Alasan Mengapa Guru Harus Tetap Mengajar


https://www.katakanlah.com/2020/04/alasan-mengapa-guru-harus-tetap-mengajar.html

Oleh: Mery Silalahi*

Tua atau muda, lebih senior bahkan terhitung baru saja terjun sebagai tenaga pendidik panggilannya tetap sama yaitu “Guru”. Berbeda dengan orang yang bekerja untuk sebuah perusahaan, ada yang dipanggil direksi, direktur, sekretaris, menejer dan lain-lain. Bekerja sebagai seorang guru adalah tugas yang mulia sekaligus cukup menantang, sebab yang diperjuangkan bukan hanya pengetahuan tetapi juga karakter anak didik.

Berbicara tentang profesi sebagai seorang guru seketika saya terngiang akan sebuah semboyan yang digaungkan oleh bapak Pendidikan Ki Hajar Dewantara. Semboyan beliau berbunyi: “Ing ngarso sung tulodo, ing madyo mangun karso, tut wuri handayani”, yang artinya di depan guru harus memberi teladan, di tengah/di antara murid, guru harus menciptakan prakarsa dan ide, dari belakang seorang guru harus bisa memberikan dorongan dan arahan. Semboyan inilah yang semestinya menjadi dasar utama dan pijakan seorang guru dalam melaksanakan tugasnya dalam kondisi apapun di samping keahliannya di bidang yang akan diajarkan.

Alasan Mengapa Guru Harus Tetap Mengajar
Foto diambil sebelum pembelajaran daring diberlakukan.

Mengemban tugas sebagai seorang guru otomatis menjadi salah satu komponen penting atau penggerak dalam memajukan kualitas pendidikan serta terlibat dalam terjaminnya keberhasilan pendidikan. Tentu bukanlah hal yang mudah dalam praktiknya. Refleksi pribadi, mengabdi kurang lebih satu tahun menjadi seorang guru merupakan waktu yang belum cukup membelajarkan saya bagaimana menjadi seorang guru yang sebenarnya. Terlebih tantangan diluar dugaan dengan munculnya fenomena global saat ini, yang telah menjadi teror diseluruh dunia termasuk Indonesia yaitu virus yang diberi nama resmi COVID-19 oleh Organisasi kesehatan dunia (WHO).

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim mengeluarkan surat edaran tentang kebijakan Mendikbud dalam masa darurat COVID-19 mengenai peniadaan pelaksanaan UN khusus untuk tahun 2020, serta lima instruksi Mendikbud yang dikutip dalam CNBC Indonesia dan salah satunya adalah Belajar dari rumah melalui pembelajaran daring/jarak jauh. Sejak diberlakukannya sistem pembelajaran daring, beberapa guru mulai inisiatif mempelajari aplikasi-aplikasi pembelajaran daring yang nantinya akan digunakan sebagai media belajar. Terang saja situasi belajar daring tak mudah berjalan mulus, dikarenakan semua guru dituntut beradaptasi secara instan mengaplikasikan kemajuan teknologi agar materi pembelajaran yang sudah direncakan tidak ketinggalan. Guru diminta harus siap untuk meng-upgrade diri.

Namun yang menjadi kekhawatiran saya pribadi adalah bagaimana reaksi dengan sebagian guru senior yang yang belum melek teknologi? Bagaimana dengan guru yang mengajar di pelosok yang sulit menjangkau jaringan internet?  Belum lagi tidak semua anak didik di Indonesia memiliki Gadget karena latar belakang ekonomi keluarga yang lemah dan tidak semua juga siswa, mampu menggunakan aplikasi belajar yang disosialisasikan guru dengan baik, sekalipun mereka memiliki gadget, dan masih banyak lagi. Sekalipun ada pembelajaran melalui saluran TV, itu belum cukup efektif dalam mengembangkan ilmu pengetahuan dan pembelajaran bermakna bagi anak. Akan sulit menjanjikan kualitas pendidikan ke arah yang lebih baik di tengah-tengah Pandemi COVID-19 saat ini. Justru keberhasilan pendidikan akan semakin melemah.

Foto diambil sebelum pembelajaran tatap muka dilarang di sekolah.

Ini harus menjadi tugas bersama. Orang tua dan siswa mari saling mendukung agar makna belajar tak bergeser. Guru-guru Indonesia mari sama-sama lebih kreatif dan berinovasi untuk membimbing anak didik agar tak tertinggal jauh dari pendidikan. Mulai dari hal kecil tak apa. Semua pasti ada solusinya jika kita berusaha. Sedikit berbagi pengalaman, tanpa menjadi beban bagi anak. Kurang lebih dua jam dalam sehari saya ajak anak untuk belajar bersama menggunakan salah satu aplikasi belajar yakni edmodo, kebetulan didukung jarigan internet yang memadai dan adanya fasilitas ponsel. Saya selalu kirimkan bahan ajar dalam bentuk powerpoint dan video penjelasan materi dengan metode penyampaian materi yang lebih sederhana dan membuka ruang sebebasnya bagi anak untuk mengajukan pertanyaan secara daring. Meskipun harus memberikan energi lebih, seperti memandu anak agar memahami metode pemakaian applikasinya, bahkan mengoreksi tugas anak lewat layar ponsel dan laptop. Kemudian setiap hari jam kerja dari rumah tanpa disadari bertambah karena harus mempersiapkan segala materi dalam bentuk powerpoint lalu 2 hari sekali harus rekam video mengajar sampai kepada editingnya agar lebih mudah dimegerti anak didik.


Kita tidak harus mengeluh karena tidak ada ponsel atau jaringan internet. Ada seorang guru yang mengalami kurangnya fasilitas penunjang anak didik dan guru dalam belajar daring. Beliau contoh guru yang menginspirasi dan menyentuh. Dialah Pak Avan Fathurrahman, seorang guru di Sumenep, Madura Jawa Timur. Beliau tidak ingin melewatkan waktu mengajarnya di tengah wabah virus COVID-19. Dikarenakan tidak ada fasilitas penunjang seperti ponsel pada siswa untuk belajar daring, beliau memutuskan untuk menyambangi rumah-rumah siswa satu persatu untuk diajari.

Harapannya Pemerintah mulai harus memberikan perhatian serius pada beberapa guru dan siswa yang mengalami masalah belajar daring saat ini. Mulai dengan memberikan fasilitas seperlunya, agar tak terjadi kegiatan belajar dan mengajar yang mampu mengancam keselamatan karena terpapar virus berbahaya tersebut. Sama halnya dengan yang terjadi dengan guru honorer di Mojokerto yang tetap berjuang mengajar daring sampai harus keluar rumah mencari WiFi gratis.

Terlepas dari segala kegalauan tersebut guru-guru juga harus tetap mampu memberikan yang terbaik bagi siswa selama masa belajar daring. Semoga ide-ide kreatif kita muncul agar pandemi COVID-19 tak berdampak besar bagi pendidikan kita ke depan. Saya pun belum mampu melakukan hal-hal besar, tapi setidaknya saya sudah memulai dari hal yang paling sederhana. Tidak perlu harus menuntut banyak ke pemerintah atau pemimpin sekolah jika kita masih mampu untuk berbuat, sebab seyogyanya tugas guru adalah pahlawan tanpa tanda jasa. Sekiranya pun pemerintah sudah cukup pusing memikirkan cara agar Indoesia tetap bertahan dan mampu memerangi virus ini. Nah, tugas kita sebagai guru bertanggungjawab menjaga gerbang pendidikan, ya mulai dari hal-hal yang kecil dan paling sederhana.


*Penulis adalah pengajar di SMP Bintang Timur Pematangsiantar


Mungkin Anda akan menyukai video ini:

KOMENTAR

Ads

Nama

.id - Jejak Pencarian,4,#fempop,1,1000 Lilin,1,11TahunKompasiana,1,1965,1,1998,1,2018,1,2019,3,3 Tahun,1,9 November,1,Adu Domba,1,Advokasi,2,Advokat,1,Agama,1,Ahok,1,AHY,1,Aibon,1,akbid santa benedicta pontianak,1,Aksi 3 Tahun Jokowi-JK,1,Alfon Hutabarat,2,Alfred,1,Alfredo,1,Alfredo Pance Saragih,1,Aliansi Mahasiswa Siantar Simalungun (AMSS),3,Almamater,1,Alumni,1,Amorphophallus gigas,1,Amorphophallus paeoniifolius,1,Amorphophallus prainii,1,Amorphophllus titanumn Ades Galingging,1,Anak,2,Ananda,1,Ancaman Pemilu,1,Anies,1,Anis Baswedan,1,Antikorupsi,1,Aquaman,1,Araceae,1,Argentina,1,Artikel,43,Asian Games,1,Asrida Sigiro,1,Australia,1,Bahasa,1,Bahasa Inggris,3,Bakti Sosial,1,balaikota Jakarta,1,Bapa Kami,1,Bedah Buku,1,Beijing,1,Belajar,1,Belajar Online,1,Bengkulu,1,Berbuah,1,Berita,112,Berita Sumatera Utara,3,Berita. Sumatra Utara,2,Berjuang,2,Berkarya,2,Bersumpah,1,Berubah,2,BeyondBlogging,1,Bidan,1,Biografi,1,Bitcoin,1,Black Panther,1,Black Pather,1,boarding pass,1,Budi Mulia,1,Budi Purba,1,Buku,5,Bumi,1,Bumi Manusia,1,Bunga Bangkai,1,Bunuh Diri,2,Bupati Simalungun,1,cadar,1,Camping Rohani,1,Candu,1,Candu Pesan,1,Candu Pesan Instan,1,Capres,1,Carla Makay,1,Catatan,2,Catatan Akhir Tahun,1,Cawapres,1,Cerpen,5,Cewek,1,Changi,1,chatting,1,Cinta,3,Cipayung,3,Cipayung Plus,2,Cookies and Bakery,1,Cooperative Learning,1,Corona,1,Corona Virus,4,Cosmas Batubara,1,COVID-19,15,CR7,1,Crazy Rich Asians,1,Creative Minority,1,Curhat,1,da Lopez,1,Danau Toba,2,Dara. Kathulistiwa,1,Daring,2,Deepavali,1,Deklarasi,1,Demokrasi,5,Devide et Impera,1,Dewi,1,Di Jakarta Tuhan Diburu dan Dibunuh,1,Dies Natalis PMKRI,1,Dilan,2,Dion Dhima,1,Disinfekatan,1,Diskusi Publik,2,Disrupsi,1,Ditolak,1,Diwali,1,DIY,1,Djarot Saiful Hidayat.,1,DKJ,1,Doa,1,Dogma,1,Dolokmarlawan,1,Donor Darah,1,Doraemon,1,Dosa,1,DPC PMKRI Jakarta Pusat,1,DPR,2,DPRD Kota Pematangsiantar,1,Drama,1,Dunia,1,Duterte,1,Dwi,1,Ekaristi,1,Elit,1,Emas,1,Eris,1,ESDM,1,Esron,3,Essai,3,Fakultas Kehutanan,1,Fandis,1,Fase,1,Feminin,1,Feminis,2,Feminism,1,fenomena,1,Ferdian,1,FIFA World Cup 2018,1,Film,3,Film Porno,1,Filsuf,1,Finansial,1,Forum Orang Muda Dunia,1,Fotografi,1,Fransiskus,1,Freeport,1,Frengki Simamora,2,Friska Sitorus,2,Fun Walk,1,G30S PKI,1,Gading,1,Galang Dana,1,Game,1,Garuda,1,Gaya Hidup,1,Gender,1,Genre Teks,1,Gereja,2,Gilbert Lumoindong,1,GMKI,2,Goethe-Institut Indonesien,1,Gubernur,1,Gunungsitoli,1,Guru,2,Hak Asasi Manusia,1,HAM,4,Harakiri,1,Harapan,1,Hari,1,Hari Bumi,1,Hari guru,1,Hari Pahlawan,1,Hati Gajah,1,Hebei,1,Hegemoni,1,Hendra Sinurat,1,Henry Golding,1,herbal,1,Himpunan Pemuda dan Mahasiswa Nias,1,Hindu,1,hoaks,2,Hoax,3,Holiday,1,Hong Kong,1,HUKUM,2,Human Rights,1,Human Trafficking,1,Hungary,1,hutan,2,Hymne,1,ID42NER,1,Ignasius Jonan,1,Ignatius Pati Ola,1,IKASANTRI,1,Imunitas,1,Indonesia bangkit,2,informasi,2,Internet,1,Introver,1,ISKA,1,Istri,1,Jakarta Pusat,1,Jambi,1,Jaya,2,Jepang,1,JK,1,Joker,1,Jokowi,2,Jomblo,1,Kabupaten Sintang,1,Kalbar,1,Kalimantan Barat,2,Kampanye Sosial,1,Karakter,1,Kartini,1,kasih,1,Katakanlah,1,Katolik,3,keadilan,2,Kebosanan,1,Kecanduan,1,Kecelakaan Pesawat,1,Kejaksaan Negeri Sinatar,1,Kekerasan Anak,2,Kekerasan Polisi,1,Kekerasan Seksual,2,Kekristenan,1,Kelompok Cipayung,2,Keluarga,3,Kemeristekdikti,1,Kemiskinan,1,Kepemimpinan,1,Keperawanan,1,Kerabat Antropologi,1,Kerja Jaringan,2,Kesepian,1,Kita Indonesia,2,Kita_Indonesia,1,Kitabisa,1,KMK,1,KMK USI,1,KNPI,2,KNPI Siantar,2,Komda III,2,Kominfo,1,Kompas,1,Kompasiana,1,Komunitas,1,Konferensi Studi Nasional,1,Konflik,1,Konsumtif,1,Konten Negatif,1,Kontribusi,1,Korupsi,7,Koruptor,1,Kostulata,1,Kota,1,Kota Pematangsiantar,2,KPK,8,KPKR,1,Kreatif,1,Kristen,1,Kritik Sastra,6,KSA,1,KSN,3,KSR,2,Kuala Namu,1,Kufur,1,KUPIKIR,2,Kurnia Patma,2,KWI,2,Larantuka,1,LDKM,1,Lem Aibon,1,Lingko Ammi,1,Liovina,1,Literasi,3,LKK,1,Lockdown,1,Lomba,1,Lomba Cipta Opini,1,Low Budget,1,LPDP,2,Luka,2,Lukisan,1,Lut_q,1,MABIM,2,Madura,1,Mahasiswa,5,mahasiswa katolik,1,maliku,1,Maluku,1,Manusia-manusia tidak berguna,1,Marz,1,Maumere,1,MDGs,1,Medan,1,Media online,1,Media Sosial,3,Membaca,6,Meme,1,Menangis,1,Menkominfo,1,Menristekdikti,1,Menulis,7,Mesir,1,Messi,1,Messiah,1,Migran,1,Milea,1,Milenial,2,Millennial,1,Minder,1,Mohctar Lubis,1,Moral Negara,1,Moralitas Negara,1,Mother Earth,1,MPA,1,MPAB,7,Muda,5,Myanmar,1,Nagakeo,1,Napza,1,Narkoba,1,Nasional,1,Natal,3,Nawa Cita,1,Nias,2,Nilai,1,Nilai-nilai,1,Noam Chomsky.,1,Nommensen,1,Novel,1,NTB,1,NTT,3,Nyai Ontosoroh,1,Opening Ceremony,1,Opini,88,Orang Miskin,1,Orang Muda,4,Organisasi,4,Ormas,1,Pacaran,1,Pagi Bening,1,Pahlawan,1,Palopo,1,Pancasila,2,Pandemi,3,Papua,4,Partai Politik,1,Passport,1,Patriarkis,1,Paus,1,Paus Fransiskus,1,Pedagang,1,Pedidikan Indonesia,1,Pelaka,1,Pelantikan,3,Pelantikan Anggota Baru,1,Pelatihan jurnalistik,3,Peluang,1,Pematangsiantar,7,Pembelajaran,2,Pembelajaran Kooperatif,1,Pemberantasan,1,Pemerintah,1,Pemilu,1,Pemimpin,2,Pemko pematangsiantar,2,Pemuda,5,Pemuda Milenial,1,Pemudi,1,Pencemaran Nama Baik,1,Pendidikan,5,Pendidikan Formal,1,Pendidikan Indonesia,2,pengabdian,1,pengamat,1,Pengantar,1,Penghinaan,1,Penjajahan,1,Penonton,1,Penulis,1,Peradaban,1,Perang,1,Perbedaan,1,Percaya Diri,1,Perempuan,3,Perjuangan,1,perkebunan,1,PERPPU,2,Persepuluhan,1,Persimpangan,1,Pesan Instan,1,Pesawat,1,Pewarta,1,Philosophy Award,1,Pidana,1,Pilpres,1,PMKRI,51,PMKRI Bengkulu,2,PMKRI Cab. Palopo,1,PMKRI Cab. Pematangsiantar,5,PMKRI CAB.PEMATANGSIANTAR,8,PMKRI Cabang Bengkulu,1,PMKRI Cabang Kupang,1,PMKRI cabang maumere,1,PMKRI cabang Pematangsiantar,3,PMKRI Cabang Tondano,1,PMKRI Cabang Yogyakarta,1,PMKRI Manokwari,1,PMKRI Pematangsiantar,6,Politikus,1,Politk,1,Pontianak,2,Pop,1,Portugal,1,PPDKS,1,Prabowo,1,Prancis,1,Presiden,1,Pribumi,1,PSI,1,psikologi,1,Puisi,24,Pulang,2,Pulang Kampung,1,Qiana,1,Quilt,1,R. Wahyu Handoko,1,Radikal,1,Radikalisme,2,RAKERCAB,1,Rasisme,1,Refleksi,2,Refleksi Sumpah Pemuda,1,Reformasi,1,retreat,1,retret,1,Reuni,1,Review Buku,2,Revisi UU KPK,2,Riview,1,Robertus Dagul,1,Rohingya,2,Romantisme,1,Romo Prof. DR. Franz Magnis-Suseno,1,Ronaldo,1,Ruang Publik,1,Sahabat,1,Sangge-sangge,1,SBY,1,SDA,1,SDGs,1,SDM,1,SDN Nggoang,1,Sejarah,1,Sejawat,1,Sekolah,2,Seks,1,Selvi,1,Seminar Nasional,3,Sensory Ethnography,1,serai,1,Shelter,1,SiaranPersKemenristekdikti,1,sibuk,1,Sihaporas,1,Simalungun,3,Sinetron,1,SJ,1,sm3t,1,Sosdodihardjo,1,Sosial,3,Spirit,1,Sriwijaya Air,1,Stadium General,1,Studium Generale,1,Study Tour,1,Study Tour Ke Tiongkok,1,Sukses,1,Sulawesi Utara,1,Sumpah,1,Sumpah Pemuda,2,Surat,2,Surat Terbuka,2,Surya Tjandra,1,Suster,1,Sydney Opera House,1,Taiwan,1,Taruna Merah Putih,1,Teater Arsip,1,Teater Kecil,1,Teknologi,1,Tembok,1,Temu Pemuda Lintas Iman Kalbar,1,TEPELIMA,1,Thomas,1,Tiga,1,TIM,2,Tiongkok,1,TMP,1,Tomson,5,Tomson Sabungan Silalahi,8,Transformasi,2,Tri Hari Suci,1,Trip N Vlog,1,TRIP N VLOG #PULANG KAMPUNG,1,Tungku Batu,1,UGM,1,UNIPA,1,Universitas HKBP Nommensen,1,Universitas pakuan bogor.,1,Universitas Simalungun,1,Universitas Tanjungpura,1,UNJ,1,Urban,1,Uruguay,1,UU MD3,1,Valentine,3,Vatikan,2,Vatkian,1,Veteran,1,Vian,1,Visi,1,Vox Point,1,wacana,2,walikota pematangsiantar,1,wanita,1,War On Drugs,1,Wartawan,1,whatsapp,1,WiFi,1,World Youth Forum,1,WYF2017,2,Yesus,2,YLBHI,1,Yogen,7,Yogen Sogen,2,Yogyakarta,1,Young Entrepreneurship,1,YouTuber,1,Zaman Now,1,
ltr
item
katakanlah: Alasan Mengapa Guru Harus Tetap Mengajar
Alasan Mengapa Guru Harus Tetap Mengajar
Terlepas dari segala kegalauan tersebut guru-guru juga harus tetap mampu memberikan yang terbaik bagi siswa selama masa belajar daring. Semoga ide-ide kreatif kita muncul agar pandemi COVID-19 tak berdampak besar bagi pendidikan kita ke depan. Alasan Mengapa Guru Harus Tetap Mengajar
https://1.bp.blogspot.com/-PmKr_ZdpNJo/XqL9gIwtqcI/AAAAAAAABFs/ZWYBCecqpSYIu0UlTssmC7KRcy5LeYpEgCLcBGAsYHQ/s640/Merry%2BSilalahi%2B4.jpg
https://1.bp.blogspot.com/-PmKr_ZdpNJo/XqL9gIwtqcI/AAAAAAAABFs/ZWYBCecqpSYIu0UlTssmC7KRcy5LeYpEgCLcBGAsYHQ/s72-c/Merry%2BSilalahi%2B4.jpg
katakanlah
https://www.katakanlah.com/2020/04/alasan-mengapa-guru-harus-tetap-mengajar.html
https://www.katakanlah.com/
https://www.katakanlah.com/
https://www.katakanlah.com/2020/04/alasan-mengapa-guru-harus-tetap-mengajar.html
true
8814382905702038148
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All rekomendasi LABEL arsip CARI ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy