Candu Pesan Instan Kaum Muda

Foto: Koleksi Pribadi
Oleh: Wirno Bungkul*

Generasi milaneal, begitulah generasi kita disebut. Generasi ini adalah anak-anak yang lahir awal tahun 1994 sampai  sekarang. Disebut demikian, karena  tingkah laku generasi kita yang cepat sekali berubah, instan dan kelewat modern. Orang-orang yang paham dengan filsafat menyebut situasi ini dengan post modern. Post modern adalah suatu kondisi sosial yang menggambarkan keadaan masyarakat yang sudah melebihi tahap modern. Artinya manusia sudah meninggalkan tahap modern dan menuju zaman post modern. Salah satu ciri dari keadaan ini adalah manusianya yang bergantung penuh pada teknologi. Mengapa demikian? karena laju zaman yang amat sangat cepat, tak terkendali dan revolusioner.

Hal ini sering menjadi bahan perdebatan para cendekiawan, karena zaman itulah masalah terkait dengan masyarakat seringkali mencuat. Apa yang baru, entah itu budaya, politik, hukum, HAM, kemanan, teknologi, dan lain sebagainya dianggap relevan oleh mereka. Hal yang memiliki kaitan derat dengan masa depan. Berlaku dalam kurun waktu yang sangat lama. Padahal, faktanya, perkataan ini rapuh sebab gaya mereka sendiri yang selalu mengikuti tren justru mematahkan relevan yang mereka maksud diatas. Ketika tren baru datang, mereka akan ikut, dan menyebut yang relevan tadi sebagai tidak relevan. Tren baru inilah yang mematahkan tren-tren yang lain, yang lebih lama. Salah satu contohnya adalah internet. Internet telah memotong  batasan dan unsur-unsur demografi. Lebih spesifik lagi terkait penggunaan aplikasi pesan instan.

Pesan instan adalah sebuah sistem pengiriman pesan dengan sangat cepat melalui perantaraan jaringan nirkabel dari satu aplikasi ke aplikasi lainnya. Pada dasarnya, aplikasi pesan insan ini mengacu pada sebuah teknologi yang dipopulerkan oleh America Online (AOL). Aplikasi ini dapat mengirimkan kepada teman yang sedang online sebuah pesan singkat seperi Short Massege Service (SMS). November 1996, Mirabilis mulai meperkenalkan teknologi ini melalui aplikasi ICQ  yang dapat digunakan secara gratis oleh setiap orang. Setahun kemudian, mereka menjadi tuan dalam komunitas aplikasi pesan instan. Kemampuan ICQ untuk  melakukan komunikasi dalam waktu yang sama dalam sebuah ruangan pesan instan via Internet adalah tawarannya dan pada waktu itu aplikasi seperti ini sangat penting dan revolusioner. Model aplikasi pesan instan ICQ lah yang menjadi cikal bakal dari aplikasi pesan instan yang kita kenal dewasa ini. 

Yahoo Massengger, Google, Windows Live Massengger, Mig33, Nimbuzz, Mxit, Ebuddy Chat dan lain sebagianya merupakan aplikasi yang sudah tidak asing lagi ditelinga milaneal tahun 2000an. Orang-orang kemudian menyadari ketergantungannya pada aplikasi pesan instan yang tinggi. Berbagai keunikan ditawarkan pada fitur aplikasi pesan instan guna menarik para pelanggan dan menjaga agar mereka tetap menggunakan jasa aplikasi tersebut. Dengan fitur-fitur pilihan yang kompatibel didukung kecanggihan teknologi maka aplikasi pesan instan menjadi salah satu aplikasi yang wajib di miliki tanpa memandang latar belakang usia. Namun rata-rata penggunanya adalah para pemuda. Fitur-fitur unik itu seperti pengiriman gambar, lagu, dokumen, aplikasi, peta wilayah dengan akurasi tinggi dan lain sebagainya membuat pangsa pasar aplikasi pesan instan menjadi sangat kompetitif.
Di Indonesia, aplikasi ini sedikit kurang digemari saat itu. Alasannya, performa digital Indonesia masih cukup lemah namun setelah salah satu ponsel cerdas BlackBerry masuk pangsa pasar telepon seluler di Indonesia, kegaduhan pun muncul. Kegaduhan yang seketika menjadi tren. Black Berry laku keras di Indonesia, dan sesuai dengan kharakter anak muda yang suka tantangan teknologi. Tak main-main fitur yang ditawarkan waktu itu tergolong berani, karena menawarkan generasi baru sebuah pesan instan yang sangat lengkap, yakni Black Berry Massengger. Black Berry Massengger (BBM) ini memiliki fitur unggulan yakni privasi, barcode scaning, fitur aplikasi yang lengkap karena dapat mengirim pesan suara, lokasi, kontak, nomor telepon dan lain sebagainya serta memiliki 90 ikon dasar yang lengkap. Keunggulan lain ada pada kecepatan yang mampu menembus skala detik per percakapan, yang mengubah kata dalam bentuk makroword. Alhasil, Black Berry sanggup mengisi kekosongan aplikasi pesan instan yang baru dan sesuai dengan kharakter masyarkat yang lapar inovasi.

Tak perlu menunggu lama, berbagai pesaing dengan fitur unggulan kemudian bermunculan. Para maestro bahasa pemograman kemudian mulai menciptakan aplikasi pesan instan baru, dengan gaya dan fitur unggulan untuk menarik minat pengguna. Persaingan semakin kompetitif. Masyarakat milaneal bergembira, karena dengan banyaknya tawaran aplikasi itu, maka semakin banyak pula kebutuhan yang mampu memenuhi harapan para milaneal. Hasilnya, Line, WeChat, Kakao Talk, Facebook Massengger, Telegram, WhatsApp dan sebagainya. Tanpa sadar, untuk memenuhi kebutuhan para milaneal ini, dibalik layar persaingan pasar yang kompetitif itu, tersimpan sebuah pertaruhan adu gengsi antar negara-negara aditeknologi seperti Kanada, Amerika Serikat, China, Korea Selatan, Rusia dan sebagainya. Bukan tidak mungkin persaingan ini meninggalkan gesekan intelejen sampai pada adu jotos teknologi. Dan satu-satunya yang bertahan adalah mereka yang terus melakukan Inovasi. Invonasi adalah tuan dari semua tuan teknologi. Tanpa inovasi maka pertaruhan itu menjadi tidak menarik. Salah satu contohnya adalah pencekalan WhatsApp di China akibat ketatnya sistem pertahanan digital yang mengakibatkan meningkatnya sistem sensor dan proteksi di negeri tirai bambu tersebut. Padahal aplikasi ini menjadi satu-satunya aplikasi milik bos Facebook yang diterima oleh orang Cina.
Sementara WeChat yang memang dibuat di China semakin berleha-leha dan tertawa sinis kepada para pesaingnya karena menjadi satu-satunya aplikasi pesan instan yang boleh dan legal untuk digunakan di China. Lalu Indonesia? Bicara Indonesia, memang panjang. Namun kalau dipersingkat, sejauh ini hanya menjadi pengguna yang eksentrik. Eksentrik karena dalam waktu-waktu tertentu menjadi juri, kritikus, pengagum, pembenci teknologi yang paling dominan. Anak-anak muda mendominasinya. Ini menjadi ironis sebab dalam tataran pengguna yang paling aktiflah, orang-orang Indonesia mampu menyumbangkan sebuah nilai yakni Individualisme dan kekaguman teknologi yang tanpa batas. Indonesia menjadi salah satu Negara dengan pengguna WhatsApp paling banyak. Jan Koum, maestro bahasa pemograman yang pernah mengeluarkan diri di Yahoo akan gembira, karena hasil ciptannya itu banyak digunakan di Negara lain. Ini tidak ada salahnya, namun lama kelamaan rasa nasionalisme digital kita akan hilang. Kita akan enggan menggunakan teknologi Indonesia sendiri, karena alasan-alasan sederhana. Dan itu menjadi salah satu kharakter generasi milaneal : Bangga atas sesuatu yang bukan miliknya.

Pengkodean dalam sebuah aplikas pesan instan memang tergolong rumit dan unik. Unik karena tiap rumus aplikasi yang digunakan sangat spesial. Rumit karena hanya orang-orang tertentu saja yang mampu membuatnya. Sumber Daya Manusia (SDM) di Indonesia di bidang teknologi pesan instan memang masih sedikit, tetapi bukan berarti harus berhenti dan takluk pada aplikasi pesan instan lain. Belum lagi logaritma dan dasar-dasar hukum pengiriman pesan instan menggunakan jaringan nirkabel melalui frekuensi jaringan nirkabel, yang wajib dikuasai oleh para pengembang aplikasi perangkat lunak. pokoknya rumitlah. Sama rumitnya dengna membangun sebuah website karena selain dibekali pengetahuaan bahasa pemograman HTML yang panjang tak berujung, juga harus dibekali pengetahuaan soal CSS, JQuery, Java Script yang mumpuni, selanjutnya diserahkan kepada selera pasar.

Kompleksitas ini belum ditambah dengan fitur-fitur yang unik, kharakter yang menarik, komposisi, logo dan warna yang punya daya tarik dan sebagainya. Intinya kompleks, rumit, dan unik. Meski demikian, dengan sumber daya terbatas, bukan berarti kita tidak mampu membangun sebuah aplikasi pesan instan berkelas. Tidak. Para pengembang asal Indonesia di bidang digital hanya menunggu waktu. Dalam beberapa tahun ke depan, akan ada sebuah aplikasi pesan instan yang setara dan Indonesia Banget, salah satu jalannya melalui aplikasi pesan instan bernama Aradus. 

Aradus adalah sebuah pesan instan yang dibangun sendiri oleh penulis. Yang merupakan sebuah aplikasi generasi pertama yang mengadopsi sistem Earling milik WhatsApp. Namun, Aradus, masih merupakan cetak biru. Cetak biru yang diharapkan mampu melahirkan sebuah gaya wirausaha digital di Indonesia yang nyata seperti Go-jek. Pada dasarnya prinsip dari aplikasi ini adalah untuk mengirimkan pesan antar muka, dengan berbagai fitur tawaran. Cetak birunya masih berupa ide-ide pemograman yang esensial, tapi tetap terikat pada prinsip-prinsip logaritma keamanan. Kendalanya, ya itu, pengetahuan yang terbatas soal jaringan nirkabel dan rumusan pembobolnya. Rumusan ini berupa privasi dan aktivasi satu arah, namun pesan yang disampaikan tidak tersimpan didalam bentuk data-data yang terenskripsi yang berisi semua data riwayat, tetapi akan langsung dihancurkan oleh aplikasi itu sendiri, meski dalam makrodatabase masih ada dalam ukuran nanobyte. Tawaran ini menekankan pada fitur privasi yang fault. Karena itu, Aradus akan mencoba mengkolaborasikan setiap prinsip-prinsip utama bahasa mesin. Fitur tawarannya berupa video langsung dan foto serta status yang memiliki item like, komentar dan juga bentuk interaksi ekspresif dengan karakter budaya indonesia, tetapi bergantung pada pengembang pihak ketiga. Semua itu baru saja dibangun fondasinya, formasi perambanan dan bentuk-bentuk lain belum dijelaskan secara langsung, alasannya karena aplikasi ini, sebagian besar, masih berupa ide, kecuali dasar programnya yang sudah terbentuk. 

*Anggota PMKRI Cabang Tondano St. Paulus

KOMENTAR

Ads

Nama

.id - Jejak Pencarian,3,1000 Lilin,1,1965,1,2019,1,3 Tahun,1,9 November,1,Adu Domba,1,Advokat,1,Agama,1,Ahok,1,AHY,1,akbid santa benedicta pontianak,1,Aksi 3 Tahun Jokowi-JK,1,Alfred,1,Alumni,1,Anak,2,Ananda,1,Anies,1,Anis Baswedan,1,Antikorupsi,1,Argentina,1,Artikel,25,Asian Games,1,Australia,1,Bahasa,1,Bahasa Inggris,3,Bakti Sosial,1,balaikota Jakarta,1,Bengkulu,1,Berbuah,1,Berita,72,Berita. Sumatra Utara,1,Berjuang,2,Berkarya,2,Berubah,1,Bidan,1,Biografi,1,Bitcoin,1,Black Pather,1,boarding pass,1,Budi Mulia,1,Buku,4,Bumi,1,Bunuh Diri,2,cadar,1,Candu,1,Candu Pesan,1,Candu Pesan Instan,1,Capres,1,Cawapres,1,Cerpen,5,Changi,1,Cinta,2,Cipayung,1,Cipayung Plus,1,Cookies and Bakery,1,Cooperative Learning,1,CR7,1,Crazy Rich Asians,1,Creative Minority,1,Curhat,1,Danau Toba,2,Dara. Kathulistiwa,1,Deepavali,1,Demokrasi,5,Devide et Impera,1,Dies Natalis PMKRI,1,Dilan,1,Diskusi Publik,1,Diwali,1,DIY,1,Djarot Saiful Hidayat.,1,Dogma,1,Doraemon,1,Dosa,1,DPR,2,Drama,1,Dunia,1,Duterte,1,Dwi,1,Emas,1,Eris,1,ESDM,1,Essai,2,Fakultas Kehutanan,1,Fandis,1,Fase,1,Feminin,1,fenomena,1,FIFA World Cup 2018,1,Film,1,Film Porno,1,Filsuf,1,Forum Orang Muda Dunia,1,Fotografi,1,Fransiskus,1,Freeport,1,Friska Sitorus,2,Fun Walk,1,Game,1,Garuda,1,Gaya Hidup,1,Gender,1,Genre Teks,1,Gereja,2,Gubernur,1,Guru,1,Hak Asasi Manusia,1,HAM,4,Harakiri,1,Harapan,1,Hari,1,Hari Bumi,1,Hari Pahlawan,1,Hati Gajah,1,Hegemoni,1,Henry Golding,1,herbal,1,Hindu,1,hoaks,2,Hoax,3,Holiday,1,Hong Kong,1,HUKUM,1,Human Rights,1,Human Trafficking,1,hutan,2,Hymne,1,Ignasius Jonan,1,Imunitas,1,Indonesia bangkit,2,informasi,2,Introver,1,ISKA,1,Istri,1,Jambi,1,Jaya,1,Jepang,1,JK,1,Jokowi,1,Kabupaten Sintang,1,Kalimantan Barat,2,Kampanye Sosial,1,Karakter,1,Katakanlah,1,Katolik,2,Kebosanan,1,Kecanduan,1,Kekerasan Anak,2,Kekerasan Polisi,1,Kekerasan Seksual,2,Kelompok Cipayung,2,Keluarga,3,Kemiskinan,1,Kepemimpinan,1,Kerabat Antropologi,1,Kerja Jaringan,2,Kesepian,1,Kita Indonesia,1,Kitabisa,1,KMK,1,Kominfo,1,Konflik,1,Konten Negatif,1,Kontribusi,1,Korupsi,4,Koruptor,1,Kostulata,1,Kota,1,KPK,4,KPKR,1,Kreatif,1,Kritik Sastra,5,KSN,2,Kufur,1,Kurnia Patma,2,KWI,2,Larantuka,1,LDKM,1,Lingko Ammi,1,Liovina,1,Literasi,2,LKK,1,Low Budget,1,LPDP,2,Luka,2,Lut_q,1,MABIM,1,Mahasiswa,3,mahasiswa katolik,1,maliku,1,Maluku,1,Marz,1,Maumere,1,MDGs,1,Media online,1,Media Sosial,3,Membaca,6,Meme,1,Menangis,1,Menkominfo,1,Menulis,4,Mesir,1,Messi,1,Milenial,1,Minder,1,Mohctar Lubis,1,Moral Negara,1,Moralitas Negara,1,Mother Earth,1,MPAB,6,Muda,4,Myanmar,1,Nagakeo,1,Narkoba,1,Nasional,1,Natal,1,Nawa Cita,1,Nilai-nilai,1,Nommensen,1,NTT,3,Opening Ceremony,1,Opini,58,Orang Muda,4,Organisasi,4,Ormas,1,Pahlawan,1,Palopo,1,Pancasila,2,Papua,1,Partai Politik,1,Passport,1,Patriarkis,1,Paus,1,Pedagang,1,Pelantikan,2,Pelantikan Anggota Baru,1,Pematangsiantar,3,Pembelajaran Kooperatif,1,Pemerintah,1,Pemimpin,2,Pemuda,3,Pemudi,1,Pendidikan,4,Pendidikan Indonesia,2,pengabdian,1,pengamat,1,Penonton,1,Penulis,1,Peradaban,1,Perang,1,Perbedaan,1,Percaya Diri,1,Perempuan,2,perkebunan,1,PERPPU,1,Persimpangan,1,Pesan Instan,1,Pewarta,1,Philosophy Award,1,PMKRI,33,PMKRI Bengkulu,1,PMKRI Cab. Palopo,1,PMKRI Cabang Bengkulu,1,PMKRI cabang maumere,1,PMKRI cabang Pematangsiantar,1,PMKRI Cabang Tondano,1,PMKRI Cabang Yogyakarta,1,PMKRI Manokwari,1,PMKRI Pematangsiantar,4,Politikus,1,Politk,1,Pontianak,2,Portugal,1,PPDKS,1,Prancis,1,Presiden,1,Pribumi,1,psikologi,1,Puisi,17,Pulang,2,Pulang Kampung,1,Qiana,1,Radikal,1,Radikalisme,2,Refleksi,2,Refleksi Sumpah Pemuda,1,Reformasi,1,Review Buku,2,Riview,1,Robertus Dagul,1,Rohingya,2,Romo Prof. DR. Franz Magnis-Suseno,1,Ronaldo,1,Sahabat,1,Sangge-sangge,1,SBY,1,SDGs,1,SDN Nggoang,1,Sejawat,1,Sekolah,1,Seks,1,serai,1,Simalungun,1,Sinetron,1,SJ,1,sm3t,1,Sosdodihardjo,1,Sosial,2,Spirit,1,Sriwijaya Air,1,Stadium General,1,Studium Generale,1,Sukses,1,Sulawesi Utara,1,Sumpah Pemuda,2,Surat,1,Surat Terbuka,2,Suster,1,Sydney Opera House,1,Taruna Merah Putih,1,Tembok,1,Thomas,1,Tiga,1,TMP,1,Tomson,2,Tomson Sabungan Silalahi,4,Tri Hari Suci,1,Trip N Vlog,1,TRIP N VLOG #PULANG KAMPUNG,1,Tungku Batu,1,UGM,1,UNIPA,1,Universitas HKBP Nommensen,1,Universitas pakuan bogor.,1,Universitas Tanjungpura,1,UNJ,1,Urban,1,Uruguay,1,UU MD3,1,Valentine,1,Vatikan,1,Vatkian,1,Veteran,1,Visi,1,Vox Point,1,wacana,2,wanita,1,War On Drugs,1,Wartawan,1,WiFi,1,World Youth Forum,1,WYF2017,2,YLBHI,1,Yogen,7,Yogyakarta,1,Zaman Now,1,
ltr
item
katakanlah: Candu Pesan Instan Kaum Muda
Candu Pesan Instan Kaum Muda
Pesan instan adalah sebuah sistem pengiriman pesan dengan sangat cepat melalui perantaraan jaringan nirkabel dari satu aplikasi ke aplikasi lainnya.
https://scontent.fcgk1-1.fna.fbcdn.net/v/t1.0-9/10003258_849001395125278_2038743047_n.jpg?oh=f343d6903df7be789ae0adfbb081c727&oe=5AFF4A3B
katakanlah
https://www.katakanlah.com/2017/12/candu-pesan-instan-kaum-muda.html
https://www.katakanlah.com/
https://www.katakanlah.com/
https://www.katakanlah.com/2017/12/candu-pesan-instan-kaum-muda.html
true
8814382905702038148
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All rekomendasi LABEL arsip CARI ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy