia, Tuhan Yang Maha Esa. Solusi Untuk Menghilangkan Kebiasaan Sembarang Bersumpah
https://1.bp.blogspot.com/--Dz91287B5s/XoyHGMywkyI/AAAAAAAACas/6RLMNXZ7U4ALKWJ6tWar3Az9F4eItCu5QCLcBGAsYHQ/s640/Jangan-Banyak-Bersumpah.png
https://1.bp.blogspot.com/--Dz91287B5s/XoyHGMywkyI/AAAAAAAACas/6RLMNXZ7U4ALKWJ6tWar3Az9F4eItCu5QCLcBGAsYHQ/s72-c/Jangan-Banyak-Bersumpah.png
katakanlah
https://www.katakanlah.com/2020/04/solusi-untuk-menghilangkan-kebiasaan_7.html
https://www.katakanlah.com/
https://www.katakanlah.com/
https://www.katakanlah.com/2020/04/solusi-untuk-menghilangkan-kebiasaan_7.html
true
8814382905702038148
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All rekomendasi LABEL arsip CARI ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy