Pengaruh Pendidikan Bagi Generasi Milenial

Melvin I. K. Hulu
(Mahasiswa UHN Medan-Pematangsiantar)
Juara II Lomba Menulis
PMKRI Cab. Pematangsiantar

Pernahkah terbayang dalam pikiran kita, jika dalam beberapa tahun ke depan, bahwa posisi kita sebagai manusia mungkin sudah digantikan oleh robot atau program komputer yang kian berkembang pesat dalam melakukan sebagian besar aspek pekerjaan kita? Lalu kemanakah Sumber Daya Manusia akan diperlukan jika hal tersebut terjadi? Mungkin barangkali sebagian dari kita belum memahami pasti bahwa hal tersebut bisa saja terjadi karna dipengaruhi oleh pendidikan yang kita miliki saat ini.

Pendidikan yang rendah dapat mempengaruhi masa depan menjadi buruk. Karna proses pendidikan adalah usaha untuk membuat seseorang dari yang tidak tau menjadi tau dan merupakan masa mempersiapkan manusia untuk dapat hidup layak di masa yang akan datang. Oleh sebab itu, melalui pendidikan wawasan seseorang akan semakin maju dan kualitas cara berpikir seseorang pun akan meningkat sehingga mampu bersaing dalam kompetisi global, yang pada akhirnya akan membawa sebuah kesuksesan. Kesuksesan tidak dapat digapai begitu saja, semuanya butuh proses baik dalam segi kesuksesan ekonomi, sosial, spiritual, karakter maupun  pendidikan yang ditempuh. 

Definisi suksessbisa sangat beragam bagi tiap individu, mengingat pencapaian yang ingin diraih pun berbeda-beda. Namun sukses tanpa adanya pendidikan adalah sia-sia. Pendidikan sangat penting untuk kesuksesan dalam hidup, karna  pendidikan yang baik membuat individu berkembang secara pribadi, sosial maupun ekonomi. Banyak orang berpikir bahwa pendidikan itu penting, tapi tidak sedikit pula yang berpikir bahwa itu tidak penting. Apalagi bagi masyarakat yang tinggal di pedesaan atau daerah terpencil yang belum terlalu mengenal dan mengecap yang namanya pendidikan, mereka menganggap pendidikan itu tidaklah penting. Bagi mereka, lebih baik bekerja daripada sekolah. Itu karena mereka berasumsi bahwa dengan bekerja mereka akan mendapatkan uang, begitupun sebaliknya bahwa dengan bersekolah akan menambah beban dengan berbagai macam biaya yang akan timbul.

Akan tetapi pada era ke-21 sekarang ini, pendidikan bukan lagi hal yang harus dipandang sebelah mata. Dimana bahwa begitu pesat perkembangan informasi dan teknologi saat ini seiring berjalannnya waktu, sehingga mendorong setiap individu untuk mampu merespon secara cepat setiap perubahan yang ada. Mengingat pula para generasi muda sekarang atau yang akrab disebut sekarang ini adalah generasi Y atau generasi milenial merupakan generasi yang berperan penting meneruskan cita-cita bangsa, dan sedang mengalami perkembangan yang sangat pesat terhadap teknologi, terlebih juga  didukung dengan perkembangan dari revolusi industri 4.0 yang sedang dibicarakan, dipersiapkan, dan dimulai sekarang ini. Semua hal yang dilakukan tidak telepas dari peranan teknologi serta internet. Banyak hal yang dapat dilakukan dan diketahui berbasis teknologi misalnya melalui gadget, dimana kita dapat mengakses berbagai berita dari belahan dunia dan berkomunikasi walaupun dengan jarak yang jauh bukan lagi masalah, juga dapat membuat inovasi baru atau kreatifitas yang dapat mengembangkan bakat, atau bahkan kita dapat menciptakan lapangan pekerjaan yang baru melalui alat teknologi yang ada.

Baca juga: Pendidikan Milenial Di Revolusi 4.0

Pengaruh globalisasi ini juga banyak memberi dampak yang positif bagi orang-orang yang mampu melihat secara cerdas dan bijak dalam setiap perubahan yang ada. Bahkan perkembangan yang terjadi ini merupakan suatu kesempatan terbaik bagi setiap individu yang benar-benar mempunyai potensi untuk bersaing. Terlebih juga dalam proses pendidikan, akan sangat mendukung bagi setiap individu untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilannya, sehingga mampu menambah dan membangun suatu paham yang baru. Perubahan adalah sesuatu hal yang patut disyukuri, karna setiap perubahan yang terjadi akan membawa dampak yang baik apabila kita mampu menerima dan mengelola. Bahkan perubahan dapat menjadi sumber keadaan baru yang sangat penting dalam menghasilkan produk-produk yang unggul dan berdaya saing.

Sayangnya, masih banyak generasi muda yang hanya terpacu pada hal-hal yang mereka anggap dapat memuaskan keinginannya sendiri dan menghabiskan waktu untuk hal-hal yang tidak bermanfaat tanpa memikirkan orientasi yang harus dilakukan untuk masa depan. Bahkan tidak sedikit pula yang terjerumus dalam dinamika kecanggihan teknologi saat ini. Pada umumnya, sekarang ini banyak orang dan terlebih generasi muda yang tidak memiliki pendidikan yang baik, sehingga secara abstraknya tidak mempunyai kecakapan hidup atau yang disebut dengan life skills. Pendidikan kecakapan hidup (life skills education) merupakan proses pendidikan yang mengarah pada pembekalan kecakapan seseorang untuk mampu dan berani menghadapi persoalan hidup dan kehidupan secara wajar, tanpa merasa tertekan, kemudian secara proaktif dan kreatif mencari solusinya sehingga pada akhirnya mampu mengatasi persoalan-persoalan tersebut. Life skills menunjuk pada berbagai ragam kemampuan seseorang untuk menempuh kehidupan dengan sukses, berguna dan bermartabat di dalam masyarakat. Life skills mencakup kemampuan seseorang dalam mengatur sesuatu, menjalin komunikasi, disiplin diri, kepemimpinan, kreatifitas serta kolaborasi dengan sesama dalam menuangkan ide-idenya.

Tahukah anda bahwa keterampilan seseorang dalam memimpin, mengatur, berkreasi, berkolaborasi serta berkomunikasi dengan oranglain  memiliki sebuah seni? Semua keterampilan tersebut bisa dilakukan oleh seseorang apabila ia memiliki pengetahuan yang baik dalam pendidikan yang dimiliki. Dimana bahwa ia dapat mengimplementasikan atau menerapkannya dalam kehidupannya sehari-hari. Dapat kita llihat bahwa semua hal itu menjadi sesuatu yang penting dan utama untuk bersaing. Misalnya dalam hal berkomunikasi, dimana bahwa ketika seseorang berbicara tentu sangat diharapkan untuk mampu memberi sebuah ucapan yang bisa menggetarkan hati, karna ucapan seorang juara memiliki daya tarik tersendiri. Orang yang dapat  berbicara dengan seni tersendiri akan mampu menunjukkan bahwa seseorang tersebut dapat menghadapi kehidupan sosialnya dan dapat menunjukkan bahwa ia memiliki rahasia komunikasi yang efektif, maka otomatis dia bisa menjadi seseorang yang berguna dan dapat diteladani serta memungkinkannya untuk mendapatkan hal-hal yang luar biasa dalam hidupnya serta mampu mencapai tujuan yang diinginkan. Dalam hal ini semua, tidak terlepas dari pendidikan yang dimiliki oleh seseorang.

Baca juga: Mahasiswa Memaknai Pancasila Sebagai Ideologi Negara

Keunggulan suatu bangsa tak lagi bertumpu pada kekayaan alam, melainkan pada keunggulan Sumber Daya Manusia, yaitu tenaga pendidik yang mampu menjawab tantangan-tantangan dan perkembangan yang begitu pesat. Pendidikan sangat erat kaitannya dengan pembangunan. Pendidikan merupakan suatu usaha untuk diri manusia dan mampu menghasilkan sumber daya manusia yang menunjang pembangunan. Sedangkan pembangunan merupakan suatu usaha dari diri manusia dan dapat menunjang pendidikan. Ke dua hal ini sangat berkaitan dan tidak bisa dipisahkan. Peranan pendidikan sangat berpengaruh dalam pembangunan suatu negara, karna negara yang maju sudah pasti memiliki mutu pendidikan yang sangat baik dinegaranya. Karena jika negara mempunyai generasi penerus yang cerdas, maka pasti para generasi penerus itu juga akan memperbaiki pembangunan negaranya sendiri. Pendidikan sangatlah penting untuk menentukan kedudukan suatu bangsa, serta ilmu pengetahuan dan teknologi suatu negara juga mempengaruhi kemajuan serta kesejahteraan sosial dan ekonomi negara.

Banyaknya masalah yang terjadi sekarang ini membuat tembok-tembok pertahanan bangsa kian rapuh sehingga mengakibatkan kemerosotan dalam menghadapi persaingan-persaingan yang terjadi, baik skala nasional maupun skala global. Sebabnya lagi-lagi pendidikan yang terbengkalai. Padahal dibelahan dunia yang lebih maju, generasi muda bukan saja semakin berperan, tetapi juga semakin kaya dan berkuasa. Oleh karena itu,  pendidikan harus lah menjadi prioritas utama yang nantinya akan menjadi modal kuat untuk membangun negara yang maju, modern dan agar tidak hilang ditelan, dipengaruhi, dikuasai atau bahkan ditinggalkan oleh peradaban yang lebih besar dan lebih kuat. Pendidikan harus berorientasi pada pembangunan jiwa dan karakter kebangsaan. Karakter kebangsaan yang semakin luntur membuat kita sendiri susah mengenalinya, dikarenakan sistem pendidikan yang kita miliki tidak dikemas dan dimodifikasi lebih baik untuk membangun suatu karakter budaya yang kuat. 

Oleh sebab itu, generasi muda adalah generasi penerus dan harapan bangsa serta generasi yang diharapkan untuk mendunia dan mampu menjawab setiap masalah dan perubahan yang ada. Bukan generasi muda yang mudah putus asa, akan tetapi generasi muda yang terampil, haus untuk belajar, mengembangkan pengetahuan dan keterampilan yang dimiliki, serta generasi muda yang dapat memanfaatkan setiap kesempatan yang ada di depan mata. Generasi muda merupakan generasi emas yang mempunyai kesempatan, energi, waktu dan tenaga yang masih banyak untuk meraih keberhasilan atau kesuksesan dalam sebuah bidang yang ditekuni. Sukses itu tidak ditentukan oleh umur dan fisik. Tetapi yang penting semangat untuk selalu melakukan yang terbaik. Tidak mengandalkan orang lain untuk melakukan perbaikan, tetapi harus mau turun tangan untuk melakukan perbaikan yang diinginkan. Kritis dengan cara yang kreatif, inovatif dan positif.

Disinilah peran pemuda sebagai sosok yang muda, yang dinamis, yang penuh energi, yang optimis dan diharapkan mampu menjadi agen perubahan yang bergerak dan berusaha untuk dunia dengan kualitas-kualitas yang di dambakan. Pemuda diharapkan bisa membawa ide-ide segar, pemikiran-pemikiran kreatif, sehingga dunia tidak melulu hanya di hadapkan pada hal-hal lama yang itu-itu saja dan tidak pernah berkembang.

Dengan kata lain pemuda diharapkan menjadi pemimpin masa depan yang lebih baik dari pemimpin yang masa kini. Pemuda di harapkan memiliki kegigihan untuk mencapai sebuah target. Pemuda di harapkan juga bersikap kritis dan analitis yang mampu berpikir dengan akal sehatnya serta pemuda yang memiliki pengetahuan yang tinggi dan mempunyai sifat kepemimpinan yang dapat memberikan contoh dan membangun kepercayaan kepada lingkungan disekitarnya serta dapat memiliki integritas yang dapat dipercaya. Di era ini segala sesuatu bergerak dengan cepat, dunia menjadi tanpa batas, informasi dapat diperoleh dimana saja dan dari siapa saja. Bahkan perkembangan  teknologi  melahirkan  fenomena  menarik dalam  kehidupan  masyarakat  dewasa  ini,  yaitu maraknya  budaya global, gaya  hidup serba  instan dan kemerosotan nilai moral seseorang Semakin merosotnya  moral para pelajar  merupakan salah  satu akibat  dari  pesatnya perkembangan  teknologi  yang  tidak  diimbangi dengan peningkatan kualitas budi pekerti pelajar, padahal perkembangan teknologi memang sangat dibutuhkan bangsa ini untuk dapat  terus  bersaing  di  era  globalisasi. Oleh sebab itu, generasi masa kini harus berusaha dan mampu bijak terutama dalam penggunaan alat teknologi. Kita bisa bertambah pintar apabila menggunakan alat teknologi dengan benar  misalnya media sosial, akan tetapi kita juga bisa menjadi penyebar hoax dan menjadi bodoh apabila menggunakan media sosial dengan tidak benar, tergantung bagaimana kita menggunakannya.

Pendidikan adalah hal yang sangat penting dan tidak bisa terlepas dalam diri manusia. Oleh sebab itu generasi penerus bangsa wajib memiliki pendidikan yang lebih baik. Karna pendidikan berpengaruh pada cara bertindak dan berpikir seseorang  yang melingkupi lingkungannya. Pendidikan yang baik sangat mempengaruhi kualitas individu menjadi lebih baik. Dengan kecanggihan teknologi, tingkat persaingan juga semakin tinggi. Generasi masa kini dituntut harus mampu beradaptasi dengan cepat dan belajar serta melakukan pengelolaan yang lincah dan bijak untuk dapat memecahkan setiap masalah yang dihadapi. Tentu saja manusia yang berpendidikan akan mempengaruhi sumber daya yang dihasilkan, baik dalam pola pikir, tindakan maupun karakter oleh seseorang tersebut yang juga tidak terlepas dari disiplin yang diterapkan. Disiplin bukanlah sebuah cerita, tetapi disiplin adalah bagaimana dapat konsisten untuk mencapai sebuah tujuan. Karenanya orang yag berkompeten dalam dalam segi intelektual dan skill biasanya akan memegang kendali pada zamannya.

KOMENTAR

Ads

Nama

.id - Jejak Pencarian,4,#fempop,1,1000 Lilin,1,11TahunKompasiana,1,1965,1,2018,1,2019,3,3 Tahun,1,9 November,1,Adu Domba,1,Advokasi,2,Advokat,1,Agama,1,Ahok,1,AHY,1,Aibon,1,akbid santa benedicta pontianak,1,Aksi 3 Tahun Jokowi-JK,1,Alfred,1,Alfredo,1,Alfredo Pance Saragih,1,Aliansi Mahasiswa Siantar Simalungun (AMSS),3,Alumni,1,Anak,2,Ananda,1,Ancaman Pemilu,1,Anies,1,Anis Baswedan,1,Antikorupsi,1,Aquaman,1,Argentina,1,Artikel,39,Asian Games,1,Australia,1,Bahasa,1,Bahasa Inggris,3,Bakti Sosial,1,balaikota Jakarta,1,Bapa Kami,1,Bedah Buku,1,Beijing,1,Bengkulu,1,Berbuah,1,Berita,107,Berita Sumatera Utara,2,Berita. Sumatra Utara,2,Berjuang,2,Berkarya,2,Berubah,2,BeyondBlogging,1,Bidan,1,Biografi,1,Bitcoin,1,Black Panther,1,Black Pather,1,boarding pass,1,Budi Mulia,1,Budi Purba,1,Buku,5,Bumi,1,Bumi Manusia,1,Bunuh Diri,2,Bupati Simalungun,1,cadar,1,Camping Rohani,1,Candu,1,Candu Pesan,1,Candu Pesan Instan,1,Capres,1,Carla Makay,1,Catatan,2,Catatan Akhir Tahun,1,Cawapres,1,Cerpen,5,Cewek,1,Changi,1,chatting,1,Cinta,3,Cipayung,2,Cipayung Plus,2,Cookies and Bakery,1,Cooperative Learning,1,Cosmas Batubara,1,CR7,1,Crazy Rich Asians,1,Creative Minority,1,Curhat,1,da Lopez,1,Danau Toba,2,Dara. Kathulistiwa,1,Deepavali,1,Deklarasi,1,Demokrasi,5,Devide et Impera,1,Di Jakarta Tuhan Diburu dan Dibunuh,1,Dies Natalis PMKRI,1,Dilan,1,Dion Dhima,1,Diskusi Publik,2,Disrupsi,1,Ditolak,1,Diwali,1,DIY,1,Djarot Saiful Hidayat.,1,DKJ,1,Doa,1,Dogma,1,Donor Darah,1,Doraemon,1,Dosa,1,DPC PMKRI Jakarta Pusat,1,DPR,2,DPRD Kota Pematangsiantar,1,Drama,1,Dunia,1,Duterte,1,Dwi,1,Elit,1,Emas,1,Eris,1,ESDM,1,Essai,3,Fakultas Kehutanan,1,Fandis,1,Fase,1,Feminin,1,Feminis,2,Feminism,1,fenomena,1,FIFA World Cup 2018,1,Film,3,Film Porno,1,Filsuf,1,Finansial,1,Forum Orang Muda Dunia,1,Fotografi,1,Fransiskus,1,Freeport,1,Frengki Simamora,2,Friska Sitorus,2,Fun Walk,1,G30S PKI,1,Game,1,Garuda,1,Gaya Hidup,1,Gender,1,Genre Teks,1,Gereja,2,GMKI,1,Goethe-Institut Indonesien,1,Gubernur,1,Guru,1,Hak Asasi Manusia,1,HAM,4,Harakiri,1,Harapan,1,Hari,1,Hari Bumi,1,Hari guru,1,Hari Pahlawan,1,Hati Gajah,1,Hebei,1,Hegemoni,1,Henry Golding,1,herbal,1,Hindu,1,hoaks,2,Hoax,3,Holiday,1,Hong Kong,1,HUKUM,1,Human Rights,1,Human Trafficking,1,Hungary,1,hutan,2,Hymne,1,ID42NER,1,Ignasius Jonan,1,Ignatius Pati Ola,1,IKASANTRI,1,Imunitas,1,Indonesia bangkit,2,informasi,2,Introver,1,ISKA,1,Istri,1,Jakarta Pusat,1,Jambi,1,Jaya,1,Jepang,1,JK,1,Joker,1,Jokowi,2,Jomblo,1,Kabupaten Sintang,1,Kalbar,1,Kalimantan Barat,2,Kampanye Sosial,1,Karakter,1,Kartini,1,kasih,1,Katakanlah,1,Katolik,3,keadilan,2,Kebosanan,1,Kecanduan,1,Kecelakaan Pesawat,1,Kejaksaan Negeri Sinatar,1,Kekerasan Anak,2,Kekerasan Polisi,1,Kekerasan Seksual,2,Kelompok Cipayung,2,Keluarga,3,Kemeristekdikti,1,Kemiskinan,1,Kepemimpinan,1,Keperawanan,1,Kerabat Antropologi,1,Kerja Jaringan,2,Kesepian,1,Kita Indonesia,2,Kita_Indonesia,1,Kitabisa,1,KMK,1,KMK USI,1,KNPI,2,KNPI Siantar,2,Komda III,2,Kominfo,1,Kompas,1,Kompasiana,1,Komunitas,1,Konferensi Studi Nasional,1,Konflik,1,Konsumtif,1,Konten Negatif,1,Kontribusi,1,Korupsi,7,Koruptor,1,Kostulata,1,Kota,1,Kota Pematangsiantar,2,KPK,8,KPKR,1,Kreatif,1,Kritik Sastra,6,KSA,1,KSN,3,KSR,2,Kuala Namu,1,Kufur,1,KUPIKIR,2,Kurnia Patma,2,KWI,2,Larantuka,1,LDKM,1,Lem Aibon,1,Lingko Ammi,1,Liovina,1,Literasi,3,LKK,1,Lomba Cipta Opini,1,Low Budget,1,LPDP,2,Luka,2,Lukisan,1,Lut_q,1,MABIM,1,Madura,1,Mahasiswa,5,mahasiswa katolik,1,maliku,1,Maluku,1,Manusia-manusia tidak berguna,1,Marz,1,Maumere,1,MDGs,1,Media online,1,Media Sosial,3,Membaca,6,Meme,1,Menangis,1,Menkominfo,1,Menristekdikti,1,Menulis,7,Mesir,1,Messi,1,Messiah,1,Migran,1,Milenial,2,Millennial,1,Minder,1,Mohctar Lubis,1,Moral Negara,1,Moralitas Negara,1,Mother Earth,1,MPAB,7,Muda,5,Myanmar,1,Nagakeo,1,Napza,1,Narkoba,1,Nasional,1,Natal,3,Nawa Cita,1,Nias,1,Nilai-nilai,1,Noam Chomsky.,1,Nommensen,1,Novel,1,NTB,1,NTT,3,Nyai Ontosoroh,1,Opening Ceremony,1,Opini,73,Orang Muda,4,Organisasi,4,Ormas,1,Pacaran,1,Pagi Bening,1,Pahlawan,1,Palopo,1,Pancasila,2,Papua,4,Partai Politik,1,Passport,1,Patriarkis,1,Paus,1,Paus Fransiskus,1,Pedagang,1,Pelantikan,3,Pelantikan Anggota Baru,1,Pelatihan jurnalistik,3,Peluang,1,Pematangsiantar,5,Pembelajaran Kooperatif,1,Pemberantasan,1,Pemerintah,1,Pemilu,1,Pemimpin,2,Pemko pematangsiantar,1,Pemuda,5,Pemuda Milenial,1,Pemudi,1,Pendidikan,4,Pendidikan Indonesia,2,pengabdian,1,pengamat,1,Pengantar,1,Penjajahan,1,Penonton,1,Penulis,1,Peradaban,1,Perang,1,Perbedaan,1,Percaya Diri,1,Perempuan,3,Perjuangan,1,perkebunan,1,PERPPU,2,Persimpangan,1,Pesan Instan,1,Pesawat,1,Pewarta,1,Philosophy Award,1,Pilpres,1,PMKRI,47,PMKRI Bengkulu,1,PMKRI Cab. Palopo,1,PMKRI Cab. Pematangsiantar,5,PMKRI CAB.PEMATANGSIANTAR,8,PMKRI Cabang Bengkulu,1,PMKRI Cabang Kupang,1,PMKRI cabang maumere,1,PMKRI cabang Pematangsiantar,3,PMKRI Cabang Tondano,1,PMKRI Cabang Yogyakarta,1,PMKRI Manokwari,1,PMKRI Pematangsiantar,6,Politikus,1,Politk,1,Pontianak,2,Pop,1,Portugal,1,PPDKS,1,Prabowo,1,Prancis,1,Presiden,1,Pribumi,1,PSI,1,psikologi,1,Puisi,22,Pulang,2,Pulang Kampung,1,Qiana,1,Quilt,1,R. Wahyu Handoko,1,Radikal,1,Radikalisme,2,RAKERCAB,1,Rasisme,1,Refleksi,2,Refleksi Sumpah Pemuda,1,Reformasi,1,retreat,1,retret,1,Reuni,1,Review Buku,2,Revisi UU KPK,2,Riview,1,Robertus Dagul,1,Rohingya,2,Romo Prof. DR. Franz Magnis-Suseno,1,Ronaldo,1,Ruang Publik,1,Sahabat,1,Sangge-sangge,1,SBY,1,SDA,1,SDGs,1,SDM,1,SDN Nggoang,1,Sejarah,1,Sejawat,1,Sekolah,1,Seks,1,Selvi,1,Seminar Nasional,3,Sensory Ethnography,1,serai,1,Shelter,1,SiaranPersKemenristekdikti,1,sibuk,1,Sihaporas,1,Simalungun,2,Sinetron,1,SJ,1,sm3t,1,Sosdodihardjo,1,Sosial,3,Spirit,1,Sriwijaya Air,1,Stadium General,1,Studium Generale,1,Study Tour,1,Study Tour Ke Tiongkok,1,Sukses,1,Sulawesi Utara,1,Sumpah Pemuda,2,Surat,1,Surat Terbuka,2,Surya Tjandra,1,Suster,1,Sydney Opera House,1,Taiwan,1,Taruna Merah Putih,1,Teater Arsip,1,Teater Kecil,1,Tembok,1,Temu Pemuda Lintas Iman Kalbar,1,TEPELIMA,1,Thomas,1,Tiga,1,TIM,2,Tiongkok,1,TMP,1,Tomson,4,Tomson Sabungan Silalahi,8,Transformasi,2,Tri Hari Suci,1,Trip N Vlog,1,TRIP N VLOG #PULANG KAMPUNG,1,Tungku Batu,1,UGM,1,UNIPA,1,Universitas HKBP Nommensen,1,Universitas pakuan bogor.,1,Universitas Simalungun,1,Universitas Tanjungpura,1,UNJ,1,Urban,1,Uruguay,1,UU MD3,1,Valentine,3,Vatikan,2,Vatkian,1,Veteran,1,Visi,1,Vox Point,1,wacana,2,walikota pematangsiantar,1,wanita,1,War On Drugs,1,Wartawan,1,whatsapp,1,WiFi,1,World Youth Forum,1,WYF2017,2,Yesus,1,YLBHI,1,Yogen,7,Yogen Sogen,2,Yogyakarta,1,Young Entrepreneurship,1,Zaman Now,1,
ltr
item
katakanlah: Pengaruh Pendidikan Bagi Generasi Milenial
Pengaruh Pendidikan Bagi Generasi Milenial
Pelatihan jurnalistik, mahasiswa, PMKRI Cabang Pematangsiantar, opini
https://1.bp.blogspot.com/-9Nksth4m_Mk/XPBrfJSy7KI/AAAAAAAAAdE/dL_48DscAFMDEVfbjm2GOJGVnzVopkR8QCLcBGAs/s640/FB_IMG_1559259586391.jpg
https://1.bp.blogspot.com/-9Nksth4m_Mk/XPBrfJSy7KI/AAAAAAAAAdE/dL_48DscAFMDEVfbjm2GOJGVnzVopkR8QCLcBGAs/s72-c/FB_IMG_1559259586391.jpg
katakanlah
https://www.katakanlah.com/2019/05/pengaruh-pendidikan-bagi-generasi.html
https://www.katakanlah.com/
https://www.katakanlah.com/
https://www.katakanlah.com/2019/05/pengaruh-pendidikan-bagi-generasi.html
true
8814382905702038148
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All rekomendasi LABEL arsip CARI ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy