Peristiwa Pagi Bening di Tanah Madura

Dok.: Witjak Widhi Cahya


Apakah yang dapat menghidupkan sebuah pertunjukan teater? Jawabannya tidak lain adalah “peristiwa”. Dalam panggung teater, peristiwa merupakan ruang kenyataan yang direfleksikan. Peristiwa juga menjadi sebuah wadah untuk merangkai naskah, tubuh aktor, artistik, bunyi dan visual.  Adapun yang menarik dalam naskah Pagi Bening adalah peristiwa sebagai penanda waktu.

Lakon “Pagi Bening” karya Serafin dan Joaquin Alvarez Quintero asal Spanyol diadaptasi ulang dalam bentuk tradisi Madura.

Di sebuah lapangan di daerah Sumenep saat digelar pertunjukan topeng tradisi Madura, mereka bertemu kembali di usia tua. Nyai Masbiah  dan Kae Maskat. Pertemuan kebetulan yang dimulai dari konflik remeh, hanya mencari tempat duduk. Secangkir kopi lalu menghangatkan suasana, mereka menjadi mengobrol akrab. Menembang bersama dan juga saling membohongi kisah masa lalu masing-masing. Pertemuan dan obrolan semalam suntuk hingga pagi.

Dok.: Witjak Widhi Cahya
Padepokan Seni Madura mengolah penanda waktu peristiwa kisah masa lalu, masa kini dan “pagi” diadaptasi dalam budaya Madura. Tentu bukan pekerjaan berkarya yang mudah untuk mengadaptasi naskah asal Spanyol menjadi kultur Madura. Elyda K Rara memindahkan tempat dan mengadaptasi dalam sebagian bahasa Madura pada saat menembang. Ketika tempat dan bahasa diadaptasi, maka tubuh, artistik dan properti juga harus konsisten mengikuti.

Pertanyaan sederhana, mengapa Madura? Tentu saja karena tubuh para pemain dan sutradara berasal dari tanah Madura. Mereka tak bisa mencabut akar.  Maka “Pagi Bening” yang dipentaskan Padepokan Seni Madura pada Sabtu, 6 April 2019 di Perhelatan Hela Teater 2019 di panggung Black Box Salihara, menurut saya bukan sekedar mengadaptasi naskah namun yang terpenting upaya memindahkan peristiwa.


Yang menarik dari peristiwa Pagi Bening ini adalah upaya Anwari sebagai sutradara untuk menjadikan tubuh para pemain tidak hanya tubuh Madura, namun lintas kultural. Usai pertunjukan, Anwari memaparkan bahwa pengalaman berkeseniannya di beberapa negara terutama saat mengikuti Scoot di Jepang pimpinan Suzuki Tadashi sangat berperan dalam penyutradaraanya.

Baca juga: Ingin mengubah, yuk mulai dari diri sendiri!

“Saya ingin teater realis yang non realis” tuturnya. Namun istilah ini cenderung akan menjebak dari peran pemain yang hendaknya lebih natural menjadi terasa berakting. Beberapa penonton merasakan berjarak terhadap pertunjukan ini. Dialog yang dilontarkan dengan vokal yang keras dan beberapa gesture tubuh kembali terasa asing dan berjarak. Namun, ketika musik dan tembang Madura dihentakan justru memunculkan estetika bunyi yang khas dan menarik.

Pemilihan naskah Pagi Bening juga dirasakan relevan dengan kondisi di Madura. Menurut Anwari, di Madura tidak hanya soal sapi yang menjadi kebanggaan dan harga diri, ataupun sebagai kota santri. Namun persoalan domestik dan keluarga memiliki ruang khusus yang dipagari kuat. Esensi ini juga terlihat dengan ruang panggung artistik yang dibelah oleh tata cahaya.

Pagar yang tinggi ini dalam bentuk kebohongan masa lalu dari Nyai Masbiah (Lailatus Siyamu) dan Kae Maskat (Prasta Aditya), sekaligus kita menertawakan dan terhibur dengan kebohongan tesebut. Terutama ketika kebohongan tersebut membicarakan tentang kematian yang juga dibalut isu sosial dalam sejarah gelap, seperti pemberontakan PKI di Madiun. “Aku tak bisa membunuh diriku lebih  ngeri lagi” seperti yang diucapkan Maskat untuk memanipulasi kematiannya yang justru bersambut dengan tawa renyah penonton.

Pada pertunjukan ini, kebohongan menjadi hal yang paling penting untuk menghidupkan peristiwa. Berbohong dalam naskah ini memerlukan akting dan dialog-dialog yang menyakinkan dan  yang terpenting Masbiah dan Maskat harus mempertanggungjawabkan akting dan kebohongannya.

Mempertanyakan arti cinta dan kesetiaan menjadi esensi pesan utama dalam pertunjukan ini. Dan sebenarnya bukan waktu yang merubah cinta dan kehilangan, namun manusia yang merubah jalan nasibnya sendiri.

Dok.: Witjak Widhi Cahya

Pertunjukan ini mencoba mencakup banyak hal. Menangkap gejala di masyarakat Madura, membuka seluruh ruang penafsiran sehingga menjadi cukup dinamis, istilahnya mungkin bisa kita sebut sebagai kebebasan ulang dengan interpretasi selain adaptasi. Bagi Anwari dan Padepokan Seni Madura yang berdiri tahun 2014 dan Singkong Art Space, Sumenep, pertunjukan ini bisa dikreasikan pada banyak ruang penciptaan yang bisa menjadi landasan untuk mengeksplor tema dan pertunjukan tersebut untuk melumat berbagai kondisi kultural masyarakat Madura.

Dan kembali pada peristiwa di tanah lapang saat pertunjukan tari topeng tradisi digelar. Justru pada saat mereka bertemu, ketika semua penghalang telah sirna, kesetian telah dibelokan dari tujuan, Masbiah dan Maskat menjadi orang asing yang akrab, rasa pun digantikan oleh ingatan, lalu mereka memilih untuk mencintai diri sendiri dan waktu masa kini. Mungkin begitulah tafsiran dari pesan Pagi Bening. Akhirnya di pagi yang bening, mereka melepas dengan tatapan dan pertanyaan, lantas kembali pulang diantar bersama cucu mereka masing-masing.

Selvi Agnesia, Penulis Seni Budaya
Dok.: Witjak Widhi Cahya

KOMENTAR

Ads

Nama

.id - Jejak Pencarian,4,#fempop,1,1000 Lilin,1,11TahunKompasiana,1,1965,1,2018,1,2019,3,3 Tahun,1,9 November,1,Adu Domba,1,Advokasi,2,Advokat,1,Agama,1,Ahok,1,AHY,1,Aibon,1,akbid santa benedicta pontianak,1,Aksi 3 Tahun Jokowi-JK,1,Alfred,1,Alfredo,1,Alfredo Pance Saragih,1,Aliansi Mahasiswa Siantar Simalungun (AMSS),3,Alumni,1,Anak,2,Ananda,1,Ancaman Pemilu,1,Anies,1,Anis Baswedan,1,Antikorupsi,1,Aquaman,1,Argentina,1,Artikel,39,Asian Games,1,Australia,1,Bahasa,1,Bahasa Inggris,3,Bakti Sosial,1,balaikota Jakarta,1,Bapa Kami,1,Bedah Buku,1,Beijing,1,Bengkulu,1,Berbuah,1,Berita,107,Berita Sumatera Utara,2,Berita. Sumatra Utara,2,Berjuang,2,Berkarya,2,Berubah,2,BeyondBlogging,1,Bidan,1,Biografi,1,Bitcoin,1,Black Panther,1,Black Pather,1,boarding pass,1,Budi Mulia,1,Budi Purba,1,Buku,5,Bumi,1,Bumi Manusia,1,Bunuh Diri,2,Bupati Simalungun,1,cadar,1,Camping Rohani,1,Candu,1,Candu Pesan,1,Candu Pesan Instan,1,Capres,1,Carla Makay,1,Catatan,2,Catatan Akhir Tahun,1,Cawapres,1,Cerpen,5,Cewek,1,Changi,1,chatting,1,Cinta,3,Cipayung,2,Cipayung Plus,2,Cookies and Bakery,1,Cooperative Learning,1,Cosmas Batubara,1,CR7,1,Crazy Rich Asians,1,Creative Minority,1,Curhat,1,da Lopez,1,Danau Toba,2,Dara. Kathulistiwa,1,Deepavali,1,Deklarasi,1,Demokrasi,5,Devide et Impera,1,Di Jakarta Tuhan Diburu dan Dibunuh,1,Dies Natalis PMKRI,1,Dilan,1,Dion Dhima,1,Diskusi Publik,2,Disrupsi,1,Ditolak,1,Diwali,1,DIY,1,Djarot Saiful Hidayat.,1,DKJ,1,Doa,1,Dogma,1,Donor Darah,1,Doraemon,1,Dosa,1,DPC PMKRI Jakarta Pusat,1,DPR,2,DPRD Kota Pematangsiantar,1,Drama,1,Dunia,1,Duterte,1,Dwi,1,Elit,1,Emas,1,Eris,1,ESDM,1,Essai,3,Fakultas Kehutanan,1,Fandis,1,Fase,1,Feminin,1,Feminis,2,Feminism,1,fenomena,1,FIFA World Cup 2018,1,Film,3,Film Porno,1,Filsuf,1,Finansial,1,Forum Orang Muda Dunia,1,Fotografi,1,Fransiskus,1,Freeport,1,Frengki Simamora,2,Friska Sitorus,2,Fun Walk,1,G30S PKI,1,Game,1,Garuda,1,Gaya Hidup,1,Gender,1,Genre Teks,1,Gereja,2,GMKI,1,Goethe-Institut Indonesien,1,Gubernur,1,Guru,1,Hak Asasi Manusia,1,HAM,4,Harakiri,1,Harapan,1,Hari,1,Hari Bumi,1,Hari guru,1,Hari Pahlawan,1,Hati Gajah,1,Hebei,1,Hegemoni,1,Henry Golding,1,herbal,1,Hindu,1,hoaks,2,Hoax,3,Holiday,1,Hong Kong,1,HUKUM,1,Human Rights,1,Human Trafficking,1,Hungary,1,hutan,2,Hymne,1,ID42NER,1,Ignasius Jonan,1,Ignatius Pati Ola,1,IKASANTRI,1,Imunitas,1,Indonesia bangkit,2,informasi,2,Introver,1,ISKA,1,Istri,1,Jakarta Pusat,1,Jambi,1,Jaya,1,Jepang,1,JK,1,Joker,1,Jokowi,2,Jomblo,1,Kabupaten Sintang,1,Kalbar,1,Kalimantan Barat,2,Kampanye Sosial,1,Karakter,1,Kartini,1,kasih,1,Katakanlah,1,Katolik,3,keadilan,2,Kebosanan,1,Kecanduan,1,Kecelakaan Pesawat,1,Kejaksaan Negeri Sinatar,1,Kekerasan Anak,2,Kekerasan Polisi,1,Kekerasan Seksual,2,Kelompok Cipayung,2,Keluarga,3,Kemeristekdikti,1,Kemiskinan,1,Kepemimpinan,1,Keperawanan,1,Kerabat Antropologi,1,Kerja Jaringan,2,Kesepian,1,Kita Indonesia,2,Kita_Indonesia,1,Kitabisa,1,KMK,1,KMK USI,1,KNPI,2,KNPI Siantar,2,Komda III,2,Kominfo,1,Kompas,1,Kompasiana,1,Komunitas,1,Konferensi Studi Nasional,1,Konflik,1,Konsumtif,1,Konten Negatif,1,Kontribusi,1,Korupsi,7,Koruptor,1,Kostulata,1,Kota,1,Kota Pematangsiantar,2,KPK,8,KPKR,1,Kreatif,1,Kritik Sastra,6,KSA,1,KSN,3,KSR,2,Kuala Namu,1,Kufur,1,KUPIKIR,2,Kurnia Patma,2,KWI,2,Larantuka,1,LDKM,1,Lem Aibon,1,Lingko Ammi,1,Liovina,1,Literasi,3,LKK,1,Lomba Cipta Opini,1,Low Budget,1,LPDP,2,Luka,2,Lukisan,1,Lut_q,1,MABIM,1,Madura,1,Mahasiswa,5,mahasiswa katolik,1,maliku,1,Maluku,1,Manusia-manusia tidak berguna,1,Marz,1,Maumere,1,MDGs,1,Media online,1,Media Sosial,3,Membaca,6,Meme,1,Menangis,1,Menkominfo,1,Menristekdikti,1,Menulis,7,Mesir,1,Messi,1,Messiah,1,Migran,1,Milenial,2,Millennial,1,Minder,1,Mohctar Lubis,1,Moral Negara,1,Moralitas Negara,1,Mother Earth,1,MPAB,7,Muda,5,Myanmar,1,Nagakeo,1,Napza,1,Narkoba,1,Nasional,1,Natal,3,Nawa Cita,1,Nias,1,Nilai-nilai,1,Noam Chomsky.,1,Nommensen,1,Novel,1,NTB,1,NTT,3,Nyai Ontosoroh,1,Opening Ceremony,1,Opini,73,Orang Muda,4,Organisasi,4,Ormas,1,Pacaran,1,Pagi Bening,1,Pahlawan,1,Palopo,1,Pancasila,2,Papua,4,Partai Politik,1,Passport,1,Patriarkis,1,Paus,1,Paus Fransiskus,1,Pedagang,1,Pelantikan,3,Pelantikan Anggota Baru,1,Pelatihan jurnalistik,3,Peluang,1,Pematangsiantar,5,Pembelajaran Kooperatif,1,Pemberantasan,1,Pemerintah,1,Pemilu,1,Pemimpin,2,Pemko pematangsiantar,1,Pemuda,5,Pemuda Milenial,1,Pemudi,1,Pendidikan,4,Pendidikan Indonesia,2,pengabdian,1,pengamat,1,Pengantar,1,Penjajahan,1,Penonton,1,Penulis,1,Peradaban,1,Perang,1,Perbedaan,1,Percaya Diri,1,Perempuan,3,Perjuangan,1,perkebunan,1,PERPPU,2,Persimpangan,1,Pesan Instan,1,Pesawat,1,Pewarta,1,Philosophy Award,1,Pilpres,1,PMKRI,47,PMKRI Bengkulu,1,PMKRI Cab. Palopo,1,PMKRI Cab. Pematangsiantar,5,PMKRI CAB.PEMATANGSIANTAR,8,PMKRI Cabang Bengkulu,1,PMKRI Cabang Kupang,1,PMKRI cabang maumere,1,PMKRI cabang Pematangsiantar,3,PMKRI Cabang Tondano,1,PMKRI Cabang Yogyakarta,1,PMKRI Manokwari,1,PMKRI Pematangsiantar,6,Politikus,1,Politk,1,Pontianak,2,Pop,1,Portugal,1,PPDKS,1,Prabowo,1,Prancis,1,Presiden,1,Pribumi,1,PSI,1,psikologi,1,Puisi,22,Pulang,2,Pulang Kampung,1,Qiana,1,Quilt,1,R. Wahyu Handoko,1,Radikal,1,Radikalisme,2,RAKERCAB,1,Rasisme,1,Refleksi,2,Refleksi Sumpah Pemuda,1,Reformasi,1,retreat,1,retret,1,Reuni,1,Review Buku,2,Revisi UU KPK,2,Riview,1,Robertus Dagul,1,Rohingya,2,Romo Prof. DR. Franz Magnis-Suseno,1,Ronaldo,1,Ruang Publik,1,Sahabat,1,Sangge-sangge,1,SBY,1,SDA,1,SDGs,1,SDM,1,SDN Nggoang,1,Sejarah,1,Sejawat,1,Sekolah,1,Seks,1,Selvi,1,Seminar Nasional,3,Sensory Ethnography,1,serai,1,Shelter,1,SiaranPersKemenristekdikti,1,sibuk,1,Sihaporas,1,Simalungun,2,Sinetron,1,SJ,1,sm3t,1,Sosdodihardjo,1,Sosial,3,Spirit,1,Sriwijaya Air,1,Stadium General,1,Studium Generale,1,Study Tour,1,Study Tour Ke Tiongkok,1,Sukses,1,Sulawesi Utara,1,Sumpah Pemuda,2,Surat,1,Surat Terbuka,2,Surya Tjandra,1,Suster,1,Sydney Opera House,1,Taiwan,1,Taruna Merah Putih,1,Teater Arsip,1,Teater Kecil,1,Tembok,1,Temu Pemuda Lintas Iman Kalbar,1,TEPELIMA,1,Thomas,1,Tiga,1,TIM,2,Tiongkok,1,TMP,1,Tomson,4,Tomson Sabungan Silalahi,8,Transformasi,2,Tri Hari Suci,1,Trip N Vlog,1,TRIP N VLOG #PULANG KAMPUNG,1,Tungku Batu,1,UGM,1,UNIPA,1,Universitas HKBP Nommensen,1,Universitas pakuan bogor.,1,Universitas Simalungun,1,Universitas Tanjungpura,1,UNJ,1,Urban,1,Uruguay,1,UU MD3,1,Valentine,3,Vatikan,2,Vatkian,1,Veteran,1,Visi,1,Vox Point,1,wacana,2,walikota pematangsiantar,1,wanita,1,War On Drugs,1,Wartawan,1,whatsapp,1,WiFi,1,World Youth Forum,1,WYF2017,2,Yesus,1,YLBHI,1,Yogen,7,Yogen Sogen,2,Yogyakarta,1,Young Entrepreneurship,1,Zaman Now,1,
ltr
item
katakanlah: Peristiwa Pagi Bening di Tanah Madura
Peristiwa Pagi Bening di Tanah Madura
Pada pertunjukan ini, kebohongan menjadi hal yang paling penting untuk menghidupkan peristiwa. Berbohong dalam naskah ini memerlukan akting dan dialog-dialog yang menyakinkan dan yang terpenting Masbiah dan Maskat harus mempertanggungjawabkan akting dan kebohongannya. #Madura #Pagi_Bening
https://3.bp.blogspot.com/-N6se2JfPHDI/XMbzi2J-m1I/AAAAAAAAAwE/AiiJVhSOsjEAG-wYoizATGQKTasKLvCzwCEwYBhgL/s640/DSC_4013_-_ed%255B1%255D.JPG
https://3.bp.blogspot.com/-N6se2JfPHDI/XMbzi2J-m1I/AAAAAAAAAwE/AiiJVhSOsjEAG-wYoizATGQKTasKLvCzwCEwYBhgL/s72-c/DSC_4013_-_ed%255B1%255D.JPG
katakanlah
https://www.katakanlah.com/2019/04/peristiwa-pagi-bening-di-tanah-madura.html
https://www.katakanlah.com/
https://www.katakanlah.com/
https://www.katakanlah.com/2019/04/peristiwa-pagi-bening-di-tanah-madura.html
true
8814382905702038148
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All rekomendasi LABEL arsip CARI ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy