Kita Tetap Menjadi Kita, Bukan Oleh Mereka atau Kami

Oleh: Martinus Laga Muli

Refleksi Sumpah Pemuda; Lain dulu,lain sekarang!

Dalam sejarah perjalanan Bangsa Indonesia, banyak contoh nyata, bagaimana "penyambung lidah" itu mewujudkan suara Rakyat. Ketika Rakyat Indonesia menghendaki kemerdekaan, sementara para pemuda masih tercerai berai dalam kotak kedaerahan, muncul gagasan persatuan sebagai modal untuk meraih kemerdekaan dengan mengatasnamakan poetra-poetr rakyat Indonesia melalui Sumpah Pemuda. Kaum Muda, yang identik dengan label agent of change,dapat terlibat seutuhnya pada proses pembangunan bangsa hari ini. Keterlibatan pemuda bukan menjadi penonoton sandiwara perpolitikan hari ini, tetapi sebisa mungkin mengisi sektor-sektor publik yang dipenuhi dengan keserakahan oknum-oknum individu maupun kelompok golongan saat ini. Partisipasi kepemimpinan kaum muda di era ini sudah waktunya, tidak bisa tidak Karena Negara telah mengidap penyakit yang sangat kronis, seluruh wajah penyelenggara Negara di radang krisis moral, degradasi moral; yang telah memberikan beban kemiskinan bagi Rakyatnya. Partisipasi Kepemimpinan Kaum Muda dalam menghadapi krisis kepemimpinan Nasional dimanifestasikan melalui kerja nyata, yang tetap menghayati nilai etis, estetis dan religiusitas dan tidak menyampaikan kemampuan intelektual yang mumpuni.

Hari ini banyak pertunjukkan oleh sang Penguasa. Ada pertunjukan korupsi atas nama cinta negeri, pertengkaran para wakil rakyat atas nama cinta demokrasi, polemik para kontraktor atas nama cinta pembangunan. Perbuatan atas nama cinta, tetapi kontrakdiksi dengan makna cinta sejati, karena berujung pada kehancuran bangsa. Banyak yang putus asa ketika perjuangan mengungkap kebenaran dipelintir dan diputarbalikan oleh penguasa oportunis. Penyakit yang dipertahankan dan diabsolutkan oleh para oportunis itu tidak boleh didiamkan oleh rakyat.

Rakyat lewat berbagai organisasi harus mengeraskan suaranya untuk mengingatkannya. Rakyat tidak boleh membiarkan apa lagi mengamini, mereka makin membentuk sepak terjangnya jadi oportunis sehingga mereka perlu dijewer.

Penguasa Oportunis ini bukan cuma soal uang rakyat yang mereka gunakan untuk pelesiran berskala nasional maupun lokal, tetapi juga mengorupsi yang hampir terintegrasi ke dalam semua perangkat yang ada di dalamnya, serta juga manuver, manipulasi hingga kehidupan politik yang diperagakan. Rakyat adalah pemegang mandat sesunggunhya untuk menolak korupsi.

Dalam praktik sering kali ditemukan upaya pembenaran terhadap penerimaan upeti atau hadiah. Berkembangnya adagium “tidak boleh menolak rejeki” semakin memperkuat kebiasaan tersebut hingga nyaris menjadi perilaku keseharian termasuk pelayanan publik di masyarakat, sehingga kita kenal dengan uang terimakasih, uang lelah, uang kopi, dan lain-lain. Pembenaran menggunakan alasan kebiasaan, adat istiadat merupakan dalih pembenaran diri sang koruptor. Korupsi terus bertumbuh dan menghasilkan bibit-bibit unggul melalui regulasi-regulasi yang lahir non-prolegnas tidak sesuai dengan program legislasi nasional. Kenyataan hari ini pun lahir raja-raja lokal yang patrimonialistik dan feodalistik.

Mari kita menyingkirkan keegoisan dalam diri dan mulai berbela rasa antarsesama kita. “Mulai menyebarkan sikap humanis dan menjadi intelektual sejati yang mampu menyemarakan dan menggaungkan slogan kepedulian bagi kader PMKRI yang terus berjuang, kader yang tidak tumpul nuraninya, serta terus berjuang atas nama umat dan rakyat. Namun perlu disadari mestinya selalu terjadi oto kritik karena kita bisa jatuh pada hal-hal yang sama, yang pernah kita kritik atau kita perjuangkan.“Yang tidak kita inginkan di Negeri tercinta ini adalah terjadi perselingkuhan antara sang oportunis dan pragmatis yang akan melahirkan seorang anak bernama penelantaran, jadilah kader yang tetap memegang teguh nilai-nilai kebangsaan. 

Muda-mudi, Anak Bangsa teruslah bersumpah dan bersumpah yg bernama sumpah Pemuda. Melanggar sumpah pasti kualat. Marilah kita mengedepankan Ke-kita-an kita, bukan ke-kami-an yang memisah-misahkan Kita.

KOMENTAR

Ads

Nama

.id - Jejak Pencarian,3,1000 Lilin,1,1965,1,2019,1,3 Tahun,1,9 November,1,Adu Domba,1,Advokat,1,Agama,1,Ahok,1,AHY,1,akbid santa benedicta pontianak,1,Aksi 3 Tahun Jokowi-JK,1,Alfred,1,Alumni,1,Anak,2,Ananda,1,Anies,1,Anis Baswedan,1,Antikorupsi,1,Aquaman,1,Argentina,1,Artikel,25,Asian Games,1,Australia,1,Bahasa,1,Bahasa Inggris,3,Bakti Sosial,1,balaikota Jakarta,1,Bengkulu,1,Berbuah,1,Berita,74,Berita. Sumatra Utara,1,Berjuang,2,Berkarya,2,Berubah,1,Bidan,1,Biografi,1,Bitcoin,1,Black Panther,1,Black Pather,1,boarding pass,1,Budi Mulia,1,Buku,5,Bumi,1,Bunuh Diri,2,cadar,1,Candu,1,Candu Pesan,1,Candu Pesan Instan,1,Capres,1,Cawapres,1,Cerpen,5,Changi,1,Cinta,2,Cipayung,1,Cipayung Plus,1,Cookies and Bakery,1,Cooperative Learning,1,CR7,1,Crazy Rich Asians,1,Creative Minority,1,Curhat,1,Danau Toba,2,Dara. Kathulistiwa,1,Deepavali,1,Demokrasi,5,Devide et Impera,1,Dies Natalis PMKRI,1,Dilan,1,Diskusi Publik,1,Diwali,1,DIY,1,Djarot Saiful Hidayat.,1,Dogma,1,Doraemon,1,Dosa,1,DPR,2,Drama,1,Dunia,1,Duterte,1,Dwi,1,Emas,1,Eris,1,ESDM,1,Essai,2,Fakultas Kehutanan,1,Fandis,1,Fase,1,Feminin,1,fenomena,1,FIFA World Cup 2018,1,Film,1,Film Porno,1,Filsuf,1,Finansial,1,Forum Orang Muda Dunia,1,Fotografi,1,Fransiskus,1,Freeport,1,Frengki Simamora,2,Friska Sitorus,2,Fun Walk,1,Game,1,Garuda,1,Gaya Hidup,1,Gender,1,Genre Teks,1,Gereja,2,Gubernur,1,Guru,1,Hak Asasi Manusia,1,HAM,4,Harakiri,1,Harapan,1,Hari,1,Hari Bumi,1,Hari Pahlawan,1,Hati Gajah,1,Hegemoni,1,Henry Golding,1,herbal,1,Hindu,1,hoaks,2,Hoax,3,Holiday,1,Hong Kong,1,HUKUM,1,Human Rights,1,Human Trafficking,1,hutan,2,Hymne,1,Ignasius Jonan,1,Imunitas,1,Indonesia bangkit,2,informasi,2,Introver,1,ISKA,1,Istri,1,Jambi,1,Jaya,1,Jepang,1,JK,1,Jokowi,1,Kabupaten Sintang,1,Kalbar,1,Kalimantan Barat,2,Kampanye Sosial,1,Karakter,1,Katakanlah,1,Katolik,2,Kebosanan,1,Kecanduan,1,Kekerasan Anak,2,Kekerasan Polisi,1,Kekerasan Seksual,2,Kelompok Cipayung,2,Keluarga,3,Kemiskinan,1,Kepemimpinan,1,Kerabat Antropologi,1,Kerja Jaringan,2,Kesepian,1,Kita Indonesia,1,Kitabisa,1,KMK,1,Kominfo,1,Konflik,1,Konsumtif,1,Konten Negatif,1,Kontribusi,1,Korupsi,4,Koruptor,1,Kostulata,1,Kota,1,KPK,4,KPKR,1,Kreatif,1,Kritik Sastra,6,KSN,2,Kufur,1,Kurnia Patma,2,KWI,2,Larantuka,1,LDKM,1,Lingko Ammi,1,Liovina,1,Literasi,2,LKK,1,Low Budget,1,LPDP,2,Luka,2,Lut_q,1,MABIM,1,Mahasiswa,3,mahasiswa katolik,1,maliku,1,Maluku,1,Marz,1,Maumere,1,MDGs,1,Media online,1,Media Sosial,3,Membaca,6,Meme,1,Menangis,1,Menkominfo,1,Menulis,4,Mesir,1,Messi,1,Messiah,1,Milenial,1,Millennial,1,Minder,1,Mohctar Lubis,1,Moral Negara,1,Moralitas Negara,1,Mother Earth,1,MPAB,6,Muda,5,Myanmar,1,Nagakeo,1,Narkoba,1,Nasional,1,Natal,2,Nawa Cita,1,Nilai-nilai,1,Nommensen,1,NTT,3,Opening Ceremony,1,Opini,63,Orang Muda,4,Organisasi,4,Ormas,1,Pahlawan,1,Palopo,1,Pancasila,2,Papua,1,Partai Politik,1,Passport,1,Patriarkis,1,Paus,1,Pedagang,1,Pelantikan,2,Pelantikan Anggota Baru,1,Peluang,1,Pematangsiantar,3,Pembelajaran Kooperatif,1,Pemerintah,1,Pemimpin,2,Pemuda,4,Pemudi,1,Pendidikan,4,Pendidikan Indonesia,2,pengabdian,1,pengamat,1,Penjajahan,1,Penonton,1,Penulis,1,Peradaban,1,Perang,1,Perbedaan,1,Percaya Diri,1,Perempuan,2,perkebunan,1,PERPPU,1,Persimpangan,1,Pesan Instan,1,Pewarta,1,Philosophy Award,1,PMKRI,34,PMKRI Bengkulu,1,PMKRI Cab. Palopo,1,PMKRI Cabang Bengkulu,1,PMKRI cabang maumere,1,PMKRI cabang Pematangsiantar,1,PMKRI Cabang Tondano,1,PMKRI Cabang Yogyakarta,1,PMKRI Manokwari,1,PMKRI Pematangsiantar,5,Politikus,1,Politk,1,Pontianak,2,Portugal,1,PPDKS,1,Prancis,1,Presiden,1,Pribumi,1,psikologi,1,Puisi,18,Pulang,2,Pulang Kampung,1,Qiana,1,Radikal,1,Radikalisme,2,Refleksi,2,Refleksi Sumpah Pemuda,1,Reformasi,1,Review Buku,2,Riview,1,Robertus Dagul,1,Rohingya,2,Romo Prof. DR. Franz Magnis-Suseno,1,Ronaldo,1,Sahabat,1,Sangge-sangge,1,SBY,1,SDA,1,SDGs,1,SDM,1,SDN Nggoang,1,Sejawat,1,Sekolah,1,Seks,1,serai,1,Simalungun,1,Sinetron,1,SJ,1,sm3t,1,Sosdodihardjo,1,Sosial,2,Spirit,1,Sriwijaya Air,1,Stadium General,1,Studium Generale,1,Sukses,1,Sulawesi Utara,1,Sumpah Pemuda,2,Surat,1,Surat Terbuka,2,Suster,1,Sydney Opera House,1,Taruna Merah Putih,1,Tembok,1,Temu Pemuda Lintas Iman Kalbar,1,TEPELIMA,1,Thomas,1,Tiga,1,TMP,1,Tomson,2,Tomson Sabungan Silalahi,4,Tri Hari Suci,1,Trip N Vlog,1,TRIP N VLOG #PULANG KAMPUNG,1,Tungku Batu,1,UGM,1,UNIPA,1,Universitas HKBP Nommensen,1,Universitas pakuan bogor.,1,Universitas Tanjungpura,1,UNJ,1,Urban,1,Uruguay,1,UU MD3,1,Valentine,1,Vatikan,1,Vatkian,1,Veteran,1,Visi,1,Vox Point,1,wacana,2,wanita,1,War On Drugs,1,Wartawan,1,WiFi,1,World Youth Forum,1,WYF2017,2,Yesus,1,YLBHI,1,Yogen,7,Yogyakarta,1,Zaman Now,1,
ltr
item
katakanlah: Kita Tetap Menjadi Kita, Bukan Oleh Mereka atau Kami
Kita Tetap Menjadi Kita, Bukan Oleh Mereka atau Kami
Rakyat lewat berbagai organisasi harus mengeraskan suaranya untuk mengingatkannya. Rakyat tidak boleh membiarkan apa lagi mengamini, mereka makin membentuk sepak terjangnya jadi oportunis sehingga mereka perlu dijewer.
https://scontent.fcgk1-1.fna.fbcdn.net/v/t1.0-9/22141123_285034175331210_309690685333500469_n.jpg?oh=ee36d1db421034c5e9b35126bdd103fc&oe=5A68692E
katakanlah
https://www.katakanlah.com/2017/10/kita-tetap-menjadi-kitabukan-oleh.html
https://www.katakanlah.com/
https://www.katakanlah.com/
https://www.katakanlah.com/2017/10/kita-tetap-menjadi-kitabukan-oleh.html
true
8814382905702038148
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All rekomendasi LABEL arsip CARI ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy