Ternyata Tiongkok Itu Biasa-Biasa Saja | China 7 Days Study Tour



Dari beberapa hari kunjungan ke Negara Tirai Bambu, saya, bolehlah kiranya menyimpulkan bahwa ternyata Tiongkok itu biasa-biasa saja.

Sebelum masuk ke yang biasa-biasa saja, perlu (kalau gak perlu, diperlu-perlukan jak) saya sampaikan mengapa saya boleh sampai ke Negara yang dikenal dengan Panda-nya itu.

Di tengah perang dagang Tiongkok dan Amerika Serikat dan isu-isu miring diserbunya Indonesia oleh tenaga asing dari Tiongkok, pemerintah Tiongkok melalui perwakilannya di Jakarta memberikan kesempatan kepada mahasiswa Indonesia untuk berkunjung ke Tiongkok melalui Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi entah ada hubungannya atau tidak. Kesempatan itu ditujukan untuk memperkenlakan budaya dan teknologi Tiongkok. Dengan harapan mahasiswa Indonesia bisa melihat secara langsung kemajuan teknologi dan kekayaan budaya Tiongkok, belajar dan mendapat pengetahuan baru yang kiranya bisa menumbuhkan semangat baru untuk memajukan Indonesia (dan dunia) menjadi tempat yang lebih baik lagi bagi semua manusia.

Halaman Masjid Sapi. Bangunan inkulturasi budaya Tiongkok.

Hari pertama sesampainya di Tiongkok rombongan langsung dibawa ke Masjid Sapi di Jalan Sapi. Sebenarnya masjid ini bernama Libaisi, namun karena terletak di Jalan Sapi atau Niujie maka oleh penduduk setempat disebutlah Masjid Sapi atau Masjid Niujie (dimana Niu artinya Sapi dan Jie artinya Jalan). Dari Masjid, setelah makan siang rombongan dibawa ke Beijing Zoo, tentu saja ada Panda di dalamnya. Tidak ada yang terlalu istimewa selain informasi tentang panda yang lengkap. Setelahnya check in di Beijing River View Hotel.

Pose di depan papan informasi tentang Panda.

Keesokan harinya, rombongan dibawa ke Great Wall Jiayogguan. Sebelum ke Tembok Besar ini, saya pernah mendengar bahwa di tembok ini bau pesing, lantaran banyak yang kencing di dindingnya. Mungkin bukan di tembok yang ini, karena di tempat yang kami kunjungi tidak ada bau kencing sama sekali. Jangankan kencing, sampah pun tidak ada yang kelihatan, kecuali di tempat sampah ya. Hari itu kami disambut hujan rintik-rintik hingga pemandangan di sekitar menjadi sedikit berembun. Namun rintik hujan itu tidak mengurangi kemegahan benda bersejarah yang sedang kami lihat itu. Tergaum-kagum dan terheran-heran (tapi ndak sampai makan sayur kol kok, sayur kolnya ada setiap kami makan saja) tidak hanya karena begitu kokohnya tembok itu juga karena belum percaya karena bisa menginjakkan kaki di tembok bersejarah itu.

Untuk itu, sebelum saya lanjutkan cerita ini, saya harus berterima kasih kepada semua pihak yang telah mewujudkan study tour ini bisa saya ikuti. Terima kasih kepada Bapak Mohamad Nasir, Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) Republik Indonesia, Bapak Duta Besar Abdul Wahid Maktub, Staff Khusus Menristekdikti, Bapak Didin Wahidin, Direktur Kemahasiswaan, Ibu Tiomega Gultom, Kepala Subdirektorat Penyelarasan Kebutuhan Kerja), Bapak Ismet Yusputra, Kasubdit Kesejahteraan dan Kewirausahaan. Terima kasih banyak juga kepada Kedutaan Besar RRT, Ms. Li Chen yang setia mendampingi kami dari awal keberangkatan (bahkan sebelumnya) sampai pulang ke Indonesia kembali. Terima kasih atas pendampingan dan arahan-arahan dari Ms. Ma Ningning, CRI, Mrs. Li dan Mrs. Lin dari China Performing Arts Agency, Ibu Ivana Tobing Dosen Pembimbing dari UNJ yang selalu setia memberikan kami informasi yang sangat bermanfaat selama tinggal di Tiongkok. Kami yang masih harus belajar banyak ini harus mengakui: tanpa kalian kayaknya kami tidak bisa pulang ke Indonesia dengan hati riang gembira. Kesabaran dan bimbingan kalian tidak bisa kami bayar, semoga kebaikannya dibalas oleh Yang Kuasa. Maafkan jika kami selalu membuat kalian waswas selama di sana.


Dari Great Wall Jiayogguan rombongan dibawa ke Lapangan Tian’anmen dan Forbidden City. Lapangan Tian’anmen ini terletak di pusat Kota Beijing. Lapangan ini merupakan lapangan terluas di dunia saat ini. Setiap hari ada upacara penaikan dan penurunan bendera di lapangan ini oleh tantara kehormatan. Selama di lapangan ini, jangan coba-coba mengibarkan poster, spanduk, iklan dan semacamnya, tidak diperbolehkan.

Sedangkan Forbidden City sangat dekat dengan Lapangan Tian’anmen ini, biasanya para pengunjung ke Lapangan dulu baru kemudian ke Forbidden City. Forbidden City merupakan istana kerajaan selama periode Dinasti Ming dan Qing. Kota ini juga dikenal sebagai Museum Istana, memiliki luas sekitar 720.000 meter persegi. Oleh UNESCO sudah mendapat pengakuan sebagai situs warisan dunia pada tahun 1987 karena (bangunannya) merupakan koleksi terbesar struktur kayu kuno di dunia. Tentu saja istana ini tidak lagi ditempati, karena Tiongkok sudah berubah dari Kerajaan ke Republik.

Hari selanjutanya, sebenarnya sudah dijadwalkan akan berkunjung ke Huawei Tecnologies Co. Ltd. tapi akhirnya rombongan dibawa ke Beijing Perfect World dan Perfect World Entertainment. Perusahaan Games besar di Tiongkok dan Industri Hiburan ini sudah menguasai pasar di Tiongkok. Awalnya digagas oleh 10 orang muda yang baru tamat kuliah dan akhirnya bisa sukses karena kegigihan dan mimpi besar mereka. Sekarang karyawannya sudah mencapai angka 200.000 orang (kalau tidak salah dengar). Nama Perfect World dimulai dari mimpi anak-anak muda ini untuk menciptakan dunia yang sempuran di mana setiap orang bahagia karena bisa memerankan apa saja yang mereka mau tanpa ada halangan.

Dari Perfect World rombongan dibawa ke National Library of China. Perpustakaan ini merupakan perpustakaan terbesar di Asia dan salah satu perpustakaan terbesar dunia. Memiliki koleksi lebih dari 35 juta unit termasuk koleksi sastra Tiongkok dan dokumen bersejarah yang terbesar di dunia. Setiap orang bisa membaca di perpustakaan ini dengan mendaftar menjadi anggota perpustakaan. Yang luar biasa di perpustakaan ini adalah terintegrasinya seluruh dokumen di satu server, sehingga secara real time pengunjung bisa tahu buku-buku apa yang sedang banyak dibaca pengunjung, berapa orang yang sedang berkunjung, jumlah pemakai yang sedang online di perpustakaan online-nya, kata kunci apa yang sedang banyak dicari di perpustakaan itu. Selain itu, perpustakaan ini terintegrasi juga dengan perpustakaan-perpustakaan di semua provinsi di Tiongkok, yang tidak kalah seru, para pengunjung disediakan minuman gratis yang tentu saja harus diambil sendiri.

Setelah dari Perpustakaan rombongan dibawa ke Peking University, universitas terbaik di Tiongkok. Universitas ini menampung orang-orang terbaik di Tiongkok dan dunia. Ada banyak mahasiswa internasional yang menggali ilmu di universitas ini. Pada tahun 1920 universitas ini telah menjadi pusat untuk pemikiran progresif. Universitas ini telah membedakan dirinya dalam hal kebebasan intelektual dan telah diproduksi dan mengundang banyak pemikir modern dan menonjol di Tiongkok, termasuk Mao Zedong. Selain itu terkenal juga karena keindahan arsitektur tradisional Tiongkok bangunannya. Di tengah-tengah kampus ada danau, banyak ikan di dalamnya, dan sampai saat ini nama danau ini belum ada, kalau kamu diminta untuk menamainya, nama apa yang akan kamu buat? Hehehe.

Setelah itu rombongan dibawa ke panggung teater. Pertunjukan akrobatik yang sangat epik dan meneganggkan serta lucu di beberapa kesempatan pertunjukannya membuat para pengunjung tidak sadar kalau-kalau sudah selesai. Untuk harga 500 RMB kiranya cocoklah, apalagi dibayarin, lol. Dan hari itu perjalanan ditutup dengan makan malam.

Hari berikutnya rombongan dibawa ke International Horticultural Exhibition 2019 (Beijing Expo 2019). Banyak pengunjung eksebisi membuat suasana menjadi begitu ceria dan riuh. Satu hari tidak cukup rasanya untuk melihat-lihat pameran yang memanjakan mata. Sekali lagi, saya terheran-heran menyaksikan semua yang saya lihat. Pada pameran ini antara teknologi dan alam dipadukan menjadi perpaduan yang menakjubkan. Ternyata teknologi tidak selamanya berdampak negatif terhadap lingkungan, justeru teknologi bisa digunakan untuk melestarikan lingkungan yang lebih bersih dan sehat. Dalam pameran ini, tidak lupa Tiongkok memperkenalkan produk 5G oleh Telecom Tiongkok. Ada robot yang bisa mengikuti gerak manusia dan beberapa kecerdasan buatan lainnya dipamerkan di sana.

Setelah dari pameran itu rombongan dibawa ke Wangfujing Street. Rombongan bisa melihat pasar tradisional bersanding dengan pasar modern di sana. Sambil melihat-lihat barang yang ditawarkan anggota rombongan juga melihat-lihat isi kantong kalau-kalau ada barang yang bisa dibeli dengan harga yang pantas. Kalau ke pasar ini jangan lupa menawar, harus malah, biasanya harganya dipatok mahal agar ditawar (sama seperti pasar-pasar tradisional di belahan dunia lainnya). Kalau tidak ditawar, ya mereka untung banyak, tidak apa juga kalau sedang banyak duit.

Dari Beijing rombongan dibawa ke Provinsi Hebei pada hari selanjutnya. Sebelum ke sana, rombongan dibawa ke Kedutaan Besar RI di Beijing. Bersilaturahmi dengan Wakil Kepala Perwakilan (Deputy Chief Mission) Duta Besar RI di Tiongkok. Di sini rombongan diinformasikan bahwa banyak beasiswa pemerintah Tiongkok yang diberikan ke masyarakat Indonesia setiap tahunnya, bisa mencapai 4.000 orang. Bagi yang ingin kuliah di Tiongkok ada beasiswa S1 sampai S3, semua biaya ditanggung pemerintah Tiongkok. Dari Ibu DCM, mereka lagi membutuhkan staf di sana, tapi harus bisa bahasa Mandarin ya, sok dilamar, kunjungin website mereka.

Selama hampir 4 jam perjalanan dengan bus akhirnya rombongan sampai di Hebei. Tempat pertama yang dikunjungi adalah pabrik susu terbaik di dunia. Dengan mengimpor mesin-mesin terbaik dunia termasuk Jerman, pabrik ini mampu menjadi pabrik susu terbaik. Kerbaunya diimpor dari Australia. Produknya beragam dari yogurt sampai ke susu bubuk. Dari hulu ke hilir semuanya dipegang oleh perusahaan Junlebao.

Setelah itu rombongan dibawa ke Hebei Normal University. Menginap di hotel terdekat HNU, akhirnya rombongan makan malam dan istirahat setelah perjalanan panjang hari itu.

Pagi harinya, romongan melakukan diskusi dengan mahasiswa Indonesia yang sedang belajar di Tingkok dan dosen-dosen HNU. Setelah diskusi, rombongan dibawa mengelilingi kampus dan memperkenalkan sejarah kampus hingga menjadi kampus ternama di Tiongkok. Hal yang mengagumkan bagi saya yang sering luput dari perhatian kita di Indonesia adalah, kepedulian mereka mengarsipkan semua dokumen-dokumen kampus.

Patung Mamut terdapat di Museum Hebei.

Kepala dan Belalai Mamut yang digali dari sekitar sungai Kuning (Mamut dipercaya hidup di daratan Tiongkok sekitar 2 juta tahun yang lalu).

Dildo ternyata sudah digunakan sejak zaman dahulu, menurut kalian kenapa?

Lentara Minyak dari Dinasti Han abad ke-2 SM.


Setelah mengelilingi kampus, rombongan dibawa ke Hebei Museum. Museum yang sangat canggih dan tertata rapi. Informasi disediakan melalui audio yang bisa kita dengar melalui headset yang disediakan di museum. Artefak-artefak yang ada di museum ini diangkat salah satu dari Sungai Kuning. Satu jam merupakan waktu yang sangat singkat untuk mengelilingi museum ini. Ada banyak hal yang perlu dipelajari dari museum ini. Lagi-lagi teknologi sangat berperan untuk mempercanggih citra museum ini.

Hari berikutnya, rombongan kembali ke Beijing menggunakan kereta cepat. Sekitar 1 jam rombongan sudah sampai di Beijing. Setelah itu langusng ke Bandara Beijing dan bertolak ke Indonesia.

Nah, apakah yang biasa-biasa itu? Mungkin ini tidak merepresentasikan Tiongkok secara keseluruhan karena rombongan hanya mengunjungi dua kota besar saja, namun kiranya sudah bisa menggambarkan sekilas tentang Tiongkok.

Ada beberapa hal yang biasa-biasa saja di Tiongkok. Pertama meraka sudah biasa tidak melihat sampah berserakan di jalanan. Kedua, orang Beijing sudah biasa tidak melihat bintang di langit karena polusi yang sangat tinggi. Ketiga, pengendara motor dan mobil sudah biasa mendahulukan pejalan kaki walau ada beberapa yang mungkin sedang buru-buru hingga tidak memberikan jalan. Keempat, orang Tiongkok sudah biasa dengan barcode. Di semua tempat kita akan menemukan banyak barcode untuk melakukan banyak transaksi, dari pasar modern sampai kios-kios kecil yang tersebar di Tiongkok. Kelima, mereka sudah biasa tidak bergantung pada mbah Google dan semua produk Google, Facebook, Instagram, Whatsapp, karena apa? Karena mereka sudah mandiri, mereka punya platform sendiri, sangat mandiri bukan? Tidak heran mereka sekarang disegani (bahkan ditakuti) banyak negara sekarang.

Salah satu peringatan di atas tempat kencing toilet pria di Museum Hebei, ditulis: A small step forward one step civilization. Wah dong!

Satu hal yang kurang baik di Tiongkok adalah toiletnya. Tapi mereka sudah berusaha untuk memperbaiki citra (memiliki toilet terjorok) buruk itu. Hal ini diafirmasi dengan adanya rating toilet baik di Kota Terlarang oleh pengunjung. Semoga sekali lagi kita ke sana, toiletnya sudah jauh lebih baik. Dan kita yakin itu pasti gampanglah untuk dicapai. Tapi toilet di Indonesia juga masih kurang bagus kok, di beberapa tempat, entah karena si empunya tanggungjawab yang tidak menjalankan tugasnya dengan baik atau orang-orang Indonesia yang masih suka serampangan memakai toilet. Tiongkok sudah bertekat memperbaiki citranya dari hal-hal kecil, kita kapan? Yuk mulai dari diri sendiri.


PS: Pengalaman selama di Tiongkok juga akan saya buat dalam bentuk Video dan akan dipublish di YouTube chanel saya, silakan klik link di atas untuk video pertamanya.

Tonton video reaksi/review makanan-makanan aneh dari Tiongkok di bawah ini:
(PART 1)

(PART 2)


KOMENTAR

Ads

Nama

.id - Jejak Pencarian,4,#fempop,1,1000 Lilin,1,11TahunKompasiana,1,1965,1,1998,1,2018,1,2019,3,3 Tahun,1,9 November,1,Adu Domba,1,Advokasi,2,Advokat,1,Agama,1,Ahok,1,AHY,1,Aibon,1,akbid santa benedicta pontianak,1,Aksi 3 Tahun Jokowi-JK,1,Alfon Hutabarat,2,Alfred,1,Alfredo,1,Alfredo Pance Saragih,1,Aliansi Mahasiswa Siantar Simalungun (AMSS),3,Almamater,1,Alumni,1,Amorphophallus gigas,1,Amorphophallus paeoniifolius,1,Amorphophallus prainii,1,Amorphophllus titanumn Ades Galingging,1,Anak,2,Ananda,1,Ancaman Pemilu,1,Anies,1,Anis Baswedan,1,Antikorupsi,1,Aquaman,1,Araceae,1,Argentina,1,Artikel,43,Asian Games,1,Asrida Sigiro,1,Australia,1,Bahasa,1,Bahasa Inggris,3,Bakti Sosial,1,balaikota Jakarta,1,Bapa Kami,1,Bedah Buku,1,Beijing,1,Belajar,1,Belajar Online,1,Bengkulu,1,Berbuah,1,Berita,112,Berita Sumatera Utara,3,Berita. Sumatra Utara,2,Berjuang,2,Berkarya,2,Bersumpah,1,Berubah,2,BeyondBlogging,1,Bidan,1,Biografi,1,Bitcoin,1,Black Panther,1,Black Pather,1,boarding pass,1,Budi Mulia,1,Budi Purba,1,Buku,5,Bumi,1,Bumi Manusia,1,Bunga Bangkai,1,Bunuh Diri,2,Bupati Simalungun,1,cadar,1,Camping Rohani,1,Candu,1,Candu Pesan,1,Candu Pesan Instan,1,Capres,1,Carla Makay,1,Catatan,2,Catatan Akhir Tahun,1,Cawapres,1,Cerpen,5,Cewek,1,Changi,1,chatting,1,Cinta,3,Cipayung,3,Cipayung Plus,2,Cookies and Bakery,1,Cooperative Learning,1,Corona,1,Corona Virus,4,Cosmas Batubara,1,COVID-19,15,CR7,1,Crazy Rich Asians,1,Creative Minority,1,Curhat,1,da Lopez,1,Danau Toba,2,Dara. Kathulistiwa,1,Daring,2,Deepavali,1,Deklarasi,1,Demokrasi,5,Devide et Impera,1,Dewi,1,Di Jakarta Tuhan Diburu dan Dibunuh,1,Dies Natalis PMKRI,1,Dilan,2,Dion Dhima,1,Disinfekatan,1,Diskusi Publik,2,Disrupsi,1,Ditolak,1,Diwali,1,DIY,1,Djarot Saiful Hidayat.,1,DKJ,1,Doa,1,Dogma,1,Dolokmarlawan,1,Donor Darah,1,Doraemon,1,Dosa,1,DPC PMKRI Jakarta Pusat,1,DPR,2,DPRD Kota Pematangsiantar,1,Drama,1,Dunia,1,Duterte,1,Dwi,1,Ekaristi,1,Elit,1,Emas,1,Eris,1,ESDM,1,Esron,3,Essai,3,Fakultas Kehutanan,1,Fandis,1,Fase,1,Feminin,1,Feminis,2,Feminism,1,fenomena,1,Ferdian,1,FIFA World Cup 2018,1,Film,3,Film Porno,1,Filsuf,1,Finansial,1,Forum Orang Muda Dunia,1,Fotografi,1,Fransiskus,1,Freeport,1,Frengki Simamora,2,Friska Sitorus,2,Fun Walk,1,G30S PKI,1,Gading,1,Galang Dana,1,Game,1,Garuda,1,Gaya Hidup,1,Gender,1,Genre Teks,1,Gereja,2,Gilbert Lumoindong,1,GMKI,2,Goethe-Institut Indonesien,1,Gubernur,1,Gunungsitoli,1,Guru,2,Hak Asasi Manusia,1,HAM,4,Harakiri,1,Harapan,1,Hari,1,Hari Bumi,1,Hari guru,1,Hari Pahlawan,1,Hati Gajah,1,Hebei,1,Hegemoni,1,Hendra Sinurat,1,Henry Golding,1,herbal,1,Himpunan Pemuda dan Mahasiswa Nias,1,Hindu,1,hoaks,2,Hoax,3,Holiday,1,Hong Kong,1,HUKUM,2,Human Rights,1,Human Trafficking,1,Hungary,1,hutan,2,Hymne,1,ID42NER,1,Ignasius Jonan,1,Ignatius Pati Ola,1,IKASANTRI,1,Imunitas,1,Indonesia bangkit,2,informasi,2,Internet,1,Introver,1,ISKA,1,Istri,1,Jakarta Pusat,1,Jambi,1,Jaya,2,Jepang,1,JK,1,Joker,1,Jokowi,2,Jomblo,1,Kabupaten Sintang,1,Kalbar,1,Kalimantan Barat,2,Kampanye Sosial,1,Karakter,1,Kartini,1,kasih,1,Katakanlah,1,Katolik,3,keadilan,2,Kebosanan,1,Kecanduan,1,Kecelakaan Pesawat,1,Kejaksaan Negeri Sinatar,1,Kekerasan Anak,2,Kekerasan Polisi,1,Kekerasan Seksual,2,Kekristenan,1,Kelompok Cipayung,2,Keluarga,3,Kemeristekdikti,1,Kemiskinan,1,Kepemimpinan,1,Keperawanan,1,Kerabat Antropologi,1,Kerja Jaringan,2,Kesepian,1,Kita Indonesia,2,Kita_Indonesia,1,Kitabisa,1,KMK,1,KMK USI,1,KNPI,2,KNPI Siantar,2,Komda III,2,Kominfo,1,Kompas,1,Kompasiana,1,Komunitas,1,Konferensi Studi Nasional,1,Konflik,1,Konsumtif,1,Konten Negatif,1,Kontribusi,1,Korupsi,7,Koruptor,1,Kostulata,1,Kota,1,Kota Pematangsiantar,2,KPK,8,KPKR,1,Kreatif,1,Kristen,1,Kritik Sastra,6,KSA,1,KSN,3,KSR,2,Kuala Namu,1,Kufur,1,KUPIKIR,2,Kurnia Patma,2,KWI,2,Larantuka,1,LDKM,1,Lem Aibon,1,Lingko Ammi,1,Liovina,1,Literasi,3,LKK,1,Lockdown,1,Lomba,1,Lomba Cipta Opini,1,Low Budget,1,LPDP,2,Luka,2,Lukisan,1,Lut_q,1,MABIM,2,Madura,1,Mahasiswa,5,mahasiswa katolik,1,maliku,1,Maluku,1,Manusia-manusia tidak berguna,1,Marz,1,Maumere,1,MDGs,1,Medan,1,Media online,1,Media Sosial,3,Membaca,6,Meme,1,Menangis,1,Menkominfo,1,Menristekdikti,1,Menulis,7,Mesir,1,Messi,1,Messiah,1,Migran,1,Milea,1,Milenial,2,Millennial,1,Minder,1,Mohctar Lubis,1,Moral Negara,1,Moralitas Negara,1,Mother Earth,1,MPA,1,MPAB,7,Muda,5,Myanmar,1,Nagakeo,1,Napza,1,Narkoba,1,Nasional,1,Natal,3,Nawa Cita,1,Nias,2,Nilai,1,Nilai-nilai,1,Noam Chomsky.,1,Nommensen,1,Novel,1,NTB,1,NTT,3,Nyai Ontosoroh,1,Opening Ceremony,1,Opini,88,Orang Miskin,1,Orang Muda,4,Organisasi,4,Ormas,1,Pacaran,1,Pagi Bening,1,Pahlawan,1,Palopo,1,Pancasila,2,Pandemi,3,Papua,4,Partai Politik,1,Passport,1,Patriarkis,1,Paus,1,Paus Fransiskus,1,Pedagang,1,Pedidikan Indonesia,1,Pelaka,1,Pelantikan,3,Pelantikan Anggota Baru,1,Pelatihan jurnalistik,3,Peluang,1,Pematangsiantar,7,Pembelajaran,2,Pembelajaran Kooperatif,1,Pemberantasan,1,Pemerintah,1,Pemilu,1,Pemimpin,2,Pemko pematangsiantar,2,Pemuda,5,Pemuda Milenial,1,Pemudi,1,Pencemaran Nama Baik,1,Pendidikan,5,Pendidikan Formal,1,Pendidikan Indonesia,2,pengabdian,1,pengamat,1,Pengantar,1,Penghinaan,1,Penjajahan,1,Penonton,1,Penulis,1,Peradaban,1,Perang,1,Perbedaan,1,Percaya Diri,1,Perempuan,3,Perjuangan,1,perkebunan,1,PERPPU,2,Persepuluhan,1,Persimpangan,1,Pesan Instan,1,Pesawat,1,Pewarta,1,Philosophy Award,1,Pidana,1,Pilpres,1,PMKRI,51,PMKRI Bengkulu,2,PMKRI Cab. Palopo,1,PMKRI Cab. Pematangsiantar,5,PMKRI CAB.PEMATANGSIANTAR,8,PMKRI Cabang Bengkulu,1,PMKRI Cabang Kupang,1,PMKRI cabang maumere,1,PMKRI cabang Pematangsiantar,3,PMKRI Cabang Tondano,1,PMKRI Cabang Yogyakarta,1,PMKRI Manokwari,1,PMKRI Pematangsiantar,6,Politikus,1,Politk,1,Pontianak,2,Pop,1,Portugal,1,PPDKS,1,Prabowo,1,Prancis,1,Presiden,1,Pribumi,1,PSI,1,psikologi,1,Puisi,24,Pulang,2,Pulang Kampung,1,Qiana,1,Quilt,1,R. Wahyu Handoko,1,Radikal,1,Radikalisme,2,RAKERCAB,1,Rasisme,1,Refleksi,2,Refleksi Sumpah Pemuda,1,Reformasi,1,retreat,1,retret,1,Reuni,1,Review Buku,2,Revisi UU KPK,2,Riview,1,Robertus Dagul,1,Rohingya,2,Romantisme,1,Romo Prof. DR. Franz Magnis-Suseno,1,Ronaldo,1,Ruang Publik,1,Sahabat,1,Sangge-sangge,1,SBY,1,SDA,1,SDGs,1,SDM,1,SDN Nggoang,1,Sejarah,1,Sejawat,1,Sekolah,2,Seks,1,Selvi,1,Seminar Nasional,3,Sensory Ethnography,1,serai,1,Shelter,1,SiaranPersKemenristekdikti,1,sibuk,1,Sihaporas,1,Simalungun,3,Sinetron,1,SJ,1,sm3t,1,Sosdodihardjo,1,Sosial,3,Spirit,1,Sriwijaya Air,1,Stadium General,1,Studium Generale,1,Study Tour,1,Study Tour Ke Tiongkok,1,Sukses,1,Sulawesi Utara,1,Sumpah,1,Sumpah Pemuda,2,Surat,2,Surat Terbuka,2,Surya Tjandra,1,Suster,1,Sydney Opera House,1,Taiwan,1,Taruna Merah Putih,1,Teater Arsip,1,Teater Kecil,1,Teknologi,1,Tembok,1,Temu Pemuda Lintas Iman Kalbar,1,TEPELIMA,1,Thomas,1,Tiga,1,TIM,2,Tiongkok,1,TMP,1,Tomson,5,Tomson Sabungan Silalahi,8,Transformasi,2,Tri Hari Suci,1,Trip N Vlog,1,TRIP N VLOG #PULANG KAMPUNG,1,Tungku Batu,1,UGM,1,UNIPA,1,Universitas HKBP Nommensen,1,Universitas pakuan bogor.,1,Universitas Simalungun,1,Universitas Tanjungpura,1,UNJ,1,Urban,1,Uruguay,1,UU MD3,1,Valentine,3,Vatikan,2,Vatkian,1,Veteran,1,Vian,1,Visi,1,Vox Point,1,wacana,2,walikota pematangsiantar,1,wanita,1,War On Drugs,1,Wartawan,1,whatsapp,1,WiFi,1,World Youth Forum,1,WYF2017,2,Yesus,2,YLBHI,1,Yogen,7,Yogen Sogen,2,Yogyakarta,1,Young Entrepreneurship,1,YouTuber,1,Zaman Now,1,
ltr
item
katakanlah: Ternyata Tiongkok Itu Biasa-Biasa Saja | China 7 Days Study Tour
Ternyata Tiongkok Itu Biasa-Biasa Saja | China 7 Days Study Tour
Setelah mengelilingi kampus, rombongan dibawa ke Hebei Museum. Museum yang sangat canggih dan tertata rapi. Informasi disediakan melalui audio yang bisa kita dengar melalui headset yang disediakan di museum. Artefak-artefak yang ada di museum ini diangkat salah satu dari Sungai Kuning. Satu jam merupakan waktu yang sangat singkat untuk mengelilingi museum ini. Ada banyak hal yang perlu dipelajari dari museum ini. Lagi-lagi teknologi sangat berperan untuk mempercanggih citra museum ini. Tiongkok, Study Tour, Beijing, Hebei, Artikel, Kemenristekdikti
https://1.bp.blogspot.com/-xnlHTGub3Rg/XQ_NCLO_nHI/AAAAAAAACLo/KrdzqQdk3DQgS3tsDtEZhiT4cpMG0dMhwCEwYBhgL/s640/DSC_0032.JPG
https://1.bp.blogspot.com/-xnlHTGub3Rg/XQ_NCLO_nHI/AAAAAAAACLo/KrdzqQdk3DQgS3tsDtEZhiT4cpMG0dMhwCEwYBhgL/s72-c/DSC_0032.JPG
katakanlah
https://www.katakanlah.com/2019/06/ternyata-tiongkok-itu-biasa-biasa-saja.html
https://www.katakanlah.com/
https://www.katakanlah.com/
https://www.katakanlah.com/2019/06/ternyata-tiongkok-itu-biasa-biasa-saja.html
true
8814382905702038148
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All rekomendasi LABEL arsip CARI ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy