![]() |
Oleh: Paulinus Gulo* |
Katakanlah.com | Apa arti dari sebuah kata "Merdeka"? Apakah merdeka itu artinya hanya sekadar bebas dari penindasan dan kekuasaan asing? Kemerdekaan itu bukan hanya sekadar definisi tersebut tetapi jauh melampaui kata-kata itu.
Arti kemerdekaan yang sesungguhnya ialah semua memperoleh kelayakan tanpa terkecuali, semua memperoleh hal untuk berpendidikan, bebas berekspresi dan beruara menyampaikan pendapat dan bebas untuk mengembangkan diri secara.
17 Agustus adalah tanggal yang sangat spesial bagi kita rakyat Indonesia dimana tanggal tersebut merupakan momen kita memperingati hari kemerdekaan bangsa Indonesia. Dalam latar belakang Indonesia, proklamasi kemerdekaan indonesia yaitu 17 Agustus 1945. Hal ini menandai bahwa telah berakhir penjajahan diatas tanah air Indonesia, telah berakhir penguasaan bangsa asing terhadap hak hidup dan kedaulatan bangsa.
Dulu Bung Karno pernah berkata, "Perjuanganku lebih mudah karena melawan penjajah, perjuanganmu akan lebih sulit karena melawan bangsamu sendiri". Kalimat ini mengandung makna yang sangat mendalam sekaligus menitipkan pesan untuk kita bahwa setelah kemerdekaan secara hukum dan politik, saat itulah dimulai perjuangan yang sesungguhnya dimana kita akan terus berhadapan dengan tantangan-tantangan yang lebih banyak, bagaimana kita menjaga dan melindungi kedaulatan negara, bagaimana kita mengisi kemerdekaan untuk mengembangkan diri dan bangsa serta bagaimana kita mempertahankan kemerdekaan itu lewat kehidupan kita sehari-hari.
Kembali lagi secara hukum dan politik kita telah merdeka selama 80 tahun. Namun, jika kita mencoba merenungi lebih dalam, apakah kita sekarang sudah benar-benar merdeka? Kenyataannya, masih sangat banyak sekali tantangan tantangan yang telah ada dan terus muncul yang menunjukkan bahwa belum sepenuhnya kemerdekaan dirasakan oleh seluruh rakyak Indonesia.
Sebagai bukti nyata, berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) di Tahun 2024, terdata angka kemiskinan sangat tinggi yaitu berada di kisaran 9,3% dan juga permasalahan-permasalahan sosial hingga ekonomi antar wilayah, kota dan desa-desa masih sangat tinggi.
Selain itu, kemerdekaan sejati tidak hanya berbicara soal bebas dari penindasan fisik, akan tetapi juga bebas dari diskriminasi dan ketidak adilan lainnya. Intoleransi adalah salah satu masalah utama yang telah mencederai semangat kemerdekaan itu. Banyak kota besar di Indonesia masyarakatnya mengalami diskriminasi dari kaum mayoritas, baik dalam hal membatasi ruang beribadah, penolakan pembangunan rumah ibadah hingga pada ujaran kebencian berlandaskan agama.
Tidak hanya itu, masih banyak sekali tantangan-tantangan yang menunjukkan kita belum merdeka sepenuhnya, ketidakadilan hukum masih dan sangat sering terjadi. Laporan dari Komnas HAM sepanjang 2023 menerima lebih dari 2.500 pengaduan tentang pelanggaran hak asasi manusia baik itu intimidasi terhadap kaum masyarakat adat, menyalahgunakan kekuasaan, hingga perlakuan kriminal terhadap parah aktivis-aktivis dan para pejuang haknya. Terbukti bahwa hukum di Indonesia memang tajam ke bawah dan tumpul ke atas.
Jelas, kemerdekaan itu tidak nyata! Indonesia hanya merdeka secara fisik! Jika kemerdekaan itu hanya dinikmati dan dirasakan oleh sekelompok kecil orang yang punya pengaruh dan kekuasaan. Pada saat inilah generasi muda Indonesia menjadi pemegang peran penting dalam memperjuangkan arti kemerdekaan yang sesungguhnya, mempertahankan, membangun dan mengisi kemedekaan itu melalui aksi yang nyata dimasa kini
Kemerdekaan adalah milik generasi muda, ini adalah harapan yang tidak boleh padam. Bagaikan obor yang harus terus menyala, menjaga dan memastikan cahaya itu tetap menyala adalah tanggung jawab besar generasi muda Indonesia, bila perlu jangan biarkan redup sesekali!
Kehidupan generasi muda saat ini sangat jauh beda di era para pejuang kemerdekaan dulu. Ilmu pengetahuan, teknologi serta jejaring global adalah kekuatan yang sangat dahsyat melebihi bambu runcing jika generasi muda mampu menggunakan senjata itu.
Generasi muda harus bergerak. Jika anak muda masih diam, Kemerdekaan akan terus direbut dan akan seutuhnya direbut kembali. Penjajah kita sekarang bukanlah bangsa asing lagi melainkan bangsa kita sendiri, orang-orang yang punya kekuasaan dan pengaruh. Musuh kita adalah korupsi, intoleransi, kemiskinan, ketidakadilan dan apatis.
Kemerdekaan adalah milik generasi muda, maka anak muda harus memperoleh pendidikan yang setinggi-tingginya, harus bebas berekspresi dan berkreasi, harus bebas dalam mengembangkan diri sehingga generasi muda diharapkan mampu berpikir kritis, tidak boleh tunduk pada hal hal yang membodohkan serta menjadi garda terdepan dalam perjuangan supaya seluruh rakyat Indonesia mendapatkan kemerdekaan yang sesungguhnya itu.
Kemerdekaan milik generasi muda bukan cuma sekadar hak untuk bebas tetapi kita wajib untuk membuktikan dengan aksi nyata. Tidak boleh hanya jadi penonton di negeri sendiri, kita adalah aktor utama dibalik perjuangan selanjutnya dalam menentukan arah bangsa ini.
Kemerdekaan merupakan anugerah, hadiah dan warisan yang sangat istimewa untuk kita generasi muda. Ini bukanlah hadiah yang semata mata turun dari langit, warisan ini penuh tuntutan akan tanggung jawab, dan generasi mudalah yang seharusnya memegang tanggung jawab besar itu. Jangan biarkan dirimu mengkhianati darah pahlawan para pejuang dahulu yang telah gugur dimedan perang.
Wahai generasi muda, generasi emas Indonesia, bangkitlah dan bergerak jadi aktor utama perjuangan ini. Generasi muda harus mengisi kemerdekaan dengan karya, penuh keberanian untuk melangkah dan berintegritas. Jangan pernah takut untuk berbeda, suarakan lah kebenaran tegakkan keadilan demi bangsa kita.
Mari kita gunakan pena, kamera, suara juga daya pikir kritis kita sebagai senjata yang sangat tajam untuk membela kebenaran dan memperjuangkan hak-hak kita generasi muda dan seluruh rakyat Indonesia, kita adalah penentu masa depan bangsa Indonesia akan dibawa kemana.
Kedua kalinya menurut saya, kemerdekaan sejati itu adalah ketika semua mendapatkan kesetaraan, tidak memandang suku, ras, agama maupun latarbelakang. Kita semua generasi emas berhak mendapatkan kesetaraan itu, kita semua berhak untuk bermimpi setinggi-tingginya dan mewujudkan mimpi itu. Kita generasi muda harus mewujudkan kemerdekaan yang utuh, bukan hanya merdeka diatas kertas melainkan dalam setiap detak hidup seluruh rakyat Indonesia.
Generasi muda harus bisa menyampaikan pendapat, menyuarakan aspirasi dan suara yang tidak boleh dibungkam oleh siapapun. Kebebasan adalah diatas segala-galanya, maka generasi muda harus bisa dan bebas bersikap, punya keberanian yang tinggi dan terwujud melalui aksi yang benar-benar nyata. Kemerdekaan adalah selamanya dan kemerdekaan adalah milik generasi muda.
Generasi muda merupakan aset paling berharga bagi negara dan kemerdekaan adalah milik generasi muda. 17 Agustus bukan hanya sekadar perayaan, bukan hanya soal memeriahkan dengan menyelenggarakan lomba. Namun ini adalah momen kita merefleksikan kembali makna kemerdekaan yang sesungguhnya untuk bagaimana kita generasi muda setelah ini melangkah menuju aksi nyata untuk mengisi kemerdekaan.
Sebab kemerdekaan yang tidak diisi dengan segala bentuk aksi yang nyata hanya akan menjadi kata kosong dalam buku Sejarah. (*)
*Penulis merupakan pengurus PMKRI Cabang Pematangsiantar dan mahasiswa Prodi Matematika Universitas HKBP Nommensen Pematangsiantar.
KOMENTAR